10 Cara Ampuh Balikin Semangat Anak SD Kembali Sekolah Setelah Libur Panjang

Educationdetail-thumb

Anak susah semangat kembali sekolah? Simak 10 cara bantu anak SD kembali beradaptasi setelah libur panjang. Dijamin ampuh, Moms!

Habis libur panjang kok rasanya anak mendadak jadi gampang cranky, susah bangun pagi, dan tiap dengar kata sekolah langsung manyun. Tenang, Mommies nggak sendirian. Transisi kembali sekolah setelah libur panjang memang bisa jadi fase yang cukup emosional buat anak, bahkan orang tua.

“Masalah bad mood anak untuk kembali ke sekolah setelah libur panjang, bisa dibilang cukup umum. Apakah bisa sampai serius, tergantung penanganan dari pihak orang tua dan sekolah ketika masalah ini muncul. Bisa memburuk apabila anak menjadi tidak mau sekolah dan muncul perilaku mogok sekolah yang berkelanjutan,” jelas Binky Paramitha. I, M. Psi, Psikolog Pendidikan. Namun dengan persiapan dan strategi yang tepat, masa transisi ini bisa dilalui lebih mulus, tanpa drama pagi hari yang bikin Mommies tarik napas panjang berkali-kali.

BACA JUGA: 10 Tipe Ayah Saat Mengurusi Urusan Sekolah Anak, Daddies Tipe yang Mana?

Kenapa Transisi Kembali Sekolah Setelah Libur Panjang Terasa Berat untuk Anak?

Foto: Freepik

“Bagi sebagian anak SD, transisi kembali sekolah terasa berat. Salah satu yang menjadi penyebab utama anak berubah mood adalah perubahan rutinitas. Bisa jadi yang biasanya ada rutinitas yang teratur, ketika libur menjadi bebas tanpa rutinitas dan tanpa aturan. Akibatnya anak menjadi overwhelmed dan kesulitan mengelola emosi mereka. Jadi, secara bertahap menyiapkan kembali rutinitas anak untuk kembali ke sekolah, menjadi penting,” jelas Psikolog Binky.

Psikolog Binky menyarankan agar orang tua bicara dengan anak terkait kondisi emosi yang mereka rasakan, memberikan validasi, dan ajak mereka melakukan aktivitas yang bisa meningkatkan motivasi dan semangat masuk sekolah, misalnya membuat agenda bersama, menyiapkan alat-alat sekolah yang seru-seru dan sebagainya.

Karena setiap hal di atas bisa menjadi sumber stres, wajar jika anak berusaha menghindarinya. Tergantung usia dan karakter, respons anak bisa bermacam-macam. Mulai dari menangis, tantrum, membantah, sampai berbohong, semua demi satu tujuan: tidak kembali ke sekolah dulu.

Di sinilah peran Mommies jadi sangat penting. Bukan untuk memaksa anak “cepat terbiasa”, tapi membantu mereka merasa aman dan siap kembali ke sekolah.

Pentingnya Mempersiapkan Anak SD Kembali Sekolah

Mempersiapkan anak agar semangat belajar lagi setelah libur panjang itu penting karena anak perlu persiapan untuk kembali pada rutinitas seperti bangun lebih pagi, berpisah lagi dengan keluarga (berkurang waktu berkumpul dengan keluarga), berkurangnya waktu bermain bebas.

Anak yang dipersiapkan dengan baik akan lebih mampu menghadapi tuntutan sekolah, seperti belajar mengikuti instruksi, mengelola waktu, dan bertanggung jawab terhadap tugasnya. Dukungan emosional dari orang tua juga berperan besar dalam membangun resiliensi, yaitu kemampuan anak untuk bangkit saat menghadapi kesulitan.

10 Cara Balikin Mood Anak SD Semangat Kembali ke Sekolah

Berikut ini 10 cara efektif untuk balikin mood dan semangat belajar anak SD kembali sekolah setelah libur panjang:

1. Dengarkan cerita dan perasaan anak

Langkah pertama yang sering dianggap sepele tapi sangat krusial adalah mendengarkan anak. Tanyakan bagaimana perasaan mereka soal kembali sekolah. Apakah senang, cemas, sedih, atau semuanya campur aduk.

Mendengarkan tanpa menghakimi membantu anak merasa dipahami dan divalidasi. Jelaskan juga bahwa wajar jika mereka merasa senang sekaligus gugup di waktu yang sama, bahkan guru pun bisa merasakan hal serupa.

2. Bangun rutinitas yang ramah sekolah

Anak SD sangat terbantu dengan rutinitas yang konsisten. Mommies bisa mulai membentuk kembali pola hari sekolah: jam bangun, makan, belajar, dan tidur yang mirip dengan hari aktif sekolah.

