10 Respon Bijak Para Mommies Saat Disuruh Nambah Anak, Nomor 5 Paling Kocak!

Parenting & Kids

RachelKaloh・31 Oct 2021

detail-thumb

Saat mulai gerah saking seringnya disuruh nambah anak (siapa, sih, emang, main nyuruh-nyuruh aja? Hahaha!), begini respon bijaknya. 

Thanks to pandemi, acara kumpul-kumpul tatap muka, baik itu acara keluarga maupun arisan tidak lagi “wajib” dilakukan. Alasannya, demi keselamatan kita semua. Ternyata, nggak cuma sehat secara fisik, jiwa juga rasanya lebih sehat, karena jadi nggak perlu mikirin gimana caranya basa-basi saat menghadapi pertanyaan yang terlalu basi, salah satunya, “Kapan nambah (anak) lagi?”

Ya, meski pertanyaan ini bisa saja dilontarkan secara virtual maupun di WA grup, setidaknya kita punya 10 respon yang cukup bijak yang bisa kita jadikan template buat mereka yang suka kepo. Berikut jawaban dari para Mommies (dan Daddies) yang berhasil saya kumpulkan. Silakan dicatat, ya!

“Hehehe!”

Iya, maksudnya nyengir! Saya kira banyak ibu-ibu yang kian menjadikan nyengir sebagai senjata, karena nggak tahu mesti jawab apa. Mau jujur, takut nggak sopan, mau yakin bilang enggak, takut yang terjadi malah sebaliknya. Jadi, “hehehe” to the rescue.

“Iya, besok!”

Besok itu, kan, artinya luas, ya, bisa tahun depan, bisa dua tahun lagi, bisa lupa! Yang penting, merespon. Masalah beneran jadi apa engga, memangnya butuh approval?

“Terserah kapan Tuhan mau kasihnya”

Saya yakin ketika kita merespon dengan kalimat ini, orang yang bertanya pasti akan melanjutkan dengan kalimat, “Amin, aku doain yang terbaik, ya!” Oke, sip, lanjut melipir!

“Buat kami satu anak saja cukup, karena punya anak bukan perkara ngasih makan saja.”

Cukup tegas, tapi rasanya masih sopan dan bisa diterima, kok. Apalagi jaman sekarang, kurang jelas apa, coba, kalau orangtua memang harus berpikir berkali-kali saat berencana punya anak (lagi).

“Anak kucing, kan, maksudnya? Mauu banget!”

Hihihi, ngeles aja, ke sesuatu yang memang lebih kita ingini untuk terjadi. Nambah anak kucing atau anak anjing, gitu, maksudnya!

“Doain aja, ya!”

Kalimat ini juga pasti bakal diikuti dengan doa beneran. Karena si penanya tentu akan langsung “ngeh” kalau kitapun juga sedang berharap untuk mendapatkan anak lagi. Kecuali, kalau memang kita juga sudah nggak mau, ya. 

“Saya ikut program pemerintah, dua anak cukup!”

Untungnya dari pemerintah juga menyarankan hal yang masuk akal. Tapi, kalimat ini baru bisa dipakai kalau anak sudah 2, nih, Mommies! Kalau baru satu, yang ada malah ditagih, suruh ikutin program pemerintah, ck ck ck!

Baca juga: 7 Tanda Kakek dan Nenek Toxic, Menurut Para Ahli

“Sabar, ya, tunggu tanggal mainnya!”

Kalimat santai, tapi yang nanya pasti nggak tahu, kan, kalau mungkin saja jawaban ini dilontarkan dengan penuh keresahan karena memang sedang terus berusaha biar bisa bertambah anaknya. Itulah, ya, penyakit orang-orang yang kepo, boro-boro mikirin perasaan, salah jawab dikit dibilang baper.

Senyum sambil melipir

Banyak juga, nih, Mommies yang menyarankan untuk tetap kasih jawaban berupa senyuman saja, tapi jangan lama-lama di situ alias kabur aja. Ini pun berlaku hanya ketika bertatap muka sama si penanya. Kalau ditanya via WA grup, kasih sticker “melipir” aja, gimana?

“Sudah cukup, soalnya nggak yakin mampu ngelihat biaya lahiran sama sekolah yang nggak pernah turun dari tahun ke tahun”

Dan memang, alasan ini, kan, yang bikin kita mikir saat mau punya anak lagi? Rasanya, sih, kalau disampaikan dengan tetap tersenyum, apalagi ke orang yang kenal dekat, harusnya tersampaikan, ya. 

Kalaupun si penanya nggak lelah juga alias nanya terus, ya sudahlah! Ingat lagi pepatah: “Anjing menggonggong, kafilah berlalu”, Bun!

Atau, Mommies mau menambahkan?

Baca juga: Selain Daddy Issues, Ada Mommy Issues yang Juga Perlu Dipahami

Image by tirachardz - www.freepik.com