banner-detik
SEX & RELATIONSHIP

Topik yang Biasa Jadi Bahan Obrolan Para Pasangan Bahagia

author

Katharina Menge12 Jan 2023

Topik yang Biasa Jadi Bahan Obrolan Para Pasangan Bahagia

Pasangan bahagia ternyata selalu membicarakan deretan hal-hal berikut ini. Mommies dan Daddies juga bisa meniru mereka, lho!

Menjadi pasangan yang bahagia memang harus dibarengi dengan usaha, salah satunya dengan mengobrol. Sayangnya, ada banyak pasangan yang sulit untuk menyisihkan momen buat sekadar ngobrol. Kendalanya soal waktu sampai nggak tau mau ngomongin apa. Boro-boro cerita dari hati ke hati, bicara soal cuaca yang lagi nggak bersahabat seperti sekarang atau macet di jalan aja susahnya bukan main.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Psychological Science mengklaim bahwa orang-orang lebih bahagia ketika mereka menghabiskan lebih banyak waktu membahas topik yang ngena di hati daripada sekadar ngobrol nggak tentu arah. Mengapa? Karena ngobrol sama pasangan tentang perasaan dan hal-hal yang penting buat masing-masing bukanlah aktivitas buang-buang waktu. Anda sedang memperkuat kembali lem yang selama ini merekatkan cinta Anda berdua

Penelitian yang tadi kita singgung di atas merekam dan menganalisis percakapan tujuh puluh sembilan mahasiswa dengan topik percakapan yang berbeda-beda seperti makanan, cuaca, filsafat, pendidikan, atau agama.

Subjek yang melaporkan jumlah kepuasan terbesar hanya menghabiskan 10 persen dari percakapan mereka untuk obrolan basa-basi dan selebihnya untuk bicara tentang perasaan, sementara 28,3 persen subjek mengaku tidak bahagia karena meghabiskan waktu untuk pembicaraan yang dangkal.

Memang, para peneliti belum menyimpulkan apakah orang bahagia karena mereka dapat melakukan deep talk atau apakah mereka bisa melakukan deep talk karena mereka bahagia. Yang manapun itu, Anda pasti bisa mulai berpikir tentang betapa pentingnya percakapan yang real dalam sebuah hubungan.

Mommies tahu salah satu keuntungan menjalin hubungan berkomitmen seperti penikahan? Kesanggupan dan tersedianya waktu untuk mendiskusikan topik yang mungkin Anda hindari selama tahap awal pacaran. Please, jangan ngeles bawa-bawa sibuk dan jadwal yang padat. Anda wajib menyisihkan (bukan menyisakan) waktu untuk bisa ngobrol berdua.

BACA JUGA: Memahami Coupling Beserta Tips Pernikahan Romantis dan Bahagia

Topik Obrolan Pasangan Bahagia

Jadi, ini dia 9 topik obrolan pasangan bahagia yang bisa jadi inspirasi pasangan lainnya di luar sana.

1. Saat-saat memalukan

Jika Anda tidak dapat berbagi cerita konyol atau malu-maluin yang terjadi zaman SMA dulu dengan pasangan Anda, kepada siapa lagi Anda dapat menceritakannya? Dulu waktu masih awal banget pacaran mungkin cerita ini Anda tahan-tahan, tapi setelah sekian lama Anda nggak perlu sibuk jaim dong.

Jangan takut untuk memulai pembicaraan jika Anda belum pernah melakukannya dan tertawalah bersama.

2. Perbedaan pandangan politik

Bagaimana perasaan Anda tentang pemilu berikutnya atau undang-undang baru yang disahkan? Anda tidak harus saling setuju alias bisa bersepakat untuk tidak sepakat. Hubungan yang baik memungkinkan kedua belah pihak untuk mendiskusikan filosofi hidup mereka sendiri tanpa wajib menerima sudut pandang yang berlawanan secara pribadi.

