6 Ciri Vagina Sehat, Perempuan Harus Tau!

Self

Fannya Gita Alamanda・13 Sep 2022

detail-thumb

Sebagai salah satu organ tubuh super penting, Mommies harus punya kesadaran tinggi untuk memastikan dan mengetahui ciri vagina sehat dan baik-baik saja. 

Sebagai seorang perempuan, penting bagi kita untuk mengetahui dan menjaga kesehatan tubuh, terutama organ-organ yang hanya dimiliki pada perempuan, seperti vagina. Menjaga vagina tetap sehat penting dilakukan, sebab organ yang satu ini merupakan organ reproduksi wanita yang jika tidak dijaga dengan baik, maka fungsi-fungsi yang dimiliki dapat terganggu dan menimbulkan masalah lain.

Banyak perempuan mungkin sering mencari dan membaca artikl tentang apa sih ciri-ciri vagina yang normal dan sehat, sebaliknya bagaimana juga ciri-ciri vagina yang tidak normal dan tidak sehat.

Ada hal-hal tertentu yang menunjukkan perubahan pada kesehatan vagina Anda, seperti:

  • Perubahan warna, bau, atau jumlah cairan yang dihasilkan.
  • Rasa gatal pada vagina.
  • Perdarahan di antara menstruasi, setelah berhubungan seks, atau setelah menopause.

Alih-alih hanya berkutat pada pertanyaan ‘apakah vagina saya bermasalah?’, sebaiknya Mommies bersikap lebih positif. Caranya dengan mengubah pertanyaannya menjadi ‘apakah vagina saya sehat? Nah, di bawah ini Mommies bisa melihat ciri-ciri vagina yang sehat plus cara untuk menjaganya selalu sehat. 

BACA JUGA: Aneka Perawatan Vagina yang Aman Agar Lebih Kencang dan Awet Muda

Ini ciri-ciri vagina yang sehat

Cairan keputihan yang normal

Keputihan sangat umum terjadi dan ternyata dapat memprediksi banyak tentang kesehatan vagina. Keputihan diproduksi oleh kelenjar di vagina dan leher rahim. Meskipun dapat berbeda-beda antara satu wanita dengan wanita lain, keputihan normal biasanya berwarna jernih atau seperti susu. Aromanya samar (tidak berbau kurang sedap atau busuk).

Selain itu, keputihan yang normal warnanya biasa dan tidak menimbulkan rasa gatal. Jika Mommies mengalami hal ini, berarti vagina sedang tidak baik-baik saja!

Tidak terasa gatal

Vagina yang sehat seharusnya tidak gatal. Gatal pada vagina sering terjadi karena infeksi, menopause, zat yang mengiritasi, atau bisa juga akibat kelainan kulit tertentu atau penyakit menular seksual (PMS). Gatal pada vagina dapat menyebabkan sensasi terbakar dengan kemerahan dan pembengkakan di dalam dan sekitar area vagina. Kondisi ini bukan pertanda vagina sehat!

Aromanya asam

Tidak semua orang bisa mencium aroma vagina. Tapi, vagina yang sehat biasanya berbau asam (ini normal) atau apek akibat keringat, tidak berbau busuk atau amis. Jika bau vagina menyengat dan tidak sedap, maka perlu mengunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan.

Perlu diingat bahwa bau vagina dapat berubah-ubah bergantung pada perubahan hormonal selama kehamilan, menopause, dan siklus menstruasi.

Seks tanpa rasa sakit

Mommies dapat mengalami rasa sakit saat berhubungan seks jika tidak ada pelumasan vagina yang cukup. Mommies juga mungkin mengalami rasa sakit yang luar biasa saat berhubungan seks karena kondisi seperti vaginismus, infeksi, atau masalah dengan leher rahim. Namun, jika selama berhubungan seksual tidak mengalami rasa sakit, maka vagina dalam keadaan sehat.

Mukosa elastis yang lembab dan kenyal

Ini adalah jaringan vagina internal. Vagina yang sehat memiliki bagian dalam vagina yang elastis.

Tidak ada rasa sakit

Berbagai infeksi dapat memengaruhi vulva atau vagina, menyebabkan rasa sakit dan terkadang rasa panas di bawah sana. Sakit di vagina menandakan masalah! Untuk mengetahui penyebab di balik nyeri vagina, Mommies perlu memeriksakan diri ke dokter sesegera mungkin.

Cara tepat menjaga kesehatan vagina

  • Hindari penggunaan douche, deodoran, dan losion. Vagina adalah organ yang mampu membersihkan dirinya sendiri. Menggunakan zat ini dapat menyebabkan iritasi dan gatal. Zat-zat tadi hanya boleh digunakan jika dokter merekomendasikannya untuk tujuan medis.
  • Selalu gunakan pelindung saat berhubungan seks. Ini akan melindungi dari penularan dan atau mengalami infeksi menular seksual. 
  • Kenakan pakaian dalam berbahan katun. Para ahli kesehatan percaya bahwa mengenakan pakaian dalam berbahan katun memungkinkan kulit lebih bebas bernapas dibandingkan dengan mengenakan nilon, asetat, atau bahan sintetis lainnya, yang dapat menyebabkan ruam atau iritasi.
  • Sangat penting untuk mengetahui jenis obat apa yang dipakai dan efek sampingnya secara rinci. Misalnya, antibiotik dapat secara signifikan memengaruhi kesehatan vagina. Mommies harus berkonsultasi dengan dokter tentang obat-obatan tersebut sebelum meminumnya untuk menghindari masalah di masa depan.
  • Bersihkan vagina dengan baik setelah menggunakan kamar kecil. Kesehatan vagina yang baik sangat tergantung pada seberapa bersih Mommies menjaganya. Mandi secara teratur dan mengganti pakaian dalam setelah berolahraga, bepergian, atau melakukan aktivitas berat apa pun.
  • Sering mengganti pembalut dan tampon. Dalam hal kesehatan vagina, sangat penting untuk sering mengganti pembalut atau tampon saat menstruasi. Penggunaan satu pembalut atau tampon dalam waktu lama tidak hanya menyebabkan iritasi tetapi juga dapat menyebabkan infeksi, yang dapat memiliki efek kesehatan jangka panjang.
  • Hindari menggaruk dan sering-sering menyentuh vagina. Vagina akan mengalami iritasi jika terus-menerus digaruk dan disentuh secara tidak perlu. Kulit vagina sangat sensitif, dan menggaruknya dapat menyebabkan ruam, rasa terbakar, atau bahkan infeksi kulit jika tangan tidak bersih.

BACA JUGA: Kenali Perubahan Bentuk Vagina di Usia 20, 30, dan 40-an, Wajib Tahu!

Cover image: Photo by Laker on Pexels