UNESCO Ingin Kembali Terapkan Larangan Pakai Ponsel di Sekolah, Mommies Setuju?

Education

Katharina Menge・30 Jul 2023

detail-thumb

Di zaman yang dikuasai oleh teknologi, UNESCO justru ingin sekolah menerapkan larangan pakai ponsel di sekolah. Ini alasannya!

Semakin berkembangnya zaman dan teknologi berpengaruh pada penggunaan gadget dan ponsel dalam aktivitas sehari=hari, termasuk dalam aktivtas belajar mengajar di sekolah. Kalau zaman dulu para siswa dilarang membawa ponsel ke sekolah, kini itu jadi hal yang lumrah.

Sayangnya, hasil Laporan Pemantauan Pendidikan Global 2023 UNESCO yang berjudul Technology in education: A tool on whose terms? memberikan hasil yang berbeda, yang kemudian membuat organisasi Internasional yang bergerak pada bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan ini mengambil satu keputusan penting, yaitu kembali menganjurkan larangan pakai ponsel di sekolah.

BACA JUGA: MD Ask the Expert: Kecanduan Gadget pada Anak, Ciri hingga Cara Atasi

Dalam laporan tersebut terlihat fakta bahwa penggunaan HP di sekolah sudah terbukti mengganggu jalannya proses belajar anak. Penggunaan ponsel dan komputer saat belajar berisiko membuat para siswa malah melakukan kegiatan yang justru tidak ada hubungan dengan pembelajaran, seperti chat hingga bermain game. Padahal dibutuhkan waktu 20 menit bagi para siswa untuk bisa kembali fokus ke proses pembelajaran di sekolah.

UNESCO pun akhirnya mengimbau negara-negara di dunia untuk melarang penggunaan teknologi yang dirasa kurang menunjang pendidikan, seperti komputer dan handphone. Sayangnya, negara di dunia yang melarang penggunaannya kedua peralatan tersebut sekolah masih kurang dari seperempat.

Hasil laporan tersebut juga membuat UNESCO menyoroti kurangnya pengaturan dan regulasi yang sesuai terkait penggunaan teknologi dalam pendidikan. Itu karena penggunaan teknologi dirasakan sudah sangat menggantikan interaksi manusia, terlebih dalam aktivitas siswa di sekolah.

Penggunaan tekonologi dalam pembelajaran itu baik, tetapi UNESCO juga menemukan bukti bahwa manfaat pembelajaran tersebut akan hilang jika teknologi digunakan secara berlebihan. Teknologi seharusnya digunakan untuk mendukung tujuan bersama pendidikan yang berkualitas untuk semua pihak, diawali dengan adanya kehadiran guru yang berkualifikasi untuk menunjang pembelajaran dengan menggunakan teknologi tersebut.

Audrey Azoulay, Direktur Jenderal UNESCO, menjelaskan bahwa penggunaan teknologi dalam pendidikan harus terus diperhatikan. “Revolusi digital memiliki potensi yang tak terukur. Namun, sama seperti peringatan yang telah disuarakan tentang bagaimana hal itu harus diatur dalam masyarakat, perhatian yang sama harus diberikan pada cara penggunaannya dalam pendidikan.”

“Penggunaannya harus untuk meningkatkan pengalaman belajar dan kesejahteraan siswa dan guru, bukan untuk merugikan mereka. Utamakan kebutuhan siswa terlebih dahulu dan dukung guru. Koneksi online bukanlah pengganti interaksi manusia,” tambahnya dalam rilis yang dikeluarkan UNESCO.

Untuk itu, dalam laporan tersebut ada empat pertanyaan yang harus dipertimbangkan pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan pendidikan ketika teknologi diterapkan untuk menunjang pembelajaran di sekolah.

Untuk melihat fakta selanjutnya tentang keputusan imauan UNESCO, klik halaman selanjutnya!

BACA JUGA: Kecanduan Gadget Pasti Bikin Anak Kurang Empati, Ini Fakta!

Cover: Freepik