Rutinitas memberikan rasa aman dan prediktabilitas, sehingga anak lebih siap secara mental dan emosional.

3. Prioritaskan waktu tidur anak (dan orang tua!)

Tidur adalah fondasi utama kestabilan emosi. Kurang tidur membuat kita, termasuk anak, lebih sulit mengelola emosi dan stres.

Di dua minggu pertama kembali sekolah, usahakan semua anggota keluarga tidur lebih awal. Rencanakan malam hari dengan lebih santai, makan malam lebih cepat, dan minim distraksi sebelum tidur. Mood anak yang lebih stabil sering kali berawal dari tidur yang cukup.

4. Kurangi kalimat “Ayo Cepetan!”

Tanpa disadari, kata “cepat!” bisa mengubah aktivitas netral menjadi penuh tekanan. Jika tiap pagi anak selalu dikejar waktu, wajar kalau mood mereka langsung turun sebelum sampai sekolah.

Coba evaluasi ulang jadwal pagi. Apakah anak perlu bangun sedikit lebih awal? Apakah aktivitas bisa dipersiapkan malam sebelumnya? Rutinitas yang tidak tergesa-gesa membantu anak merasa lebih tenang dan kooperatif.

5. Jangan membandingkan atau menghakimi

Setiap anak punya kapasitas adaptasi yang berbeda. Ada yang langsung on, ada juga yang butuh waktu lebih lama.

Transisi itu sendiri sudah merupakan stresor, meski transisinya positif. Beberapa anak mungkin terlihat lebih sensitif, lebih rewel, atau tampak “mundur” secara emosional. Ini bukan tanda gagal, dan tidak berarti mereka akan kesulitan beradaptasi di masa depan.

Foto: Freepik

6. Ajak anak aktif bergerak

Aktivitas fisik terbukti meningkatkan mood, fokus, dan energi anak. Olahraga ringan seperti bersepeda, bermain bola, atau sekadar jalan sore bisa membantu anak melepaskan ketegangan setelah libur panjang.

Gerakan kecil juga bisa disisipkan di sela belajar, seperti stretching atau lompat-lompat sebentar. Tubuh yang aktif membantu otak lebih siap menerima rutinitas sekolah.

7. Kelola kecemasan kembali sekolah

Kecemasan kembali sekolah bisa muncul dalam bentuk sakit perut, sakit kepala, atau anak jadi lebih sensitif. Validasi perasaan mereka, lalu bantu dengan persiapan bertahap.

Mommies bisa mulai dengan mengajak anak bertemu teman sekolah sebelum hari pertama, membicarakan apa yang akan mereka hadapi, atau sekadar mengulas hal-hal menyenangkan di sekolah. Persiapan ini memberi rasa kontrol pada anak.

8. Kembalikan aktivitas akademik secara bertahap

Langsung masuk ke tugas berat setelah libur panjang bisa bikin anak kewalahan. Mulailah dengan aktivitas ringan dan menyenangkan seperti membaca buku favorit, main game edukatif, atau menulis cerita liburan.

Belajar tidak harus selalu terasa seperti “belajar”. Memasak bisa jadi pelajaran matematika, jalan-jalan bisa jadi diskusi sains atau geografi. Semangat belajar tumbuh dari rasa percaya diri, bukan tekanan.

9. Sisipkan brain break yang menyenangkan

Setelah lama libur, anak mungkin sulit fokus lama. Tambahkan brain break singkat seperti gerakan tubuh, latihan napas, atau permainan cepat.

Aktivitas seperti ini membantu anak reset dan kembali fokus tanpa merasa terbebani. Bahkan lima menit bisa membuat perbedaan besar.

10. Bersabar dan beri anak waktu

Penyesuaian tidak bisa instan sehingga dibutuhkan kesabaran selama masa transisi. Rayakan kemajuan kecil seperti bangun lebih cepat, mau berangkat sekolah tanpa drama, atau bercerita sepulang sekolah.

Menurut Psikolog Binky, nggak semua anak SD mengalami momen bad mood kembali ke sekolah setelah libur panjang. Mungkin cukup banyak yang butuh menyesuaikan kembali rutinitas bersekolah setelah lama berlibur, tetapi ketika anak pada dasarnya senang dengan sekolahnya, senang dengan kegiatan belajar dan bermain di sekolah, memiliki teman-teman dan guru yang menyenangkan, anak akan rindu dan ingin kembali bersekolah. Cukup banyak juga anak usia SD yang justru senang ketika kembali masuk sekolah karena bisa kembali bertemu teman dan guru mereka.

BACA JUGA: Jangan Asal Pilih, Ini 10 Tips Memilih Sekolah Swasta untuk Anak dari Psikolog

Cover: Freepik