banner-detik
LIFESTYLE

Rekomendasi Aktivitas Alam untuk Mengisi Liburan Akhir Tahun Bareng Anak

author

Mommies Daily12 Dec 2025

Rekomendasi Aktivitas Alam untuk Mengisi Liburan Akhir Tahun Bareng Anak

Ingin liburan yang ramah anak dan dekat dengan alam? Temukan rekomendasi aktivitas outdoor seru dan mudah dilakukan selama liburan panjang.

Sebagai keluarga yang lahir dan tumbuh di kota, berdekatan dengan alam merupakan suatu kemewahan. Tidak sedikit keluarga yang bahkan tidak melihat “hijau-hijau” sama sekali dalam kegiatan sehari-hari. Padahal sebagai manusia, kita adalah bagian dari alam itu sendiri. Maka tidak heran jika sesekali muncul rasa rindu pada pantai, pegunungan, hutan, atau sekadar ingin melihat bunga-bunga cantik. Itu bukan sekadar ingin liburan—melainkan kebutuhan dasar manusia untuk kembali terhubung dengan alam.

Mumpung sedang liburan panjang, ini saat yang tepat untuk memulai kegiatan yang berdekatan dengan alam. Jika dilakukan secara rutin, kedekatan ini bukan lagi sekadar “healing sementara”, tetapi membantu anak (dan orang tua juga) menumbuhkan empati terhadap lingkungan serta kesadaran bahwa manusia dan alam hidup berdampingan.

Karena itu, jangan lewatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan alam sebanyak mungkin liburan kali ini ya. Di bawah ini adalah rangkuman aktivitas alam yang bisa Mommies dan Daddies lakukan bersama anak selama liburan panjang akhir tahun.

BACA JUGA: Rekomendasi Kegiatan untuk Anak di Libur Akhir Tahun, Termasuk Holiday Camp

Rekomendasi Aktivitas Alam di Akhir Tahun

1. Forest atau Park Hopping

Inilah aktivitas paling sederhana untuk memulai kedekatan dengan alam: berjalan-jalan di taman, kebun, atau hutan kota. Kegiatan ini jika konsisten dilakukan selama setiap hari liburan, dapat menjadi kebiasaan positif baru bagi keluarga. Buat daftar lokasi yang ingin dikunjungi, mulai dari area hijau di kota tempat tinggal hingga beberapa tempat di luar kota yang bisa disesuaikan dengan rencana liburan keluarga.

Jika sudah terbiasa berjalan jauh/lama, Mommies dan Daddies bisa mulai mencoba trekking dengan medan yang lebih dinamis dan durasi yang sedikit lebih panjang. Anak-anak biasanya sangat senang dengan jalur yang naik-turun atau melewati jembatan kayu kecil.

Rekomendasi:

  • Jakarta: Hutan Kota GBK, Suropati, dan Tebet Eco Park
  • Bandung: Babakan Siliwangi dan Taman Hutan Raya Ir H Djuanda
  • Bogor: Kebun Raya Bogor

2. Camping

Ayo coba “the real camping”, bukan glamping. Kegiatan klasik ini setidaknya wajib dicoba minimal sekali dalam hidup keluarga. Rasanya berbeda ketika kita memasang tenda sendiri, tidur dengan udara segar, dan mencium aroma tanah, bebatuan, dan rumput. Saat hujan, suara rintik di atas tenda terdengar seperti speaker premium—pengalaman yang jarang ditemui di kota.

Camping membantu anak belajar kemandirian, kerja sama, dan menghargai kenyamanan yang mereka punya di rumah. Sementara bagi orang tua, ini adalah cara mereset tubuh dan pikiran. Kalau mau simpel dapat dimulai di area rumah dahulu seperti di pekarangan atau kebun. Tapi kalau mau langsung menikmati di bentang alam yang luas, coba cek rekomendasi di bawah ini ya.

Rekomendasi:

  • Bogor: HeHa Waterfall dan Adeka Campsite
  • Bandung: Ranca Upas Bandung

Sumber foto : Katalog Heha Waterfall dan Adeka Campsite

3. Paddling

Aktivitas alam yang seru dan masih sangat terjangkau dari Jakarta. Setelah berperahu mengelilingi hutan mangrove, anak-anak bisa mencoba paddling di area aman yang sudah disediakan dan tentu saja ada pemandunya.

Sambil menikmati ketenangan hutan mangrove, orang tua bisa menjelaskan betapa pentingnya ekosistem ini bagi bumi, mulai dari mencegah abrasi hingga menjadi habitat berbagai satwa. Jadi selain fun, ada nilai edukatifnya.

Rekomendasi:

Sumber foto : Instagram @TWA_Mangrove

4. Menanam Tanaman

Ini adalah aktivitas alam yang sederhana tapi penuh makna. Setiap anak diberi kebebasan memilih tanaman apa yang ingin mereka tanam. Mereka bisa riset kecil mengenai tanaman yang mereka pilih, apakah itu bunga, sayuran atau buah. Juga riset mengenai bagaimana menanamnya dengan baik dan benar, beda jenis tanaman, beda perlakuan. Setelah itu mereka diberi tanggung jawab untuk merawat dan menyiram, serta mengawasi pertumbuhan tanamannya.

