Now Reading
10 Fakta Vaksin Pfizer Biar Tak Ragu dan Takut Lagi Divaksin

10 Fakta Vaksin Pfizer Biar Tak Ragu dan Takut Lagi Divaksin

dewdew
fakta vaksin pfizer

Meski kita tidak perlu pilah pilih vaksin, memelajari fakta vaksin Pfizer berikut ini bisa bikin kita tambah pengetahuan dan nggak ragu untuk divaksin.

Vaksin Pfizer sudah tiba di Indonesia. Pemerintah pun nggak pakai tunggu lama-lama supaya vaksin Pfizer bisa segera diberikan ke seluruh lapisan masyarakat demi terwujudnya herd immunity terhadap Covid-19. Meski vaksin Pfizer sendiri sudah digunakan di banyak negara dan menunjukkan efikasi tinggi, masih saja, nih, ada yang ragu untuk menerima vaksin tersebut. Nah, supaya nggak ragu dan takut untuk divaksin Pfizer, cek fakta-fakta vaksin Pfizer berikut ini, yuk!

Menggunakan teknologi mRNA

Vaksin Pfizer menggunakan teknologi terbaru berbasis versi sintetis molekul virus SARS-CoV-2 yang disebut messenger RNA atau disingkat menjadi mRNA. Metode mRNA sendiri memiliki teknik genetika khusus, yaitu dibuat dengan memberikan suatu potongan protein spike yang biasa terletak di permukaan luar virus corona. Ketika kemudian vaksin diberikan pada seseorang, sistem kekebalan tubuh akan merespon dan menciptakan antibodi terhadap protein spike tersebut. Sehingga ketika orang yang sudah divaksin Pfizer terpapar dengan virus corona, antibodi yang telah tercipta akibat pemberian vaksin akan siap menyerang virus tersebut.

Sebelum vaksin Pfizer, sampaikan kondisi medis dengan detil

Fakta vaksin Pfizer berikutnya adalah, demi menghindari efek samping yang mungkin membahayakan diri mommies dan keluarga, pastikan mommies menyampaikan kondisi medis secara detil saat screening kesehatan, seperti:

  • memiliki alergi
  • pernah mengalami miokarditis (radang otot jantung) atau perikarditis (radang selaput di luar jantung)
  • sedang demam
  • mengalami gangguan pendarahan atau sedang menjalani pengobatan yang menggunakan pengencer darah
  • memiliki kondisi immunocompromised atau sedang menjalani pengobatan yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh
  • sedang hamil atau berencana untuk hamil
  • sedang menyusui
  • telah menerima vaksin COVID-19 lainnya
  • pernah pingsan karena disuntik

Sudah bisa diberikan untuk usia 12 tahun ke atas

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Rondonuwu menginformasikan bahwa Kemenkes telah mengizinkan vaksin Pfizer bisa diberikan untuk anak usia 12 tahun ke atas. Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito dalam Konferensi Pers penerbitan Emergency Use Authorization (EUA).

Baca juga: Sanksi Yang Didapat Jika Menolak Vaksin Covid

Kandungan lengkap pada vaksin Pfizer-BioNTech

Kalau mommies ingin tahu lebih detil, maka kandungan yang terdapat pada vaksin Pfizer adalah sebagai berikut:mRNA, lipid ((4-hydroxybutyl)azanediyl)bis(hexane6,1-diyl)bis(2-hexyldecanoate), 2 [(polyethylene glycol)-2000]-N,Nditetradecylacetamide, 1,2-Distearoyl -sn-glisero-3-fosfokolin, dan kolesterol), kalium klorida, kalium fosfat monobasa, natrium klorida, natrium dibasa, fosfat dihidrat, dan sukrosa. Pastikan mommies tidak memiliki alergi atau sedang dilarang mendapatkan kandungan-kandungan tersebut di atas. Paling benar, sih, konsultasikan dulu ke dokter, ya.

Ada orang-orang tertentu yang TIDAK BOLEH mendapatkan vaksin Pfizer

Mommies tidak boleh mendapatkan vaksin ini jika:

  • mengalami reaksi alergi parah setelah dosis vaksin ini sebelumnya
  • mengalami reaksi alergi parah terhadap bahan apa pun yang terkandung di dalam vaksin ini seperti yang disebutkan di poin sebelumnya.

Efikasi vaksin Pfizer tinggi

Salah satu fakta Vaksin Pfizer adalah, vaksin ini termasuk salah satu vaksin dengan tingkat efikasi yang lebih tinggi dibanding vaksin lainnya. Berdasarkan data uji klinik fase 3, efikasi vaksin Pfizer pada usia 16 tahun ke atas menunjukan keberhasilan sebanyak 95,5% dan pada remaja usia 12-15 tahun sebesar 100 persen. Untuk vaksin Pfizer diberikan secara injeksi intramuscular, dalam dosis 0,3 mL. Dilakukan 2 kali penyuntikan dalam rentang waktu 3 (tiga) minggu.

Efikasi 100% untuk remaja 12 tahun ke atas

Berdasarkan hasil uji klinis, vaksin Pfizer efektif mencegah Covid-19 remaja berusia 12 tahun ke atas. Jika anak mendapatkan dua dosis vaksin Comirnaty dari Pfizer, sekitar 95 persen lebih kecil kemungkinannya terkena Covid-19 dibandingkan anak yang tidak mendapatkan vaksin. 

Di Indonesia, vaksin Pfizer diprioritaskan untuk ibu hamil dan 18 tahun ke atas

Meski disebutkan bahwa vaksin Pfizer bisa diberikan untuk kelompok usia remaja 12-15 tahun dengan efikasi mencapai 100 persen, sementara pada usia 16 tahun ke atas efikasinya menjadi 95,5 persen, namun untuk saat ini di Indonesia, vaksin Pfizer lebih diprioritaskan untuk ibu hamil dan dewasa di atas 18 tahun. Namun menurut informasi terbaru, khusus DKI, vaksin Pfizer boleh diberikan untuk usia 12 tahun ke atas. 

Efek samping vaksin Pfizer terbilang ringan

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menyampaikan bahwa efek samping yang mungkin akan dialami oleh penerima vaksin tidak akan terlalu berat, seperti:

  • Nyeri pada tempat suntikan
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Nyeri sendi
  • Demam

Baca juga: Benarkah Vaksin Covid Dapat Menyebabkan Gangguan Siklus Menstruasi?

Penurunan efikasi ditemukan pada kelompok usia 35 tahun ke atas

Dari penelitian yang belum lama dilakukan di Inggris, terhadap varian Delta, vaksin Pfizer mengalami penurunan efikasi pasca 90 hari setelah dosis penuh diberikan, hingga 75%. Namun begitu, penurunan efikasi lebih banyak ditemukan pada kelompok usia 35 tahun ke atas. Dr Sarah Walker selaku profesor statistik medis dan kepala penyidik untuk survei di Oxford tersebut, tetap menyatakan vaksin masih bekerja dengan baik. Jadi nggak perlu khawatir, ya. 

Photo by Spencer Davis on Unsplash

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top