6 Hal yang Membuat Perempuan Tidak Pede dengan Vagina Mereka

Self

Fannya Gita Alamanda・30 Dec 2022

detail-thumb

Tidak pede dengan vagina ternyata cukup banyak dialami oleh perempuan. Biasanya apa saja yang membuat rasa tidak percaya diri ini muncul? Berikut alasannya.

Selain pertanyaan soal bentuk vagina, ada lagi hal lainnya yang bikin perempuan sering khawatir berlebihan misalnya aroma vagina, warna dan lain-lain. Okay, let’s find out, Mommies!

Baca juga: 6 Ciri Vagina yang Sehat, Perempuan Harus Tahu!

6 hal yang membuat perempuan tidak pede dengan vagina mereka

1. Aroma vagina

Ada momen ketika seberapa baik pun Anda telah membersihkan diri saat mandi (termasuk area vagina), Anda tetap merasa nggak siap diajak bercinta karena tidak pede dengan aroma vagina. Jangan keburu minder jika aroma vagina tidak harum karena memang begitulah seharusnya, kata para ginekolog.

Aroma vagina bisa berubah karena berbagai alasan, salah satunya adalah seks. Air mani memiliki tingkat PH yang berbeda – skala untuk mengukur keasaman dan kebasaan – dari vagina. Cairan tersebut dapat menyebabkan “pertumbuhan berlebih dari organisme yang lebih unik, yang dapat mengubah aroma vagina,” kata Dr. Mary Minkin, seorang profesor klinis di departemen kebidanan, ginekologi, dan ilmu reproduksi di Fakultas Kedokteran Universitas Yale.

Jika vagina berbau amis, kemungkinan Anda mengalami infeksi lain. Bau ini bisa disebabkan oleh pertumbuhan berlebih dari bakteri jahat, atau dikenal sebagai vaginosis bakteri.

2. Apakah bentuk vagina normal?

Faktanya adalah bahkan perempuan yang memiliki pemahaman baik bahwa bentuk vagina, klitoris, bibir vagina, dan lubangnya bisa sangat beragam dan berbeda-beda pada setiap perempuan, tetap ingin tahu apakah pasangannya menyukai bentuk vaginanya atau minimal tidak menunjukkan respon negatif apa pun.

Baca juga: Kenali Perubahan Bentuk Vagina di Usia 20, 30 dan 40 Tahun

3. Otot vagina akan kehilangan elastisitasnya

membersihkan vagina

Seiring berjalannya waktu, bertambahnya usia, kelahiran anak, gaya hidup, dan beragam faktor lainnya membuat perempuan kesulitan mempertahankan otot-otot vagina tetap kencang. Masalah ini bisa diantisipasi dengan rutin melakukan latihan kegel setiap hari, setiap saat, dan di mana pun.

4. Kenapa sering ada noda cairan di celana dalam

Semua perempuan mengalami hal itu. Vagina ibarat kapal yang bekerja dengan cukup keras. Ia harus menyeimbangkan ekosistem bakteri baik yang membuat kehidupan di dalam vagina sehat dan bahagia. Ini melibatkan pemeliharaan pH optimal 4,5 dan sistem pembersihan diri yang sangat canggih, yang dilakukan oleh sekresi alami, yaitu mengeluarkan cairan yang disebut keputihan.

Keputihan dapat berubah warna sepanjang siklus menstruasi tetapi biasanya berwarna putih atau tidak berwarna dan tidak berbau. Jika terjadi perubahan drastis dengan tampilan atau aroma cairan yang keluar dari vagina, sebaiknya temui dokter.

5. Warna vagina saya berbeda

pijat vagina

Seiring waktu, kebanyakan perempuan mengalami penggelapan kulit di sekitar area organ intim, termasuk labia, anus, dan skrotum. Ini artinya, warna vagina pada perempuan bisa berbeda-beda dan bergantung dengan warna kulit. Misalnya, perempuan dengan kulit cerah, bibir vagina atau labianya berubah menjadi keunguan atau cokelat seiring waktu. Perempuan dengan kulit yang gelap mungkin melihat vulva atau bagian luar alat kelaminnya berwarna lebih terang daripada bagian kulit lainnya di tubuhnya.

Biasanya, kondisi yang dikenal sebagai hiperpigmentasi ini bukanlah tanda dari masalah medis yang signifikan. Ini hanyalah akumulasi sel yang mengandung melanin. Kebanyakan orang akan mengalami kondisi ini setelah pubertas.

Apa penyebab penggelapan di area intim? Ini bisa terjadi karena usia, hormon, gesekan, peradangan, sistem ventilasi yang buruk (pakaian Anda terlalu ketat), kelembapan, mencukur, dan keringat.

6. Vagina sering gatal

Ada banyak penyebab terjadinya gatal di area vagina namun alasan paling umum adalah hormon dan itu sangat normal. Selama siklus menstruasi, hormon progesteron dan estrogen menjadi rendah pada hari-hari sebelum menstruasi. Ketika kedua hormon ini rendah, dinding saluran vagina menipis dan meradang menyebabkan rasa gatal dan terbakar. Ini dapat terjadi selama 10 hari sebelum menstruasi dimulai dan dapat bertahan selama periode menstruasi hingga selesai.

Untuk meminimalkan rasa gatal, hindari pemakaian celana jeans ketat, celana berbahan latex, dan legging. Kenakan pakaian yang lebih longgar agar tercipta sirkulasi udara yang baik dan menjaga kelembapan alami area vagina. Tapi jika rasa gatal terjadi sangat lama dan sampai mengganggu aktivitas atau ditambah dengan gejala lain, segera temui dokter.

Sumber artikel dari sini