Sorry, we couldn't find any article matching ''

Baru di Minggu Ini: Dua Suplemen Baru Blackmores hingga Ruang Main Baru untuk Anak di Playclub by Buumi
Ada yang seru di Baru di Minggu ini, mulai dari suplemen kecantikan terbaru Blackmores, kolaborasi Japfa Food Indonesia dengan Janice Tjen, sampai ruang main seru Playclub by Buumi.
Japfa Food Indonesia Gandeng Janice Tjen, Ajak Masyarakat Lebih Peduli Protein Hewani

Japfa Food Indonesia resmi berkolaborasi dengan petenis muda berprestasi Janice Tjen untuk mengajak masyarakat lebih sadar akan pentingnya protein hewani berkualitas. Kolaborasi yang diperkenalkan pada 2 Desember 2025 di Jakarta ini dikemas lewat acara bertajuk “The Champion’s Choice: Where Protein Meets Performance”, yang menyoroti peran nutrisi dalam mendukung performa, baik untuk atlet profesional maupun masyarakat dengan gaya hidup aktif.
Bagi Janice Tjen, nutrisi bukan sekadar pelengkap, tapi bagian penting dari keseharian. Ia mengungkapkan bahwa asupan protein hewani yang tepat sangat membantu menjaga daya tahan tubuh, terutama saat menjalani latihan intens dan masa pemulihan. Senada dengannya, aktor Dion Wiyoko yang juga hadir dalam acara tersebut berbagi pengalamannya menjaga keseimbangan antara olahraga dan nutrisi di tengah jadwal yang padat, bahwa protein berkualitas membantunya tetap bertenaga dan konsisten beraktivitas.
Lewat kolaborasi ini, Japfa Food Indonesia menegaskan komitmennya menyediakan sumber protein hewani berkualitas yang memenuhi standar ASUH (aman, sehat, utuh, dan halal). Tak hanya mendukung perjalanan atlet muda seperti Janice, Japfa juga ingin menginspirasi generasi muda dan keluarga Indonesia untuk lebih peduli pada pemenuhan nutrisi harian, karena gaya hidup sehat dan berprestasi selalu dimulai dari pilihan makanan yang tepat.
Blackmores Ajak Perempuan Indonesia Rawat Kulit dari Dalam Bersama Luna Maya & Cinta Laura

Blackmores Indonesia kembali mengingatkan bahwa kecantikan nggak cuma soal perawatan luar. Lewat kampanye ‘Healthy Beauty from Within’, Blackmores memperkenalkan dua suplemen kecantikan premium terbarunya, yaitu Ultimate Radiance Skin (URS) dan Ultimate Vibrant Skin (UVS), dalam acara yang digelar di Jakarta, 11 Desember 2025 lalu. Menggandeng Luna Maya dan Cinta Laura sebagai representasi produk, Blackmores ingin mengajak perempuan Indonesia lebih percaya diri dengan kulit sehat yang dirawat dari dalam.
Ultimate Radiance Skin yang diwakili Luna Maya diformulasikan dengan kolagen dan antioksidan untuk membantu menjaga elastisitas kulit serta mengurangi garis halus. Luna pun berbagi pandangannya bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap merawat diri dan merasa percaya diri. Sementara itu, Ultimate Vibrant Skin yang diwakili Cinta Laura mengandung glutathione tinggi untuk membantu mencerahkan dan meratakan warna kulit. Bagi Cinta, konsistensi, gaya hidup seimbang, dan nutrisi yang tepat adalah kunci agar tetap aktif dan nyaman dengan diri sendiri.
Lewat kolaborasi ini, Blackmores menekankan pentingnya nutrisi dalam mendukung kesehatan kulit yang terus beregenerasi setiap hari. Antioksidan, kolagen, dan glutathione berperan penting melindungi kulit dari paparan polusi dan sinar UV sekaligus membantu proses perbaikan alami kulit. Pesan yang ingin disampaikan pun sederhana, Mommies, bahwa perawatan kulit yang optimal dimulai dari apa yang kita berikan ke tubuh, karena kulit yang sehat dan glowing adalah hasil dari perhatian menyeluruh, dari dalam ke luar.
Playclub by Buumi, Ruang Main Seru untuk Anak Usia 5–12 Tahun di Tengah Era Digital