Proses itu tak hanya melatih rasa sabar karena durasinya cukup singkat, tetapi juga melatih tanggung jawab, empati, dan kedekatan dengan alam. Akan ada rasa bangga saat melihat tanamannya tumbuh, ini akan menumbuhkan percaya diri karena adanya pencapaian berhasil membuahkan sesuatu. Namun kalau dalam perjalanannya gagal, ini juga kesempatan melatih anak me-review kembali apa saja yang sudah dilakukan dan solusinya apa supaya ke depan saat mencoba lagi dapat lebih baik.

Jika ingin memperluas wawasan anak tentang metode berkebun di kota, ajak mereka melihat vertical farm. Seru juga melihat tanaman ditanam vertikal di ketinggian 18 meter (tertinggi di Indonesia lho!).

Rekomendasi:

  • Jakarta: Ladang Farm

5. Farm to Table Experience

Nah, melanjutkan no 4 menanam tanaman, kalau sudah berhasil memiliki beberapa tanaman atau untuk Mommies yang sudah punya kebun kecil, kegiatan farm-to-table sangat menyenangkan: memanen apa saja yang sudah ditanam, lalu memasaknya langsung, dan menghidangkan di meja makan. Lebih seru lagi kalau pas liburan kegiatan masak memasaknya di outdoor, jadi benar-benar ada experience memetik lalu langsung mengolahnya. Anak jadi menyadari bahwa suatu makanan membutuhkan proses yang cukup panjang mulai dari menanam sampai dihidangkan di meja makan, sehingga menumbuhkan kesadaran untuk mengapresiasi makanan lebih baik dan mengenal keanekaragaman sumber makanan lokal.

Jika belum dapat dipraktikkan di rumah, keluarga dapat mengalami langsung memanen di berbagai banyak tempat wisata petik sayur yang menyediakan aktivitas panen. Atau, mencoba restoran yang mengusung konsep farm to table, di mana dapat melihat langsung area kebunnya dan menikmati dengan fresh bagaimana tanaman-tanaman tersebut dapat diolah menjadi berbagai masakan.

Rekomendasi:

  • Bogor: Tansu Parung Plantation (farm to table), Kuntum Farmfield & Masada Village (memetik sayur)
  • Bekasi: Seniman Pangan – Cafe Seniman Panga

Sumber foto : Instagram @tansugrup

6. Menjadi “Researcher” Cilik: Alam sebagai Laboratorium

Anak-anak kita yang rasa penasarannya tinggi ini dapat diasah kemampuan menganalisisnya dengan mengajak menjelajahi alam lalu mencari tahu apa kandungan di dalam setiap objeknya. Anak-anak bisa diajak mengambil sampel air sungai, embun dari daun, atau tanah lembap, kemudian melihatnya di bawah mikroskop mini. Kegiatan ini menyenangkan sekaligus mengajarkan sains dengan cara yang sangat alami dan membumi.

7. Family Cycling

Bersepeda sambil menghirup udara segar membuat anak lebih aktif dan berani menjelajahi lingkungan. Ini kegiatan rutin yang dapat dimulai kebiasaannya saat liburan. Pagi hari waktu yang tepat saat udara masih segar. Saat bersepeda, anak akan terbiasa melihat pemandangan sekitarnya, pastikan untuk berhenti di titik-titik di mana bisa mengambil foto sebagai pengingat dan motivasi untuk tetap melakukan kegiatan ini.

Pilih jalur yang aman untuk anak. Mulailah dari sekitar kompleks perumahan, atau apabila mau jarak tempuh yang jauh dan dinamis bisa memilih area rekomendasi di bawah. Bisa dibuat goal kecil untuk awalnya bisa menempuh suatu jarak tertentu dan target jangka panjang dalam 3 bulan ke depan. Hal seperti ini merupakan penghargaan diri anak apabila mereka dapat menempuh jarak yang sudah ditargetkan.

Rekomendasi:

  • Depok: Kampus UI
  • Jakarta: Eco Park Ancol dan Taman Mini Indonesia Indah

8. Recomendasi Staycation di Eco Hotel/Stay

Jika ingin liburan tanpa banyak berpindah, menginap eco hotel atau penginapan bisa menjadi pilihan. Penginapan ini biasanya menerapkan bagaimana hidup berkelanjutan ideal yang dapat kita terapkan sehari-hari. Misalnya, tidak ada lagi botol plastik, tetapi terdapat botol kaca dan menyediakan refill station di setiap lantainya, atau tidak menyarankan mengganti sprei/bantal/selimut setiap hari apabila masih bersih dan layak untuk mengurangi penggunaan air berlebihan. Dan penginapan ini biasanya terintegrasi dengan tempat daur ulang, kebun, peternakan kecil, atau area hijau yang luas sehingga ideal untuk anak mengenal dan belajar lebih dekat dengan alam.

Rekomendasi:

  • Yogyakarta: Greenhost Boutique Hotel
  • Bali: Munduk Moding Plantation

BACA JUGA: Anak Alami Post-Holiday Blues? Begini Cara Ampuh Mengatasinya!

Ditulis oleh: Saskia Elizabeth

Share Article

author

Mommies Daily

-


COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan