banner-detik
SEX & RELATIONSHIP

Ternyata Ini Alasan Gairah Seksual Perempuan Meningkat di Masa Subur!

author

Katharina Menge30 Mar 2022

Ternyata Ini Alasan Gairah Seksual Perempuan Meningkat di Masa Subur!

Mungkin banyak di antara Mommies yang bertanya-tanya kenapa di masa subur gairah seksual perempuan malah meningkat tajam. Ternyata ini jawabannya!

Masa subur perempuan adalah saat yang tepat untuk meningkatkan keintiman pasangan suami istri. Hal itu karena menurut beberapa penelitian, perempuan mengalami kenaikan gairah seksual yang bisa membuat hubungan seks jadi semakin panas.

Masa subur perempuan berlangsung sekitar tujuh hari setiap bulannya. Dikutip dari Web MD, dilakukan sebuah studi baru untuk meneliti pola aktivitas seksual dan hubungannya dengan ovulasi. Ditemukan fakta bahwa seks 24% lebih sering terjadi selama hari-hari paling subur atau saat siklus bulanan wanita terjadi.

“Tampaknya ada faktor biologis yang mendorong hubungan seksual terjadi selama enam hari masa subur seorang wanita, terlepas dari rencana untuk hamil atau tidak,” ujar Allen Wilcox, peneliti dari Institut Nasional Ilmu Kesehatan Lingkungan di Durham, Inggris. Hal itu membuktikan benar bahwa gairah seksual perempuan meningkat di masa subur.

BACA JUGA: 5 Pasangan Zodiak yang Punya Chemistry dan Seks Hebat di Ranjang

Hal yang Memengaruhi Gairah Seksual Perempuan

Selain biologis, ternyata ada aneka faktor lain yang jadi alasan gairah seksual perempuan meningkat, termasuk di masa subur. Dikutip dari unggahan Instagram dr. Haekal Anshari, M. Biomed (AAM), ini beberapa hal yang memengaruhi dorongan seksual.

1. Rangsangan seksual yang diterima perempuan
2. Kondisi kesehatan fisik, seperti kondisi otak dan jaringan syaraf, pembuluh darah, dan anggota tubuh lainnya.
3. Kondisi psikis
4. Pengalaman seksual sebelumnya, termasuk persepsi personal terhadap seksualitas.
5. Hormon testosteron

Testosteron Pada Perempuan

gairah seks perempuan

Tidak hanya pada pria, perempuan juga memiliki hormon testoteron. Umumnya, tubuh perempuan menghasilkan sekitar 1/10 hingga 1/20 dari jumlah testosteron seperti tubuh pria. Hormon testoteron pada perempuan diproduksi oleh indung telur, kelenjar adrenal, dan konversi dari prekursor hormon Androstenedion dan DHEA.

Menurut unggahan dr. Haekal, kadar testosteron perempuan akan meningkat di sepertiga tengah siklus haid. Kondisi itu akhirnya menyebabkan meningkatnya dorongan seksual perempuan di masa subur (ovulasi).

Selain membantu memberikan dorongan seksual, testosteron pada tubuh perempuan juga memiliki banyak peran penting dalam tubuh wanita. Dilansir dari Healthline, testosteron pada perempuan membantu menjaga kesehatan tulang, payudara, kesuburan diri, melancarkan menstruasi, dan juga menjaga kesehatan jaringan vagina.

Pada jaringan vagina, testosteron membantu merelaksasi otot polos vagina sehingga terjadi ereksi klitoris dan meningkatkan sekresi mukus. Kondisi tersebut kemudian membantu lubrikasi vagina sehingga tidak terjadi dispareunia (nyeri saat penetrasi).

Jika Testosteron Rendah Pada Perempuan

Pada perempuan, kadar testosteron normal berkisar antara 15-70 nanogram per desiliter (ng/dL) darah. Jika kadar testosteron pada perempuan lebih rendah dari 15 ng/dL bisa menyebabkan perubahan jaringan payudara, masalah kesuburan, periode menstruasi yang terlewat atau tidak teratur, osteoporosis, kekeringan vagina, dan gairah seksual yang rendah.

Jika kondisi tersebut terjadi, perempuan bisa jadi tidak berminat kepada aktivitas seksual karena rendahnya testosteron.

Jadi, meskipun testosteron adalah hormon utama pada laki-laki tapi itu juga memegang peran penting dalam memberikan dorongan dan membangkitkan gairah seksual perempuan.

BACA JUGA: 10 Olahraga Untuk Membuat Seks Lebih Tahan Lama

Cover: Pexels

Share Article

author

Katharina Menge

-


COMMENTS