Banyak Anak Kekurangan Nutrisi Ini, Berikut Cara Orang Tua Memenuhinya!

Parenting & Kids

Katharina Menge・13 Jul 2022

detail-thumb

Bagaimana jika anak-anak kekurangan aneka nutrisi dalam tubuhnya? Padahal mereka membutuhkan itu semua untuk tumbuh maksimal! Ini bantuan yang bisa Anda berikan.

Semua orang tua pasti ingin anaknya tumbuh sehat dengan terpenuhi lengkap kebutuhan nutrisi di dalam tubuhnya. Sebab anak-anak membutuhkan semua itu agar tubuhnya berfungsi dengan baik serta menjaga mereka tetap sehat, kuat, dan tumbuh kembang maksimal.

Sayangnya menurut beberapa penelitian, kebanyakan anak-anak seringkali kekurangan beberapa nutrisi, yang jika dibiarkan bisa membuat tumbuh kembangnya terhambat. Hal itu terjadi karena tubuh tidak memproduksi sendiri mikronutrien, vitamin, atau mineral yang dibutuhkan. Sehingga mereka butuh itu semua dari asupan makanan sehari-hari.

Kekurangan nutrisi pada anak seringkali terjadi karena mereka tidak mendapatkan asupan nutrisi yang memadai dari jumlah yang diperlukan. Kadang tubuh anak juga bisa tidak menyerap nutrisinya dengan benar. Alhasil semua itu jadi menyebabkan aneka masalah kesehatan, seperti pertumbuhan terhambat, masalah kulit, masalah pencernaaan, hingga masalah tulang.

Oleh karena itu Anda harus mengetahui apa saja daftar nutrisi yang seringkali tidak terpenuhi jumlahnya pada tubuh anak dan bekerja keras mencukupinya demi tumbuh kembang anak.

BACA JUGA: Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mental Anak

Kekurangan Nutrisi yang Sering Dialami Anak

Berikut ini daftar defisit nutrisi yang banyak dialami anak serta bantuan yang bisa Anda lakukan untuk memenuhi semua kebutuhan nutrisi tersebut.

1. Zat Besi

Menurut penelitian yang diterbitkan oleh National Library of Medicine, anak paling sering kekurangan zat besi. Hal ini terjadi karena anak-anak mengalami masa transisi pada makanannya, dari susu formula ke makanan padat. Semakin besar anak semakin bisa memilih makanannya sendiri, dan salah satu akibatnya dia bisa kekurangan nutrisi zat besi.

Untungnya ada banyak sumber makanan yang mengandung zat besi, seperti daging merah, seafood, roti, pasta, dan buah-buahan kering. Anda bisa mengolahnya dengan tepat atau sesuai gaya makan anak agar dia lebih lahap mengonsumsinya.

2. Vitamin D

Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak yang punya peran penting dalam penyerapan berbagai nutrisi, termasuk kalsium, zat besi, magnesium, seng, dan fosfat. Selain itu vitamin D juga baik untuk kesehatan tulang anak, sistem kekebalan tubuh yang sehat, dan kesehatan jantung.

Anak-anak di atas usia 1 tahun membutuhkan 600 IU atau lebih vitamin D per harinya. Sayangnya makanan yang mengandung vitamin D secara alami sangat sedikit dan jarang, termasuk ikan berlemak dan minyak ikan. Beruntung, kini ada banyak makanan yang sudah diperkaya vitamin D, seperti susu formula, yogurt, sereal, dan jus.

3. Zinc

Zinc atau Seng bukanlah nutrisi yang umum dipikirkan oleh banyak orang, termasuk orang tua, sehingga mudah melupakan bahwa itu adalah salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan anak-anak. Seng penting untuk pencernaan yang sehat, fungsi kognitif, kekebalan yang kuat, dan perkembangan hormon seks.

Seng bisa ditemukan pada aneka makanan hewani, termasuk daging, unggas, produk susu, telur, dan kerang. Untuk makanan nabati, Anda bisa mencoba memberikan anak asupan biji-bijian, kacang-kacangan, roti gandum utuh, hingga sereal gandum utuh untuk memenuhi kebutuhan zinc dalam tubuh anak.

4. Kalsium

Peralihan anak dari susu ke makanan padat seringkali membuat kebiasaan mereka minum susu jadi menghilang. Padahal susu merupakan salah satu asupan optimal untuk memenuhi kebutuhan kalsium pada tubuh anak. Kalsium bermanfaat untuk membangun tulang yang sehat, kesehatan jantung, dan fungsi saraf dan otot.

Sayangnya, masa membangun tulang yang kuat relatif pendek, yaitu pada masa kanak-kanak. Seorang anak yang mengkonsumsi cukup kalsium di masa kanak-kanak akan membangun pondasi terbaik untuk mengembangkan tulang yang kuat hingga dewasa. Selain susu, Anda bisa penuhi kebutuhan kalsium anak dengan memberikannya sayuran hijau berdaun gelap, tahu, ikan (salmon dan sarden), kacang-kacangan, biji-bijian, buncis, dan sereal yang diperkaya.

5. Serat

Dalam penelitian yang diterbitkan oleh BMC Pediatrics, ditemukan bahwa banyak anak yang tidak memenuhi kebutuhan serat dalam tubuhnya. Padahal serat adalah jenis karbohidrat yang tidak dapat dicerna yang diperlukan tubuh untuk mencegah sembelit, meningkatkan kesehatan jantung, dan meningkatkan bakteri baik di usus.

Penuhi kebutuhan serat anak sehari-hari agar mereka tidak kekurangan nutrisi tersebut. Caranya dengan memberikan asupan makanan berserat tinggi, termasuk pir, apel, raspberry, kacang hijau, brokoli, roti gandum, quinoa, oatmeal, kacang-kacangan, dan lentil.

BACA JUGA: Lakukan 9 Hal Ini Untuk Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Anak Alergi

Foto: Pexels