Now Reading
Institusi Pendidikan Tempat Para Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi Dulu Sekolah

Institusi Pendidikan Tempat Para Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi Dulu Sekolah

RachelKaloh

Beberapa staf khusus yang dipilih oleh Presiden Jokowi adalah milenial. Penasaran nggak, sih, dulu mereka sekolahnya di mana, ya?

Presiden Joko Widodo memilih staf khusus, di mana sebagian adalah generasi milenial. Sebut saja, CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra, Perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara, Peraih beasiswa kuliah di Oxford Billy Gracia Yosaphat Mambrasar, CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung, Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia dan Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia/PMII Aminuddin Maruf. Tugas ketujuh stafsus ini adalah memberi gagasan serta mengembangkan inovasi-inovasi di berbagai bidang. Tidak lupa Maudy Ayunda, yang baru-baru ini ditunjuk presiden Jokowi sebagai juru bicara G20 Indonesia. 

Yang menarik di sini, bukan hanya sosoknya, tetapi lebih bikin penasaran bagaimana mereka menyandang gelar mereka sekarang, bagaimana perjalanan pendidikan mereka, insitusi pendidikan apa yang dulu mereka pilih untuk studi? Yuk, kita bahas!

Mentari International School Jakarta

Sekolah Mentari International School (kini berubah nama menjadi Mentari Intercultural School), yang juga termasuk salah satu sekolah incaran ini adalah sekolah tempat Maudy Ayunda menempuh pendidikan SD-nya. 

Sekolah yang terakreditasi A pada tahun 2019 ini menggunakan kurikulum nasional, yaitu Kurikulum 2013, dan digabungkan dengan kurikulum internasional IB PYP (International Baccalaureate – Primary Years Program).

Baca juga: Mentari Intercultural School: Sekolah Untuk Anak yang Didirikan Oleh Para Ibu

Anglo Chinese School Jakarta

Putri Indahsari Tanjung, founder dan CEO Creativepreneur ini pernah menempuh pendidikan di Anglo Chinese School Jakarta, salah satu Cambridge Centre resmi yang menawarkan pendidikan berstandar dunia bagi anak usia 3-18 tahun.

Baca juga: ​​Putri Tanjung, “Jadi Pengusaha, Harus Menghargai Proses, Menikmati Masa-masa Jatuh Bangun”

ITB

Andi Taufan Garuda Putra, founder sekaligus CEO Amartha Mikro Fintek pernah menempuh pendidikan S1 di Manajemen Bisnis Administrasi ITB. Demikian juga Gracia Billy Yosaphat Membrasar, satu-satunya milenial dari Papua, anak dari seorang ayah yang berprofesi sebagai guru dan ibunya seorang penjual kue. Ia mendapatkan beasiswa afirmasi dari pemerintah dan diterima di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB. Mommies juga pasti tahu betapa kampus ITB ini masih menjadi salah satu kampus kebanggaaan negeri, untuk lulus diterima di ITB dianggap cukup sulit dan persaingannya tinggi. 

London School of Public Relation (LSPR)

Mungkin banyak yang sudah familiar dengan Angkie Yudistia, salah satu perempuan penyandang disabilitas yang sangat aktif menggerakkan para disabilitas lain untuk berkarya. Angkie adalah lulusan LSPR bergelar master di bidang Ilmu Komunikasi, sebelum akhirnya mendirikan Thisable Enterprise untuk memberdayakan orang-orang dengan keterbatasan. 

Nanyang Technological University, Singapore

Adamas Belva Syah Devara, CEO dan co-founder dari Ruangguru dan merupakan salah satu dari 30 pengusaha muda berusia 30 tahun yang paling berpengaruh di Asia versi majalah Forbes. Ia pernah mendapatkan beasiswa penuh dari Pemerintah Singapura untuk mengenyam pendidikan di Nanyang Technological University dan mendapatkan gelar ganda di bidang bisnis dan ilmu komputer. Bahkan, masuk ke dalam Double Deans List sebagai salah satu dari 5 persen mahasiswa berprestasi tinggi selama tiga tahun.

Harvard Kenedy School

Andi Taufan pernah juga mengambil pendidikan master di bidang administrasi publik di Harvard Kennedy School, tepatnya The John F. Kennedy School of Government, sekolah publik dari Harvard University, Cambridge, AS. Sekolah ini menerima murid dengan GPA minimal B. 

Harvard University

Buat Mommies yang punya mimpi suatu saat bisa menyekolahkan anak di universitas satu ini, mari kita aminkan dengan kencang. FYI, it is possible! Kita lihat saja kisah Belva, prestasinya yang luar biasa membawanya ke Harvard untuk mendapatkan gelar master administrasi publik. Bahkan ia pernah tercatat sebagai mahasiswa tamu di Harvard Law School, Harvard Graduate School of Education, dan Harvard Medical School.

Stanford University

Belva juga pernah melanjutkan pendidikan master dengan mengambil gelar double degree di Stanford University. Di sana ia mengambil gelar master administrasi bisnis. Selain, Belva, ada Maudy Ayunda yang juga lulusan Standford University, S2 untuk kedua jurusan yang ia pilih (Joint Degree Program, administrasi bisnis dan juga pendidikan.

Gimana Mommies, sudah mulai kebayang belum, akan menyekolahkan atau menguliahkan anak di mana? 

Baca juga: Saat Ambil Rapor, Ajukan 7 Pertanyaan Ini ke Wali Kelas Demi Kemajuan Anak

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top