3. Rasa takut dan perasaan tidak aman

Yang kami maksud dengan ketakutan bukanlah fobia Anda terhadap ketinggian atau laba-laba. Kita bicara tentang hal-hal yang membuat uban Anda bertambah setiap harinya yaitu perasaan khawatir terhadap banyak hal. Apa yang bikin Anda khawatir? Apa hal yang ingin Anda perbaiki dalam diri Anda? Apa rahasia masa lalu Anda? Yang terjadi bisa 2 hal: Anda dihakimi atau dipahami. Namun pasangan yang saling mencintai dengan cara yang sehat pasti akan saling menguatkan dan menjaga.

4. Masa kecil

Tanyakan pasangan Anda seperti apa dia saat kecil. Apakah dia gampang berteman? Jenis permainan apa yang dia suka mainkan? Apa dia pernah punya masalah di sekolah? Kenangan masa kecil menjadi percakapan yang menyenangkan, tetapi juga dapat memberikan wawasan tentang bagaimana pasangan Anda dibentuk dan menjadi seseorang yang Anda cintai seperti sekarang ini.

5. Kisah cinta di masa lalu

Ini topik yang lumayan sensitif, ya. Dibutuhkan kebesaran hati karena tidak ada satu pun manusia yang mau mendengar cinta sejati mereka ‘berdendang’ tentang mantan-mantannya. Tentu saja, ada perbedaan antara merindukan (atau menyesali) masa lalu dan sekadar mengakui apa yang telah terjadi.

Tapi membicarakan topik yang satu ini justru akan melatih kejujuran dan memperkuat rasa saling percaya. Anda berdua bisa belajar dari kegagalan-kegagalan hubungan di masa lalu dan tidak mengulanginya tanpa membanding-bandingkan pasangan Anda saat ini dengan si cinta lama.

6. Ikatan keluarga

Mengetahui pengasuhan dan hubungan seseorang dengan orang tuanya (atau saudara kandung) sangat penting untuk memahami sikapnya saat ini terhadap keluarga. Jika Anda bahkan berencana memiliki masa depan dengan orang ini, ada baiknya untuk menanyakan seberapa baik hubungannya dengan keluarganya.

Mengapa dia membenci ibunya? Mengapa dia lebih dekat dengan saudara perempuannya daripada saudara laki-lakinya? Seberapa baik dia bisa mengatasi para tante yang biasanya ceriwis?

7. Peristiwa-peristiwa saat ini

Di era informasi yang membludak, hampir tidak mungkin untuk selalu mengetahui segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita. Nah, di sinilah kerja tim berperan: tanyakan pasangan Anda tentang minatnya di bidang ekonomi, politik, sosial, dunia hiburan, dan lihat apakah Anda dapat mengenal dia lebih baik lagi.

8. Acara TV dan film

Dibandingkan dengan politik dan ketakutan pribadi, ngobrolin kisah di dunia hiburan mungkin keliatan dangkal, tetapi dalam studi Psychological Science, seorang peneliti, Dr. Mehl sebenarnya mengklasifikasikan diskusi tentang film dalam kategori “dalam”, karena orang akan berfokus pada motivasi si karakter dan plot daripada tentang bodi seksi si aktor atau aktris.

9. Masa depan

Kami bukan menyarankan Anda harus menekan pasangan untuk buru-buru melamar Anda atau rencana nambah anak, tetapi Anda berdua harus mengetahui impian, tujuan, dan aspirasi masing-masing.

Apa yang mendorongnya untuk berkarier? Apa yang mendorongnya untuk berhasil? Apa rencananya dalam lima tahun ke depan? Seseorang yang ingin bertumbuh, tidak takut akan hal yang belum pasti, dan berani berjuang, layak mendapatkan Anda.

Jadi, bangunlah hubungan yang kuat dan sehat dengan rajin ngobrolin banyak hal.

BACA JUGA: Kunci Hidup Bahagia: Hubungan yang Berkualitas

Cover: Freepik

Share Article

author

Katharina Menge

-


COMMENTS