
Bingung dengan banyaknya pilihan les online atau offline? Yuk, simak cara menentukannya dari psikolog agar lebih efektif dan sesuai untuk les anak!
Saat ini banyak tersedia pilihan les untuk anak. Kemajuan teknologi juga memudahkan anak belajar hal baru bukan hanya secara offline, tapi juga online. Tentunya menarik, tapi juga bikin bingung, seperti yang saya alami.
Waktu anak berusia 3 tahunan, saya mendaftarkannya ikut kelas gymnastic offline, karena melihat tipenya yang aktif bergerak, dan lebih suka belajar sesuatu dengan mencoba langsung. Sempat terhenti karena pandemi dan mencoba gymnastic online yang hanya berlangsung satu kali. Di usia empat tahunan dan masih pandemi ikutlah dia les gambar online karena suka menggambar. Gak berlangsung lama hanya beberapa kali sudah bosan, mungkin usianya pun masih terlalu dini saat itu.
Sekarang di usia 9 tahun, dia kembali menekuni gymnastic offline yang sudah dijalaninya hampir dua tahun dan les mengaji yang juga offline. Sempat juga dia mengambil les renang yang dijalaninya sekitar 1,5 tahun dan diputuskan berhenti karena sudah cukup menguasai beberapa gaya.
Gak semua les offline sukses, seperti les vokal yang hanya bertahan dua bulan karena ternyata kurang cocok dengan kebutuhannya yang perlu belajar nada dasar dan lesnya tidak menyediakan itu. Saya juga kasih batasan, maksimal les yang diikuti tiga jenis, karena limitasi budget dan agar lebih fokus.
Sebelum memutuskan les untuknya, saya coba lihat dulu minat dan gaya belajar anak, setelah itu kita diskusi, karena dia yang akan menjalani, biar lebih efektif juga. Berdasarkan pengalaman kelas vokal, kita juga perlu survei lebih dalam dan detail kalau mau ambil les lain, agar lebih pas sama kebutuhannya.
BACA JUGA: Remaja Sering Minder? Kenali Tanda Self-Esteem Rendah pada Remaja dan Cara Membantunya
Sebenarnya gimana sih cara tepat memilih les anak, lebih baik online atau offline? Ini penjelasan Psikolog Anak, Remaja dan Keluarga, Ristriarie Kusumaningrum, M. Psi., Psikolog!

Jenis kegiatan bisa jadi hal pertama yang perlu dipertimbangkan saat memilih les untuk anak. Beberapa les tertentu lebih cocok offline, misalnya yang perlu diperagakan dan diobservasi langsung seperti olahraga renang, gymnastic, atau beladiri. Sementara jenis les lain seperti vokal, coding, design, menggambar, melukis, maupun bahasa masih bisa dilakukan online.
Penting untuk mengetahui kemampuan dan kebutuhan anak karena tidak semua anak cocok dengan les online dan lebih cocok untuk les offline, misalnya usia anak yang terlalu muda, atau tingkat fokus anak yang masih kurang. Les offline dapat membantu interaksi guru dengan anak lebih efektif, fokus dan ritme belajar juga bisa lebih disesuaikan dengan kebutuhan anak, dan interaksi langsung juga dapat memotivasi anak untuk lebih semangat dalam menjalani les.
Jika Mommies merasa anak sudah cukup besar atau punya fokus yang relatif baik dan lebih mampu meregulasi diri dan menangani situasi, seperti interaksi atau penjelasan guru yang bisa terkendala karena sinyal, bisa memilih les online.
Untuk anak usia dini yang masih dalam tahap pemahaman konkret, les offline biasanya lebih efektif karena adanya contoh nyata dan pendampingan langsung akan membantu pemahaman dan penguasaan keterampilan yang diperlukan anak.
Untuk anak usia sekolah dasar, Mommies dapat mempertimbangkan kedua pilihan online maupun offline, tergantung dari sisi kemampuan dan pemahaman anak. Untuk anak-anak yang memang masih memerlukan arahan dalam fokus dan pengerjaan tugas, akan lebih baik dipilihkan les offline. Jika anak sudah lebih mandiri dan punya pemahaman yang cukup baik, les bisa dilakukan online.
Untuk beberapa tahapan usia anak, seperti usia remaja, mereka cenderung memilih les offline karena ada interaksi langsung dengan guru maupun teman sebaya, dan ada sisi kedekatan fisik yang tidak dapat dipenuhi oleh les online.
Hal yang juga penting dipertimbangkan untuk menentukan les offline atau online, yaitu ketersediaan biaya, waktu, dan kemampuan serta komitmen orang tua atau support system lain. Jika waktu dan sarana transportasi terbatas, atau punya limitasi biaya, les online bisa jadi pilihan yang lebih efisien dan fleksibel.
Pemilihan les offline biasanya lebih memakan waktu, tenaga, dan biaya yang lebih besar dibandingkan les online. Namun, untuk beberapa anak, memang membutuhkan tatap muka karena lebih sesuai dengan kebutuhannya.
Bisa juga mengkombinasikan dua jenis les, les offline untuk meningkatkan kemampuan sosial dan kesehatan fisik, les online untuk mengasah fleksibilitas dan memberikan kesempatan anak belajar beradaptasi. Variasikan dua jenis les online dan offline juga bermanfaat untuk membantu anak paham materi tertentu, misalnya belajar melalui tutorial video dan praktik langsung. Atau jika anak mengambil les online, orang tua bisa membantu untuk mencoba, latihan lagi dirumah dan diskusi bersama.
BACA JUGA: 17 Ritual Kegiatan Keluarga dan Manfaatnya untuk Perkembangan Anak
Ristriarie juga mengingatkan pentingnya orang tua untuk selalu memberikan dukungan dan pendampingan, dan ingat bahwa semua pembelajaran itu memerlukan proses yang berbeda bagi setiap anak. Saat anak merasa tenang, aman, dan didukung, akan membantunya dalam proses belajar dan mengatasi tantangan termasuk menjalani les offline maupun online.
Bisa juga konsultasikan pemilihan les yang efektif ke Psikolog Pendidikan atau Psikolog Anak jika anak punya kebutuhan khusus atau masalah tertentu yang perlu didiskusikan, yang bisa berpengaruh pada proses pembelajaran anak.
Cover: Katerina Holmes/Pexels