banner-detik
SEX & RELATIONSHIP

Apakah Gamophobia Seperti yang dialami Vanessa Paradis?

author

Fannya Gita Alamanda14 Jun 2022

Apakah Gamophobia Seperti yang dialami Vanessa Paradis?

Gamophobia adalah ketakutan terhadap pernikahan atau komitmen. Fobia ini tidak dibuat-buat karena memang ada penyebabnya.

Istilah Gamophobia bukan untuk menggambarkan bahwa seseorang hanya ragu-ragu dengan pernikahan tapi mereka sungguh-sungguh TAKUT. Jika ada teman atau anggota keluarga punya ketakutan sangat besar terhadap komitmen dan pernikahan, jangan dijadikan bahan gibah dan tertawaan.

Menyebabkan ketakutan terus-menerus, berlebihan, dan tidak masuk akal terhadap pernikahan atau komitmen. Orang yang memiliki gamophobia dapat mengalami serangan panik hanya kerena seseorang menyinggung soal pernikahan apalagi jika ia didesak tentang rencana pernikahannya sendiri.

Gamophobia adalah kondisi kesehatan mental yang dapat didiagnosis, yang termasuk dalam kategori fobia sederhana atau sangat umum. Meski sangat umum, fobia ini bisa sangat mengganggu kehidupan seseorang. Di Amerika Serikat sendiri, diperkirakan sekitar 10%, warganya mengalaminya.

Baca juga: 3 Jenis Trauma yang Mempengaruhi Pernikahan, Bisakah disembuhkan?

Penyebab seseorang mengalami Gamophobia

  • Hubungan yang gagal di masa lalu

Salah satu alasan seseorang mungkin takut akan pernikahan adalah karena mereka pernah menjalani beberapa hubungan yang berakhir dengan buruk. Ini akan membuat mereka takut untuk berkomitmen apalagi menikah. Membuat mereka berpikir bahwa semua hubungan yang mereka jalani pasti akan bermasalah dan berakhir.

  • Anak-anak dari orang tua yang bercerai

Alasan lain, karena mereka berasal dari rumah tangga dengan orang tua bercerai. Pernikahan tidak bahagia yang dijalani oleh kedua orangtua dan kemudian berujung dengan perpisahan berisiko membuat si anak punya ketakutan menghadapi pernikahan. Anak yang mengalami fobia ini akan memilih untuk tidak menikah agar tidak perlu mengalami perceraian.

  • Takut punya hubungan yang tetap/ pasti

Dalam kasus lain, ada orang yang merasa bayangan dia harus menghabiskan seumur hidupnya  dengan satu orang bisa membuat mereka dilanda cemas.

  • Kondisi mental

Selain tiga sebab di atas, seseorang yang juga punya masalah dengan kesehatan mental lain berisiko mengalami kecemasan terhadap pernikahan.

  • Sebab lainnya

Orang-orang yang mengidap Gamophobia merasa kalau kelak mereka menikah pasti akan bercerai, mereka takut akan ada perselingkuhan, takut suatu saat nanti nggak cinta lagi kepada pasangannya. Mereka mungkin juga sangat khawatir karena belum pernah menjalani pernikahan.

4 tanda seseorang idap gamophobia

  1. Panik, cemas, takut, mual, detak jantung cepat ketika memikirkan tentang pernikahan.
  2. Menjadi depresi ketika berbicara atau memikirkan tentang pernikahan dan komitmen.
  3. Berkeringat, tidak bisa bernapas, merasa mual, atau detak jantung meningkat saat berada di pesta pernikahan atau bahkan hanya dengan memikirkan pernikahan.
  4. Anda menghindari bertemu teman dan anggota keluarga yang sudah menikah.

Berbagai terapi untuk bantu menangani

  1. Psikoterapi

Jenis terapi ini seperti terapi bicara, yang berarti dokter akan mendengarkan apa yang Anda sampaikan. Anda bisa bercerita tentang masalah yang dihadapi dan memberi tahu dokter bagaimana perasaan Anda.

  1. Terapi perilaku kognitif

Konselor akan membantu Anda belajar bagaimana berpikir dan bertindak secara berbeda dalam situasi tertentu. Ini mungkin berguna saat Anda ingin mengatasi fobia terhadap pernikahan.

  1. Terapi paparan

Anda akan diminta untuk mengekspos diri Anda pada hal yang Anda paling takuti untuk dapat mengatasinya. Ini berarti memberanikan diri menghadiri pesta pernikahan, bergaul dengan teman-teman yang sudah menikah, dan membicarakan rencana pernikahan.

4.Terapi pengobatan

Jika merasa perlu mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk mengatasi kecemasan atau gejala lain yang dialami karena fobia ini, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter. Ada kemungkinan obat yang diresepkan dokter dapat membantu mengobati beberapa gejala fobia tapi biasanya pengobatan jenis ini bukan untuk jangka panjang.

Sumber artikel satu

Share Article

author

Fannya Gita Alamanda

-


COMMENTS