Sorry, we couldn't find any article matching ''

Suami Wajib Tahu! 8 Kebiasaan Kecil Suami yang Menyebalkan dan Bikin Istri Kesal
Tanpa disadari, ada kebiasaan kecil suami yang bisa bikin istri jengkel, bahkan merasa tidak dihargai. Cek 8 kebiasaan ini agar hubungan tetap harmonis.
Daddies mungkin berpikir pernikahan kamu sempurna. Mungkin benar orang-orang terdekat meyakini pernikahan Daddies termasuk kategori couple goals. namun bukan berarti Daddies nggak pernah jadi penyebab urat-urat di leher istri menegang, kerutan dan ubannya bertambah, plus bikin istri kena serangan migrain seminggu sekali. Malahan, bisa jadi tanpa disadari, Daddies justru menjadi sumber kekesalannya selama ini.
Coba diingat-ingat, mungkin Daddies hobi nggunting kuku di atas tempat tidur, membuang sampah basah di tempat sampah kering (dan sebaliknya), atau lupa memasukkan kaus kaki kotor ke dalam mesin cuci setelah olahraga padel.
Tunggu, apa itu berarti Daddies adalah suami yang gagal? Enggak juga. Semua ketidaksempurnaan itu hanya menunjukkan bahwa Daddies bukan manusia sempurna. Justru jika dua orang hidup bersama dalam jangka waktu tertentu dan mengaku tidak saling mengganggu dan terganggu, fix mereka berbohong.
Namun, bukan berarti kebiasaan-kebiasaan kecil tapi menyebalkan yang Daddies lakukan bebas dilanjutkan dengan harapan istri lama-lama terbiasa dan nrimo. Menurut konselor pernikahan Sonya Schwartz, pria sering kali tidak sadar bahwa kebiasaan kecil mereka bisa memicu konflik dan kesalahpahaman dalam rumah tangga.
BACA JUGA: Istri Lagi Marah? Ini 20 Hal yang Sebenarnya Ingin Ia Suami Lakukan
8 Kebiasaan Kecil Suami yang Menyebalkan dan Bikin Istri Kesal
Sebelum kebiasaan menyebalkan Daddies berubah jadi sumber pertengkaran besar, mari kita lihat delapan tanda umum yang membuat Daddies dicap sebagai suami menyebalkan di mata istri.
Foto: Freepik
1. Bertanya di mana sesuatu berada tanpa mencarinya dulu
Istri Daddies bukan detektif pribadi. Jika Daddies kehilangan kaus favorit dan belum mencoba membuka lemari, lalu langsung bertanya, itu bisa membuat istri merasa Daddies malas, manja, dan tidak peduli dengan kondisinya yang mungkin sedang lelah dan repot. Menurut psikolog Marielisa Reyes, perilaku seperti ini menunjukkan minimnya dukungan dan empati dalam hubungan. Cobalah cari dulu sebelum bertanya, sebab itu menunjukkan respek dan kemandirian.
2. Meninggalkan handuk basah dan pakaian kotor sembarangan
Kebiasaan suami yang ini mungkin terlihat sepele, tetapi bisa sangat mengganggu. Rumah bukan hotel, dan istri Daddies bukan petugas kebersihan. Jika Daddies terus meninggalkan jejak cucian kotor di seluruh rumah, itu bisa membuat istri merasa tidak dihargai. Perlahan tapi pasti kebiasaan ini adalah salah satu pemicu utama pertengkaran kecil yang jika dibiarkan menumpuk bakal jadi masalah besar.
3. Menolak bertanya arah saat tersesat
Pria sering kali keras kepala soal arah. Bahkan ketika sudah jelas-jelas tersesat, mereka tetap ngotot mencari jalan sendiri. Ini bukan soal ego, tetapi soal komunikasi dan kerja sama. Konyolnya lagi, ketika akhirnya bertemu dengan orang lokal, dia tetap nggak akan turun dari kendaraanya. Siapa yang ketempuhan? Tentu saja istri.
Jika Daddies membiarkan istri yang akhirnya harus bertanya pada orang asing, itu bisa membuatnya merasa Daddies tidak mau berbagi tanggung jawab. Psikoterapis Amy Lewis Bear menyebut perilaku seperti ini sebagai bentuk kompromi yang tidak sehat.
4. Lupa ulang tahun, hari jadi, atau tanggal penting lainnya
