banner-detik
PARENTING & KIDS

Saat Orang tua Kehilangan Anak...

author

fiaindriokusumo30 May 2022

Saat Orang tua Kehilangan Anak...

Kehilangan anak adalah mimpi terburuk orang tua, saya yakin itu. Bagaimana pun cara kehilangannya. Tulisan ini semoga bisa membantu, walau tak bisa menghilangkan duka.

Beberapa hari lalu, terjadi penembakan massal di Texas, Amerika Serikat. Belasan anak usia sekolah dasar harus kehilangan nyawa. Wajah-wajah mereka berseliweran di social media.

Selang dua hari, kembali kita mendapat berita sedih, seorang anak dari salah satu pemimpin daerah di Indonesia dikabarkan hilang terseret arus sungai (hingga tulisan ini saya buat, sang anak belum ditemukan).

Para orang tua di dalam dua kejadian berbeda di atas merasakan duka yang sama. Sama-sama kehilangan anak, dengan sebab yang berbeda. Yang satu meninggal, yang satu hilang belum ketahuan keberadaannya, belum ketahuan apakah masih hidup atau tidak. Bagi saya, ini sama-sama menciptakan duka di hati kita, orang tua.

Setiap kali ada berita mengenai orang tua kehilangan anak, kita langsung membayangkan, seandainya itu anak kita. Baru membayangkan saja rasanya sudah lemas, dada ndredeg, dan nggak mau lanjut membayangkan. Iya, sedalam itu rasa sakitnya tentu saja.

Baca juga: Tentang Kehilangan yang Mengubah Saya

Namun, jika itu terjadi, apa yang bisa kita lakukan? Berikut saran dari Anna Surti Ariani, S.PSi., M.Si., seorang Psikolog Anak dan Keluarga.

Photo by Soroush Alavi on Unsplash

Saat orang tua kehilangan anak, apa yang sebaiknya dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya?

  1. Pastikan bahwa orang tua yang berduka tetap merasa aman dan nyaman.  Seperti memastikan orang tua ini berada di lokasi yang aman. Misal, sebisa mungkin hindari orang tua untuk terus berada di lokasi tempat sang anak meninggal (Dalam kasus penembakan, misalkan orang tua datang terus menerus ke sekolah).  Pastikan ketika orang tua sedang menunggu di tengah ketidakpastian, mereka menunggu di dalam situasi yang hangat.
  2. Bantulah mereka dengan menyediakan persediaan makanan, karena seringkali orang yang berduka tidak ingat untuk memenuhi kebutuhan makan mereka.
  3. Ikut membantu mengurus anak-anak lain dari orang tua yang sedang berduka.
  4. Menemani orang tua yang sedang berduka. Menemani bukan berarti kita harus mengajaknya bicara terus menerus, namun cukup sekadar duduk di sampingnya, berada di sekitarnya, atau memeluknya, membuatnya merasa didukung.
  5. Dengarkan tanpa menghakimi. Jika orang tua yang sedang berduka ingin mengeluarkan isi hatinya, dengarkan saja.

Photo by Andre Ouellet on Unsplash

Saat orang tua kehilangan anak, apa yang sebaiknya JANGAN dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya?

  1. Jangan mengecilkan perasaan duka orang tua. Misalkan mengatakan “Banyak kok orang tua lain yang juga merasakan hal yang sama seperti kamu.”
  2. Jangan mengatakan “Sudahlah, kamu kan bisa punya anak lagi.”  Karena kalimat ini mengesankan bahwa kita menganggap anak yang hilang atau meninggal ini bisa tergantikan.
  3. Jangan menganggap rasa duka orang tua kehilangan anak itu berlebihan.  Hanya karena melihat orang tua tersebut menangis “berlebihan”, teriak-teriak, pingsan dan sebagainya. Harap diingat, bahwa setiap orang itu memiliki cara berduka yang berbeda-beda.

Jika kita sendiri yang kehilangan anak, apa yang baiknya kita lakukan untuk diri kita sendiri?

  1. Penting untuk kita mengakui bahwa kita merasa berduka. Jika ingin menangis, menangislah. Jangan merasa tidak nyaman untuk mengeluarkan kesedihan kita.
  2. Eskpresikan rasa duka kita dengan membuat upacara pemakaman yang sangat layak untuk anak kita.
  3.  Usahakan ambil waktu untuk berduka itu tidak kenapa-kenapa. Sering terjadi, orang tua yang bekerja memaksa diri untuk kembali bekerja tidak lama setelah kehilangan anak.
  4.  Berikan waktu untuk sendiri itu bisa membantu proses rasa duka lebih mudah mengalir dan bisa membantu proses penyembuhan lebih cepat.
  5.  Jangan sungkan untuk menerima bantuan dari orang lain. Tidak perlu merasa nggak enak, karena ini adalah waktunya kita untuk menerima bantuan. Tidak perlu merasa malu.
  6. Tidak apa-apa kalau kita ingin memiliki benda-benda kesayangan anak kita, sebagai sebuah memori manis tentang anak kita.
  7.  Mengingat memori-memori manis tentang anak kita, bisa dengan menulis memori-memori manis tentang sang anak, atau merekam dengan suara sebagai kenangan, atau membicarakan hal-hal indah tentang anak kita dengan orang lain.
  8.  Usahakan untuk tetap cukup tidur, cukup makan dan minum bergizi, karena saat mengalami rasa duka, penting untuk memiliki pondasi tubuh yang sehat.
  9. Jangan saling menyalahkan dengan pasangan. Penting untuk tetap bisa bekerja sama dengan pasangan. Tak jarang, di tengah rasa duka dan perasaan yang sedang kacau balau, ada kalimat-kalimat tidak menyenangkan yang kita keluarkan tanpa sadar. Maka, alangkah baiknya untuk saling memaafkan. Bagaimanapun, baik kita dan pasangan sama-sama berduka.
  10.  Jangan berpura-pura tegar. Memang ada fase kita akan merasa kuat, namun saat kita merasa sedih, keluarkan saja, jangan memaksa diri kuat. Kita perlu mengakui bahwa kita sedang jatuh.
  11.  Jangan menjauh dari orang lain.

Bagaimana di tengah rasa duka kehilangan anak, kita juga tetap bisa hadir untuk anak-anak kita yang lain?

PAGES:

Share Article

author

fiaindriokusumo

Biasa dipanggil Fia, ibu dari dua anak ini sudah merasakan serunya berada di dunia media sejak tahun 2002. "Memiliki anak membuat saya menjadj pribadi yang jauh lebih baik, karena saya tahu bahwa sekarang ada dua mahluk mungil yang akan selalu menjiplak segala perilaku saya," demikian komentarnya mengenai serunya sebagai ibu.


COMMENTS