Now Reading
Braxton Hicks, Kapan Harus Panik?

Braxton Hicks, Kapan Harus Panik?

RachelKaloh

Braxton hicks alias kontraksi palsu umumnya muncul di minggu-minggu akhir jelang HPL. Bagaimana membedakannya dengan kontraksi beneran?

Bicara soal Braxton Hicks, yang nempel di kepala saya, tuh, salah satu scene di Friends. Inget, kan, ketika Rachel merasakan kontraksi palsu, kemudian lari ke rumah sakit, sampai di sana, kata dokter itu hanya braxton hicks. Nggak lama begitu Ross datang, Joey mencoba menjelaskan dengan, “Something called Braxton Hicks contraction”. Kemudian dijawab sama Ross, “That’s not a big deal. Most women don’t even feel them.” Kemudian, respon Rachel:

Ya, gimana, ya, dibilang sakit, memang tentu beda rasanya dengan sakit ketika kontraksi benerannya datang. Belum seberapa, lah, istilahnya. Namun, braxton hicks tidak jarang membuat para bumil nggak nyaman, dan tentu, bertanya-tanya, terutama mereka yang usia kehamilannya sudah makin dekat dengan Hari Perkiraan Lahir (HPL). Biar nggak panik, pahami dulu tentang braxton hicks berikut ini, ya!

Tanda-tanda umum braxton hicks

Sebetulnya, braxton hicks atau kontrasi palsu ini merupakan persiapan rahim untuk menghadapi persalinan dan biasanya akan muncul lebih sering sebagai tanda melahirkan semakin dekat. Bahkan, kontraksi sudah bisa dialami oleh ibu hamil sejak usia tujuh minggu. Akan tetapi, ukuran rahim yang belum terlalu besar membuat bumil seringkali tidak bisa merasakannya. 

Masuk usia 16 minggu, kontraksi palsu ini makin terasa. Biasanya, ditandai dengan otot-otot rahim mengencang. Atau, terasa kencang di bagian perut. Kalau Mommies menempelkan tangan di atas perut, akan terasa otot perut yang menegang. Pada umumnya, kontraksi ini berlangsung selama kurang lebih 30 detik, tidak lebih dari dua kali per jam dan mungkin saja terjadi beberapa kali dalam sehari. 

Braxton Hicks vs “Gelombang Cinta”

Lalu, bagaimana membedakan ketika “gelombang cinta” alias kontraksi beneran atau kontraksi persalinan datang? Selain dari waktu terjadi, durasi, frekuensi dan rasa yang timbul dari kontraksi tersebut, berikut cara yang bisa membantu kita melihat perbedaannya dengan lebih jelas. 

  • Kontraksi palsu atau braxton hicks hanya terjadi 1 sampai 2 kali dalam satu jam dan hanya muncul beberapa kali dalam sehari. Tidak ada frekuensi karena munculnya pun tidak teratur dan jarak waktu kontraksi tidak berdekatan. Sementara, kontraksi persalinan akan semakin sering datang ketika kita semakin dekat dengan waktu persalinan. Datangnya teratur dan jarak waktu antara kontraksi akan lebih pendek.
  • Durasi kontraksi palsu biasanya kurang dari 1 menit, sedangkan kontraksi persalinan biasanya bisa terjadi lebih dari 1 menit.
  • Seiring dengan perubahan aktivitas fisik yang kita jalani, maka kontraksi palsu akan berhenti dengan sendirinya. Kita juga mungkin cenderung mudah lupa karena sensasi kontraksi palsu tidak terlalu terasa. Sementara, kontraksi persalinan justru bakalan sampai bisa menghentikan aktivitas kita karena rasa yang timbul makin dahsyat.
  • Kalau kontraksi palsu hanya terasa di bagian depan perut, kontraksi persalinan menyebar dari bagian punggung bawah, ke arah depan, sampai seluruh tubuh biasanya “ikut” merasakannya.

Baca juga: Tips Aman Mempercepat Pembukaan Persalinan

Apa yang perlu dilakukan ketika braxton hicks datang?

Sebetulnya, sih, tidak ada yang perlu dilakukan, since, rasanya tidak sakit dan tidak mengganggu. Namun, Mommies bisa:

  • Duduk atau agak menyandar sedikit di kursi dengan permukaan yang empuk atau di atas kasur, karena biasanya kontraksi timbul selepas melakukan kegiatan fisik atau ketika kita sedang kelelahan.
  • Bila kontraksi palsu datang saat Mommies sedang berolahraga, silakan duduk dan berhenti sebentar dari kegiatan tersebut.
  • Bila dirasa tidak mengganggu, Mommies bisa mencoba untuk berjalan dan menggerak-gerakkan tubuh. Namun, tidak perlu dengan gerakan yang berat atau kencang, ya!
  • Atur napas. Inilah perlunya berlatih pernapasan jelang kehamilan, karena selain berguna untuk menghadapi persalinan, Mommies bisa menenangkan diri ketika kontraksi palsu datang jelang HPL.
  • Minum segelas teh dapat memberikan kenyamanan yang Anda butuhkan.

Kapan perlu panik?

Meski tidak perlu panik, tetapi kita patut waspada selalu, ya. Apalagi kalau usia kehamilan sudah masuk trimester ketiga, di antara 35-37 minggu. Bila dalam waktu tersebut kontraksi terjadi lebih dari 4 kali dalam satu jam, maka waspada terhadap kemungkinan terjadinya persalinan prematur. Banyak ibu yang sekarang ini menggunakan bantuan aplikasi untuk menghitung kontraksi yang datang. Akan tetapi, bila kontraksi terjadi secara intens, diikuti dengan keluarnya cairan ketuban, maka Anda perlu segera ke rumah sakit. 

Baca juga:

17 Cara Mengurangi Sakit Kontraksi

6 Pertanyaan Seputar Kehamilan di Masa Pandemi Covid-19

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top