Now Reading
8 Jenis Susu Berdasarkan Pengolahan Yang Perlu Kita Ketahui

8 Jenis Susu Berdasarkan Pengolahan Yang Perlu Kita Ketahui

dewdew
jenis susu berdasarkan pengolahan

Sebagai salah satu sumber gizi untuk keluarga, mommies harus tahu jenis susu berdasarkan pengolahan. Cek di artikel ini, ya.

Susu, tuh, sudah akrab banget, deh, ya, jadi salah satu komponen penting dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Tapi apakah mommies tahu kalau ternyata di dunia ini ada 8 jenis susu berdasarkan pengolahan? Buat yang belum tahu, yuk, kita simak. Dari sini mommies bisa menentukan, susu mana yang tepat untuk disajikan untuk keluarga.

Susu Segar

Susu jenis ini biasanya masih murni, dan tidak tercampur dengan kolostrum. Namanya segar, umumnya cuma bisa bertahan selama 48 jam saja. Nggak seperti jenis susu lainnya, susu segar nggak mengandung bahan-bahan tambahan seperti air, mineral, atau vitamin. Kalau mommies ingin menyimpan susu segar yang tidak habis, harus di dalam kulkas suhu 0-4 derajat celsius. Itupun nggak bisa lama-lama juga. Sekitar 2 hari harus habis. 

Susu Pasteurisasi

Pasteurisasi merupakan cara pengolahan susu yang membunuh bakteri patogen di dalamnya. Proses ini menghambat pertumbuhan mikroorganisme seperti virus,bakteri, serta protozoa yang bisa menyebabkan penyakit (patogen) tanpa mematikan sporanya. Caranya bisa dengan memanaskan suhu di suhu 71.5-74 derajat celsius sekitar 15 detik, lalu kemudian disimpan di chiller dalam suhu 5-6 derajat celsius. Yang perlu diperhatikan adalah, jika mommies sudah membuka kemasannya, sisa susu yang tidak habis hanya bertahan sekitar 15 jam saja. Sementara kalau belum dibuka hanya bisa bertahan dalam waktu 14 hari saja di suhu chiller 5-7 derajat celsius. 

Susu UHT

UHT merupakan kependekan dari Ultra High Temperature. Jadi bisa kita simpulkan bahwa susu UHT diolah dengan proses sterilisasi menggunakan pemanasan dengan suhu sangat tinggi. Suhunya sendiri sekitar 135-145 derajat celcius dan hanya sekitar 5 detik saja. Proses ultra pemanasan ini dimaksudkan untuk  membunuh semua mikroorganisme berbahay, termasuk bakteri atau spora namun tetap menjaga gizi yang terkandung di dalamnya. Hal ini bisa terlaksana karena pemanasannya hanya singkat saja, jadi tidak merusak nilai gizi, warna, rasa, serta aroma dari susu.

Susu Homogenisasi

Setelah melewati proses pasteurisasi, susu homogenisasi kembali diproses dengan tekanan tinggi hingga butiran lemak dari susu jadi lebih halus. Hasilnya butiran lemak tidak mengapung pada permukaan. Umumnya, nih, susu jenis ini rasanya akan lebih gurih dibandingkan susu lainnya dan harus disimpan dalam lemari pendingin agar tidak cepat rusak. Bagusnya,  selama apapun disimpan di dalam kulkas, tidak akan ada lemak yang mengapung.

Susu formula atau susu bubuk

Mommies pasti familiar banget dengan susu jenis ini. Susu formula atau bubuk merupakan salah satu susu yang populer di pasaran. Mulai dari susu ibu hamil, susu menyusui, susu untuk bayi dan balita, bahkan susu untuk lansia juga tersedia dalam formula ini. Cara pengolahannya adalah susu segar yang yang dikeringkan dengan spray dryer hingga kadar airnya mencapai 9% saja. Nah, kalau susu formula bisanya bisa ditambahkan berbagai nutrien penting seperti vitamin dan mineral hingga meningkatkan kualitas susu. 

Baca juga: Rekomendasi Suplemen Daya Tahan Tubuh untuk Anak dan Keluarga

Susu evaporasi

Susu evaporasi paling banyak digunakan sebagai bahan membuat kue, atau sebagai bahan yang ditambahkan ke dalam minuman semacam kopi atau teh. Evaporasi sendiri merupakan proses penguapan sampai cairan susu sampai susu menjadi pekat. Sayangnya proses ini membuat kadar vitamin, terutama vitamin D pada susu rusak. Itulah sebabnya banyak kalangan yang menganggap susu evaporasi bukan lagi susu yang mengandung banyak kebaikan, karena kandungan di dalamnya lebih banyak gula. Jadi memang sebaiknya bukan buat dikonsumsi setiap hari layaknya susu jenis lain. 

Susu Skim

Kalau mommies suka melihat ingredients di balik kemasan coklat, suka ada, tuh, bahannya berupa susu skim. Susu ini sebenarnya merupakan susu segar yang sudah dihilangkan kadar krimnya. Prosesnya sendiri adalah dengan cara memasak susu murni. Setelah mendidih, menggunakan teknik skimming, bagian atas yang berbentuk krim kemudian diambil. Akibatnya, kandungan lemak dari susu jenis ini sangat rendah yakni hanya sekitar 1%. 

Susu non dairy

Kalau susu non dairy, sudah pasti merupakan susu yang tidak berasal dari protein hewani. Banyak juga yang bilang kalau susu non dairy itu sebenarnya sari kacang, karena banyak diambil dari protein nabati kacang-kacangan seperti kedelai, atau almond.  Pas banget buat mommies dan keluarga yang memiliki intoleransi laktosa.  

Photo by Nikolai Chernichenko on Unsplash

QUIZ: Sejauh Mana Pengetahuanmu Tentang Baking

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top