Iya, sih, lupa hari lahir kita atau pasangan, nggak akan membuat bumi berhenti berputar. Bahkan menurut survei tahun 2023, 82% orang pernah lupa hari jadi mereka. Namun beda, ya, jika Daddies terus-menerus lupa. Itu bisa membuat istri merasa tidak dihargai dan dirinya nggak penting buat Daddies. Anggaplah tanggal-tanggal penting adalah simbol komitmen dan perhatian dari Daddies, sama pentingnya dengan tanggal dan jam Daddies harus meeting dengan klien kelas kakap. Ketika Daddies selalu lupa, Daddies seolah menyampaikan pesan “Aku tidak peduli, kamu nggak penting.” Dan itu dapat berdampak serius pada hubungan kalian.
Foto: Freepik
5. Abai dengan penampilan
Menikah bukan berarti Daddies bisa tampil semaunya tanpa memikirkan perasaan istri. Daddies nggak perlu oplas jadi setampan Henry Cavill, selalu semerbak wangi seperti di dalam toko parfum, tapi jika Daddies mulai nyaman pakai kaos bolong-bolong keluar rumah, malas bercukur, atau bahkan tidak peduli dengan kebersihan diri, istri bisa patah hati dan kecewa. Apalagi jika Daddies tahu seberapa keras usaha istri menjaga dan merawat tubuhnya supaya Daddies bisa bangga nggandeng dia kemana-mana. Seberapa lama pun kalian sudah menikah, istri tetap ingin melihat suaminya sebagai pria yang menarik.
6. Mengutamakan hobi dibanding pasangan
Jika semua waktu luang Daddies dihabiskan untuk main game, nonton bola, atau nongkrong dengan teman, istri bisa merasa diabaikan. Suami yang terus-menerus memprioritaskan hobi dan teman di atas pasangan mereka menunjukkan tanda-tanda tidak peduli terhadap hubungan dan pernikahan mereka. Keseimbangan antara waktu pribadi dan waktu bersama sangat penting untuk menjaga keintiman di antara suami istri.
7. Hanya pura-pura mendengarkan
Mendengarkan bukan sekadar mengangguk-anggukkan kepala, tetapi paham isi cerita teman bicara kita. Ketika Daddies hanya berpura-pura mendengarkan, istri akan merasa tidak dianggap. Studi tahun 2023 menunjukkan bahwa perasaan “didengar” adalah prediktor utama keterbukaan dalam komunikasi pasangan, terutama saat terjadi konflik. Jadi, jika Daddies ingin hubungan yang sehat dan istri yang bahagia, dengarkan dengan sungguh-sungguh. Atau jujur saja kepada istri kalau Daddies sulit memahami karena sedang sulit fokus. Daddies bisa minta istri mengulang kembali ceritanya atau minta waktu untuk rehat sebentar supaya nanti bisa lebih fokus saat istri curhat.
8. Masih sibuk dengan ponsel saat sudah di tempat tidur
Waktu sebelum tidur seharusnya jadi momen bermanja-manja, saling berbagi cerita, dan waktunya reflektif bersama pasangan. Namung jika Daddies malah sibuk scroll media sosial, maka Daddies melewatkan kesempatan untuk membangun koneksi emosional. Penelitian yang dilakukan oleh Contemporary Family Therapy menunjukkan bahwa pasangan yang meluangkan waktu bersama memiliki komunikasi yang lebih konstruktif dan kedekatan yang lebih tinggi.
Menyebalkan Bukan Berarti Daddies Gagal Menjadi Suami
Menjadi suami yang menyebalkan bukan berarti Daddies gagal sebagai pasangan. Namun jika kebiasaan-kebiasaan ini dibiarkan, itu bisa merusak hubungan secara perlahan. Kuncinya adalah kesadaran dan kemauan untuk berubah. Seperti yang dikatakan konselor pernikahan Sonya Schwartz, “Kebiasaan menyebalkan tidak selalu bisa diubah, tetapi bisa dikelola dengan komunikasi dan empati”.
Jadi, jika Daddies merasa ada satu atau dua atau bahkan semua poin di atas mirip dengan kisah Daddies, jangan panik. Berusahalah melakukan perubahan. Tanyakan kepada istri, mana yang paling mengganggu dan mulai lakukan perubahan dari yang sulit itu. Pada akhirnya, pernikahan bukan soal siapa yang paling benar, tapi siapa yang paling mau berusaha.
BACA JUGA: Para Istri Catat: Ini 15 Hal yang Suami ingin Istri Lakukan Kalau Suami Lagi Marah
Cover: Freepik
Share Article


POPULAR ARTICLE


COMMENTS