Mommies yang punya anak usia 5–12 tahun pasti familiar dengan dilema satu ini, yaitu anak sudah terlalu besar untuk playground balita, tapi belum tentu cocok dengan aktivitas remaja. Menjawab kebutuhan itu, Buumi menghadirkan Playclub by Buumi di Urban Forest, Cipete, sebuah ruang bermain khusus untuk anak in-between years yang menggabungkan aktivitas fisik, eksplorasi, dan interaksi sosial di tengah dunia digital yang makin mendominasi keseharian anak.
Playclub dirancang sebagai tempat bermain yang aman tapi tetap menantang, dengan area indoor dan outdoor seluas hampir 2.000 m². Mulai dari tema Under the Sea dan Sky – Up Up and Away, water play dengan kolam renang indoor hangat, hingga struktur aktif seperti Cliff Maze dan Hot Air Balloon, semua dibuat untuk mendorong anak bergerak, berpikir, dan berani mencoba hal baru. Pendekatan ini penting, mengingat anak usia 5–12 tahun membutuhkan aktivitas fisik dan sosialisasi langsung untuk membangun kepercayaan diri, resiliensi, dan kemampuan mengelola emosi, hal yang tidak bisa digantikan layar gadget.
Tak hanya jadi tempat bermain, Playclub by Buumi juga menawarkan program pengembangan seperti Super Climber dan Junior Interns yang membantu anak belajar mandiri, bekerja sama, dan mengenal peran sosial sejak dini. Bagi orang tua urban yang sibuk, Playclub hadir sebagai solusi ruang bermain berkualitas yang sulit diwujudkan di rumah. Lewat konsep ini, Buumi kembali menegaskan komitmennya bahwa setiap fase usia anak membutuhkan pendekatan berbeda, karena ruang bermain yang tepat adalah investasi penting untuk tumbuh kembang dan masa depan anak.
Collabit Luncurkan Pure Marine Collagen dari Tuna Lokal, Ajak Rawat Kecantikan dari Dalam

Collabit resmi memperkenalkan produk Pure Marine Collagen dan Oat Creamer lewat kampanye bertajuk SEA YOURSELF, sebuah ajakan untuk melihat kecantikan secara lebih utuh, bukan sekadar hasil instan. Terinspirasi dari kejernihan laut timur Indonesia, khususnya Bitung, Sulawesi Utara, Collabit ingin mengingatkan bahwa kulit sehat dan glowing dimulai dari apa yang kita berikan ke tubuh, sedikit demi sedikit, lewat rutinitas harian yang konsisten.
Produk kolagen ikan tuna ini diformulasikan untuk mendukung elastisitas kulit, membantu regenerasi sel, serta menjaga kesehatan rambut dan kuku. Yang menarik, kolagen Collabit berasal dari ikan tuna lokal yang diproses secara bertanggung jawab, bebas merkuri, tanpa pengawet, dan mudah diserap tubuh. Lewat dua produk perdananya, Collabit menawarkan perawatan dari dalam yang praktis dan mudah menyatu dengan gaya hidup aktif, tanpa ribet tapi tetap bermakna.
Tak hanya soal kecantikan, kampanye SEA YOURSELF juga membawa pesan keberlanjutan. Collabit bekerja sama dengan nelayan dan unit pengolahan ikan di Bitung untuk memanfaatkan sumber daya laut secara bijak, termasuk mengolah bagian ikan yang selama ini kurang dimaksimalkan. Bagi Mommies, ini jadi pengingat bahwa pilihan perawatan diri juga bisa berdampak baik, untuk tubuh, lingkungan, dan komunitas lokal, karena kecantikan sejati selalu berangkat dari keseimbangan antara diri dan alam.
Mulai dari Kelas Pop-Up sampai Playground, Play at SORA Dukung Eksplorasi Anak yang Aman dan Inklusif

Foto: Play at SORA
Mengusung tema “Wonderground Flowspace”, Play at SORA hadir sebagai ruang aman bagi Mommies untuk mendampingi si kecil belajar dan tumbuh melalui bermain. Di sini, tersedia beragam kelas pop-up interaktif serta indoor playground yang dirancang untuk anak usia 5 bulan hingga 8 tahun agar mereka dapat bereksplorasi secara bebas, sesuai tahap tumbuh kembangnya.
Nah, buat Mommies yang sudah nggak sabar menunggu, Play at SORA akhirnya melakukan Grand Opening pada Minggu, 14 Desember 2025 yang diisi dengan pengenalan area playground, open house, dan agenda utama berupa seminar edukatif untuk orang tua. Jadi, tempat ini sudah resmi dibuka!
Melalui agenda utamanya, dr. Ayudya Soemawinata selaku konselor laktasi membahas pentingnya mencegah GTM (Gerakan Tutup Mulut) sejak dini. Salah satu cara untuk mencegah hal tersebut bisa dengan melakukan sensory play sejak MPASI. Orang tua dapat membiarkan anak mengeksplorasi makanan melalui stimulasi sensori yang bisa dilakukan di rumah atau juga di Play at SORA yang menyediakan kelas-kelas sensori anak.
Play at SORA punya beragam kelas sensori, seperti menari dengan musik, art & craft, imaginative play, dan pretend play yang membantu mendukung tumbuh kembang anak. Area playground yang luas pun memberi ruang bagi anak untuk mengekspresikan diri dan bereksplorasi dengan bebas. Seperti awan di langit yang bergerak tanpa batas, Play at SORA berharap setiap anak dan orang tua dapat merasakan pengalaman bermain yang menyenangkan, bermakna, dan penuh kedekatan.
Penulis: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo
Nestlé Indonesia Rayakan 50 Tahun Dampingi Peternak Sapi Perah di Jawa Timur

Selama 50 tahun terakhir, Nestlé Indonesia berjalan berdampingan dengan peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur. Kemitraan yang dimulai sejak 1975 ini bukan sekadar hubungan bisnis, tapi berkembang menjadi kolaborasi jangka panjang yang fokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas susu segar, sekaligus kesejahteraan peternak. Dari awalnya hanya membeli 160 liter susu dari sebuah koperasi di Pujon, Malang, kini Nestlé bermitra dengan lebih dari 13.000 peternak dari 28 koperasi di Jawa Timur.
Yang menariknya, kemitraan ini terus beradaptasi dengan tantangan zaman. Nestlé Indonesia kini mendorong praktik pertanian berkelanjutan dan regeneratif, termasuk digitalisasi pos penampungan susu, penggunaan biogas, hingga penanaman ratusan ribu pohon untuk menjaga kesehatan tanah dan lingkungan. Upaya ini tidak hanya membantu peternak meningkatkan produktivitas, tapi juga memastikan susu segar yang sampai ke keluarga Indonesia tetap aman, berkualitas, dan diproduksi secara bertanggung jawab.
Buat Mommies, cerita ini bisa mengingatkan bahwa segelas susu yang dikonsumsi anak di rumah punya perjalanan panjang di baliknya. Ada kerja sama antara peternak, industri, dan pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus masa depan peternakan rakyat. Lewat peringatan 50 tahun ini, Nestlé Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh bersama para peternak—karena ketika komunitas lokal berkembang, keluarga Indonesia pun ikut merasakan manfaatnya.
Indonesia Hygiene Forum 2025: Waspadai Penyakit Gusi si Silent Killer yang Picu Dampak Serius

