banner-detik
SEX & RELATIONSHIP

7 Kesalahan Seks yang Sering Tidak Disadari Kita Lakukan

author

Sisca Christina01 Nov 2022

7 Kesalahan Seks yang Sering Tidak Disadari Kita Lakukan

Kalau merasa aktivitas seks bersama pasangan makin ke sini kian menggaring; coba cek, jangan-jangan sering melakukan kesalahan seks berikut.

Bukan salah usia pernikahannya, kalau makin ke sini, urusan ranjang makin terasa menjemukan. Mungkin tanpa disadari, entah kita atau pasangan sendiri yang nggak “ngeh” kalau selama ini sering melakukan kesalahan saat bermain cinta bersama pasangan. Hal-hal yang terlihat sepele, namun terlewat, bisa banget lho, bikin permainan jadi nggak luar biasa. Di usia pernikahan berapapun, urusan bercinta perlu dimaintain, bahkan di-upgrade, kan? Betul apa betul?

Nah, supaya aktivitas di ranjang kembali panas seperti baru menikah dulu, jangan lakukan kesalahan seks ini lagi, ya.

Kesalahan Seks yang Sering Nggak Disadari

Foreplay terlalu singkat

Foreplay is coreplay; begitu kata para pakar seks. Ini disebutkan dalam berbagai studi, lho. Aktivitas foreplay itu sebetulnya salah satu kegiatan utama dari seks, dan berlangsung lebih lama dari pada “main course”-nya. Sayangnya, banyak pasangan yang terlalu fokus pada menu utama (baca: penetrasi) dan melupakan appetizer. Padahal, foreplay yang lebih lama justru bisa membuat permainan lebih panjang dan menyenangkan. Menurut pakar seks Kim Anami seperti dilansir dari Popsugar, foreplay setidaknya selama 30 menit bisa menghasilkan akhir yang memuaskan. “Semakin ditunda, semakin panjang, semakin nikmat,” begitu katanya.

Tapi bukan berarti setiap bercinta wajib foreplay selama 30 menit juga, ya. Tentunya durasi bisa divariasikan. Namun intinya, cumbu-cumbu 5-10 menit saja nggak bakal membuahkan seks yang berkualitas. Bagaimana mau mencapai puncak kalau nggak mendaki dulu? Yes, nggak?

Berfokus pada sentuhan fisik, melupakan emosional

Kim melanjutkan, bercinta itu bakal lebih menggairahkan jika kita merasa terhubung dengan pasangan secara emosional. Jadi, pastikan sisa kesal akibat bertengkar sudah beres sebelum matahari terbenam, ya. Sebab kalau dibawa ke ranjang, bisa bikin suasana bercinta jadi ambyar.

Selain itu, foreplay juga bisa dilakukan secara psikologis maupun emosional, lho. Jadi nggak hanya dengan bersentuhan aja. Coba, deh, saling berkirim pesan menggoda nan penuh kasih sayang di siang hari; pasti jadi bikin nggak sabar pengen cepat-cepat pulang kantor. Atau, memuji pasangan, baik fisik maupun mental, juga bisa membuat hubungan semakin intim.

Melupakan bagian tubuh lain

Payudara, bokong, bibir, leher, area genital, repeat. Wajar kalau akhirnya aktivitas seks terasa monoton. Lagi-lagi menurut para ahli, masih banyak, lho, area tubuh yang bisa banget dieksplor bersama pasangan. Bahkan, area yang nampaknya nggak sensitif sekalipun. Tapi kalau pasangan yang sentuh, pasti bisa membangkitkan gairah. Jadi, jangan lupa untuk mampir ke bagian perut, punggung, rambut, dahi, tangan, kaki, pundak, telinga, daaannn sebagainya untuk mommies dan dadies berdayakan di ranjang!

Terlalu sunyi

Kesalahan seks berikutnya yang sering nggak disadari yaitu membiarkan suasana terlalu hening. Mungkin beberapa pasangan merasa malu atau canggung untuk “bersuara”. Takut terdengar nggak seksi. Faktanya, erangan saat bercinta punya banyak manfaat untuk membuat aktivitas seks semakin enjoyable, plus meningkatkan harga diri pasangan. Sebaliknya, terlalu sunyi membuat pasangan bingung dan nggak bisa menilai apakah sesi bercinta menyenangkan buat kita juga. Jadi, nggak perlu ragu buat “berisik” sesekali!

Baca juga: 5 Alasan Bagus Untuk Mengerang Saat Bercinta.

Terlalu pasrah

Pria juga suka, lho, diberi tahu kita maunya apa, dan kita suka jika ia melakukan apa. Nggak melulu mereka ingin kita bersikap nurut a.k.a pasrah di setiap sesi bercinta. Ketika kita mengungkapkan apa yang kita harapkan dari mereka, mereka bakal dengan senang hati mewujudkannya. Karena pada intinya, membahagiakan kita juga salah satu goal mereka. Nggak percaya? Coba aja tanya pasangan, hehehe.

 Nggak menghargai tubuh sendiri

“Duh, perut makin buncit, nih.”

“Wajahku makin kusam, ya?”

“Perasaan udah diet, tapi, timbangan kok nggak turun-turun. Malah aku kayak makin gendut, ya, Pa?”

Kalimat-kalimat ini bakal membuat pasangan serba salah harus merespon apa. Padahal, jika nggak dikatakan, bisa saja pasangan juga nggak mempersoalkan. Bagi si dia, kita mah seksi-seksi aja, hahaha. Kalau merasa perlu mengencangkan bokong, cusss lakukan. Tapi saat ingin bercinta, kita wajib tampil percaya diri dan menghargai tubuh sendiri. Dengan begini, cahaya kita bakal auto terpancar di hadapan suami.

Lupa afterplay

Habis bercinta lalu tidur memang lumrah. Namun afterplay dipercaya memegang peranan yang nggak kalah penting dengan foreplay maupun penetrasi. Cuddling, berciuman atau ngobrol ringan usai bercinta bisa membantu pasangan melepas stres. Mengekspresikan betapa Anda dan pasangan sangat menikmati sesi malam ini, juga dipercaya bisa membuat hubungan makin hangat.

Baca juga: 8 Lokasi Seks yang Memicu Adrenalin, Berani Coba?

Share Article

author

Sisca Christina

Ibu dua anak yang berprofesi sebagai digital nomad, yang juga suka menulis. Punya prinsip: antara mengasuh anak, bekerja dan melakukan hobi, harus seimbang.


COMMENTS