
Gaji istri lebih besar dari suami bisa memicu keretakan rumah tangga atau situasi rentan konflik jika tidak disikapi dengan tepat. Pahami, yuk!
Gaji istri lebih besar dari suami? Sebenarnya sah-sah aja, ya, apalagi di Zaman sekarang, dimana peran laki-laki dan perempuan cukup setara di sektor publik, yang bisa bikin karier istri lebih maju, atau gaji istri lebih besar. Peran suami dan istri juga sudah mengalami pergesaran, relatif lebih fleksibel dan tidak tabu lagi jika istri jadi pencari nafkah utama atau mungkin karena sikon tertentu, misalnya suami terkena PHK atau ada kendala lain, sehingga membuat Mommies jadi mengambil alih kemudi finansial rumah tangga.
Namun tetap hati-hati, ya, karena situasi ini juga rentan konflik dan bisa memicu keretakan rumah tangga, apalagi jika tidak dibahas terbuka, didiskusikan, dan dikompromikan dengan pasangan.
BACA JUGA: 10 Negara dengan Gaji Tertinggi di Dunia, Tunjangan Kerja Bikin Betah!

Berikut beberapa dampak psikologis yang mungkin terjadi pada pasangan saat gaji istri lebih besar dari suami, menurut Psikolog Klinis Anak, Remaja dan Keluarga, Ristriarie Kusumaningrum, M.Psi, Psikolog
Ekspektasi budaya sering mengaitkan identitas laki-laki dengan peran sebagai pencari nafkah utama, yang bisa menyebabkan suami merasa kurang maskulin atau tidak mampu mengurus keluarga saat gaji istri lebih besar. Jangan minder, ya, Daddies, walaupun gaji istri lebih besar, suami tetap bisa berperan dalam rumah tangga. Misalnya dengan berkontribusi pada pos rumah tangga tertentu yang disepakati, seperti istri membayar sekolah dan suami membayar les anak, atau suami lebih fokus ke urusan rumah tangga dan mengasuh anak yang tentu tidak kalah pentingnya.
Jangan lupa jujur tentang perasaan diri sendiri, ya Mommies. Dengarkan dan validasi perasaan juga apresiasi usaha Daddies, karena ini bisa membantu mengatasi perasaan insecure suami saat gaji istri lebih besar.
Gaji istri lebih besar dari suami juga bisa mengakibatkan stres bagi istri karena tekanan tambahan sebagai pencari nafkah utama. Pendapat dan omongan keluarga, teman atau orang lain juga bisa menambah beban pasangan suami istri. Situasi ini rentan konflik dan bisa memicu keretakan rumah tangga, kalau tidak disadari dan dikelola dengan tepat. Misalnya melalui diskusi dengan konselor pernikahan atau psikolog keluarga jika dirasa bebannya terlalu berat untuk diatasi berdua
Penghasilan bisa berhubungan dengan peran dan tanggung jawab dalam suatu hubungan. Istri yang berpenghasilan lebih tinggi mungkin mendapatkan lebih banyak suara dalam keputusan rumah tangga. Mereka juga memerlukan pasangan untuk mendiskusikan kembali tanggung jawab dan peran suami dan istri secara efektif, agar lebih seimbang dan lebih nyaman bagi kedua belah pihak

Harga diri pasangan suami istri bisa berhubungan dengan kontribusi keuangan di dalam rumah tangga. Gaji istri yang lebih besar dari suami bisa jadi penyebab istri merasa bersalah. Sementara suami yang berpenghasilan lebih rendah mungkin merasa harga diri dan kepercayaan dirinya menurun. Jangan lupa untuk tetap saling menghargai dan mendukung, ya, Mommies dan Daddies, walaupun ada peralihan peran dan tanggung jawab dalam keluarga
Stabilitas dan kepuasan hubungan pasangan suami istri juga bisa terpengaruh saat gaji istri lebih besar dari suami. Namun pasangan dengan pandangan yang lebih terbuka, mengakui dan menghargai kesetaraan dalam relasi, kemungkinan besar bisa lebih stabil hubungannya
Ristriarie juga mengingatkan bahwa komunikasi dan keterbukaan sangat penting saat gaji istri lebih besar dari suami. Keberhasilan hubungan seringkali bergantung pada kejujuran dan keterbukaan pasangan yang mampu membahas masalah dalam rumah tangga, termasuk keuangan.
Pasangan yang bisa berkomunikasi dengan baik, tetap saling menghargai kontribusi masing-masing peran dalam rumah tangga, serta memandang keuangan sebagai sumber daya bersama, juga punya peluang lebih besar untuk punya hubungan sehat, walaupun gaji istri lebih besar dari suami.
Jadi, istri yang berpenghasilan lebih tinggi bukan masalah, ya, Mommies, asalkan disikapi dengan tepat. Dampak psikologis lebih ditentukan oleh cara pandang pasangan pada pengaturan keuangan, juga kemampuan suami dan istri dalam menyesuaikan dinamika hubungan dengan kondisi tertentu, termasuk saat gaji istri lebih besar dari suami.
Pertimbangkan juga berdiskusi dengan financial planner untuk mendapatkan solusi paling tepat dalam menghadapi situasi ini.
BACA JUGA: Beban Mental yang Dialami Ayah Bekerja Selain Mikirin Gaji
Cover: Pexels