Foto: Indonesia Hygiene Forum 2025
Coba, kapan terakhir kali Mommies periksa kesehatan gigi dan gusi? Nah, biasanya masyarakat kita sudah rajin membersihkan gigi tapi abai dengan kesehatan gusi. Melalui Indonesia Hygiene Forum 2025, Unilever Indonesia dan Pepsodent berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait risiko penyakit gusi terhadap produktivitas dan kesehatan fisik secara menyeluruh.
Forum ini diadakan setelah melihat data dari program Cek Kesehatan Gratis oleh Kementerian Kesehatan RI. Menurut hasil CKG, masalah gigi dan gusi masuk 5 besar penyakit yang ditemukan pada seluruh rentang usia. Menurut WHO, Asia Tenggara (khususnya Indonesia dan Vietnam) adalah wilayah dengan prevalensi penyakit gusi parah (periodontitis) tertinggi di dunia dengan kasus baru mencapai 6,6 juta.
Apakah penyakit gusi bisa bercabang ke mana-mana? Ternyata bisa, loh, Mommies. Penyakit gusi bisa meningkatkan risiko penyakit tidak menular, seperti diabetes dan jantung. Bahkan, penyakit gusi juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan lainnya, seperti infeksi pernapasan dan komplikasi kehamilan. Singkat cerita, penjelasannya seperti ini: saat gusi bermasalah, pembuluh darah di plasenta menyempit sehingga nutrisi yang seharusnya diterima bayi menjadi berkurang atau kekurangan gizi. Akibatnya, bayi bisa lahir dengan BB di bawah normal.
Jika sudah mengalami masalah kesehatan bertubi-tubi akibat penyakit gusi, beban ekonominya pasti tidak ringan. Intinya, kita semua perlu sadar dan paham bahwa kesehatan gigi dan mulut sangatlah penting dan nggak bisa disepelekan. Jangan lupa untuk menyikat gigi 2x sehari sebelum tidur dan sesudah sarapan, ya.
Penulis: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo
RS Pondok Indah Group Edukasi Orang Tua soal Laparoskopi untuk Hernia Anak, Dinilai Lebih Unggul dari Operasi Terbuka

Foto: RS Pondok Indah Group
Hernia pada anak umumnya merupakan kondisi bawaan lahir akibat celah kecil di dinding perut yang belum menutup sempurna. Tonjolan ini sering terlihat saat anak menangis, batuk, atau mengejan, lalu mengempis ketika anak tenang. Meski kerap tampak sepele, hernia tidak boleh diabaikan karena berisiko menyebabkan organ terjepit jika tidak ditangani dengan tepat.
Jika anak sudah didiagnosis hernia, tidak ada hal lain selain melakukan operasi. Melalui acara “Media Discussion – Atasi Hernia Anak dengan Penanganan Cepat dan Masa Pemulihan Lebih Singkat” pada Kamis, 18 Desember 2025 yang diusung RS Pondok Indah Group, ada teknis operasi yang pemulihannya lebih singkat, yaitu laparoskopi.
Laparoskopi punya banyak keunggulan dibandingkan pembedahan terbuka. Laparoskopi adalah teknik operasi minimal invasif yang menjadi pilihan dalam penanganan hernia pada anak. Melalui sayatan yang sangat kecil, dokter dapat melihat kondisi di dalam tubuh anak secara lebih jelas sekaligus memperbaiki celah hernia. Metode ini membantu meminimalkan trauma jaringan, mengurangi nyeri pascaoperasi, serta mempercepat proses pemulihan—sehingga anak dapat kembali beraktivitas dengan lebih nyaman.
Melalui penjelasan dr. Karmile, Sp.BA., Dokter Spesialis Bedah Anak RS Pondok Indah – Pondok Indah yang memaparkan materi, operasi hernia anak terhitung aman dan risiko komplikasinya sangat rendah. Dengan demikian, metode laparoskopi untuk operasi hernia anak menjadi pilihan terbaik orang tua saat ini.
Penulis: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo
BACA JUGA: Tips Memilih Susu UHT Rendah Gula untuk Anak dan Rekomendasi Susunya!
Cover: Blackmores
Share Article


POPULAR ARTICLE




COMMENTS