Now Reading
7 Peraturan Sekolah Paling Aneh dan Tidak Masuk Akal di Dunia, Nomor 5 Bikin Shock

7 Peraturan Sekolah Paling Aneh dan Tidak Masuk Akal di Dunia, Nomor 5 Bikin Shock

Dhevita Wulandari
peraturan sekolah

Ternyata, ada beragam peraturan sekolah yang cukup aneh dan tidak masuk akal yang diterapkan di beberapa negara. Nomor 5 bikin shock.

Meskipun pemerintah memiliki peraturan yang harus dipatuhi dan dijalankan setiap sekolah, tetapi ada beberapa aturan tertentu yang berlaku di setiap sekolah. Di Indonesia sendiri, misalnya ada yang memperbolehkan siswa-siswinya menggunakan pakaian bebas pada hari tertentu.

Tentunya tidak semua sekolah memberlakukan ketentuan yang sama, karena masing-masing sekolah memiliki peraturan yang berbeda-beda. Namun, contoh peraturan di atas masih termasuk kategori yang biasa dan normal.

Lho? Memangnya ada yang tidak normal? Sebenarnya bukan tidak normal, lebih ke aneh dan tidak masuk akal. Peraturan-peraturan yang aneh ini nyata adanya dan bahkan sudah diterapkan di beberapa negara.

BACA JUGA: 4 Hal yang Harus Diwaspadai Saat Anak Sekolah Tatap Muka

Berikut ini beberapa negara di dunia yang menerapkan peraturan sekolah paling aneh dan tidak masuk akal. 

1. Saus tomat dilarang ada di sekolah-sekolah di Perancis

Peraturan sekolah ini ditetapkan oleh Christophe Hebert, Ketua dari National Association of Directors of Collective Restaurants pada 2011 lalu. Menurut pemerintah Perancis, konsumsi saus tomat di Perancis sudah terlalu banyak di kalangan anak-anak sekolah dasar, terutama di SMA. Kondisi ini dianggap terlalu mirip dengan budaya Amerika.

Alasan lainnya adalah karena anak-anak cenderung menjadikan saus tomat sebagai perisai rasa makanan, yang membuat anak-anak tidak merasakan cita rasa asli makanan. Sehingga pemerintah Perancis membuat peraturan ini karena merasa perlu menanamkan kecintaan anak-anak pada makanan tradisional Perancis. 

2. Kantin siswa dan siswi dibedakan di China

Kantin antara murid perempuan dan laki-laki dibedakan, bukan di pesantren, melainkan di China. Pada 2016, sebuah sekolah menengah di provinsi Sha’anxi, China, mengeluarkan peraturan ini agar para siswa dan siswi tidak menjalin hubungan cinta monyet di sekolah. Menurut Kepala Sekolah, beberapa murid kadang berperilaku tidak sopan ketika sedang berpacaran. Hal ini tentunya dapat memengaruhi murid lainnya.

3. Dilarang bergandengan tangan di Amerika

Sebagian sekolah di Tennessee, Amerika Serikat, melarang para muridnya untuk berpegangan tangan di sekolah. Hal ini dikarenakan kota Tennessee memiliki tingkat kehamilan di luar pernikahan tertinggi. Sehingga, bergandengan tangan di sekolah dilarang karena dianggap menjadi salah satu faktor adanya hubungan pra-nikah.

4. Dilarang memiliki sahabat di Inggris

Tidak di semua sekolah, beberapa sekolah melarang para muridnya memiliki sahabat di sekolah. Pihak sekolah menganggap memiliki sahabat di sekolah dapat berpotensi untuk menjadi musuh. Sebab, sahabat dinilai sebagai orang yang sangat berpotensi menjadi musuh di sekolah.

BACA JUGA: 10 Rekomendasi Masker untuk Anak Sekolah, Aman dan Nyaman Dipakai

5. Mencontek saat ujian akan masuk penjara di Bangladesh

Akibat pernah terjadinya kerusuhan di mana ribuan murid terindikasi melakukan kecurangan yang juga melibatkan guru, pemerintah Bangladesh mengeluarkan hukuman penjara bagi yang mencontek saat ujian. Tidak main-main, hukuman penjara minimum adalah 5 tahun. Peraturan ini tidak hanya berlaku bagi para murid, guru yang ketahuan membocorkan soal ujian juga akan dipenjara. Parahnya lagi, murid yang dipenjarakan tidak boleh lagi mengambil pendidikan di sekolah.

6. Anak sekolah dilarang memakai jaket di Jepang

Yang awal terpikir adalah, bagaimana kalau hujan, apa tidak boleh pakai jaket juga? Pemerintah Jepang melarang para murid sekolah untuk tidak memakai jaket saat berangkat dan pulang sekolah. Alasannya, karena semua sekolah di Jepang menganggap seragam adalah identitas masing-masing sekolah. Sehingga, para murid dapat lebih dikenal dari mana asal sekolahnya.

7. Siswi dilarang kuncir rambut di Jepang

Masih dari Jepang, negara ini melarang para siswi perempuan untuk mencepol rambut, terutama menguncir rambut dengan gaya ekor kuda. Gaya kuncir ekor kuda yang menunjukkan tengkuk leher ini dianggap bisa membangkitkan gairah seksual para siswa laki-laki di Jepang. Karena kurangnya orang-orang yang mengkritik, para siswi jadi tidak punya pilihan selain menuruti dan mematuhinya.

Jepang memang terkenal dengan peraturan-peraturan aneh lainnya, seperti kaos dalam seragam hanya boleh warna putih, tidak boleh memakai bra, larangan memakai celana dalam, dan masih banyak lagi.

Dikutip dari VOA Indonesia, mulai April nanti lembaga pendidikan Jepang akan menghapus 5 aturan pada sekitar 200 SMP di Tokyo yang dianggap ‘sudah ketinggalan jaman’. Beberapa di antaranya aturan yang mewajibkan siswa memiliki rambut hitam, dilarangnya gaya rambut tertentu, dan warna pakaian dalam yang harus berseragam.

Langkah ini diambil setelah tahun lalu lembaga pendidikan Tokyo melakukan survei terkait kebijakan-kebijakan itu di 240 sekolah di Tokyo. Namun, beberapa sekolah tetap memberlakukan aturan tertentu, seperti para murid di Jepang harus memberikan bukti bahwa rambut mereka memang keriting secara alami atau tudak berwarna hitam.

Hmm, ada-ada saja ya. Bagaimana menurut Mommies? Masih lebih bersyukur sekolah di Indonesia, kan?

Cover image: Freepik

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top