10 Fakta Bau Vagina, Mana yang Perlu Dikhawatirkan?

dewdew

Kenali berbagai macam penyebab bau vagina, mana yang normal dan mana yang butuh perhatian khusus.

Tak perlu terburu-buru memutuskan untuk membeli atau menggunakan sabun khusus vagina. Karena sebenarnya nggak selamanya berbahaya, kok. Jika memang tak penting, produk pembersih vagina malah akan membuat vagina iritasi atau meningkatkan risiko keputihan. Kenali dulu fakta bau vagina, mana, sih, yang perlu dikhawatirkan?

Baca juga: 7 Cara Merawat Vagina Agar Sehat dan Bahagia

Bau vagina itu normal

Menurut dr. Hanny Nilasari, SpKK., sangat normal bila vagina mengeluarkan bau selama itu tak menyengat. Hal ini disebabkan bahwa vagina merupakan ekosistem bagi bakteri dan flora yang baik. Sangat wajar bila bakteri dan flora mengeluarkan aroma alami vagina.

PH normal vagina 3,5-4,5

Bakteri, flora dan cairan pada vagina berfungsi menjaga keseimbangan pH vagina. Jika sehat, keseimbangan pH vagina berkisar di angka 3,5-4,5. 

Tercium dalam jarak 30cm

Aroma vagina dapat tercium kurang lebih dari jarak 30 sentimeter. Jika vagina mengeluarkan bau menyengat dan dapat tercium dalam jarak lebih dari itu, mommies perlu berkonsultasi dengan dokter.

Makanan yang memengaruhi bau

Pola makan juga bisa memengaruhi aroma vagina, lho. Bahan makanan seperti bawang putih, bawang merah, rempah-rempah, junk food, serta daging merah turut serta memengaruhi bau vagina.

Faktor bau vagina akibat keringat

Area vagina memang cenderung berbau, karena area tersebut lembap dan tidak mendapat sirkulasi udara sebaik bagian tubuh lainnya. Apabila mommies termasuk orang yang cukup aktif, area tersebut jadi jauh lebih mudah berkeringat hingga menyebabkan bau. Don’t worry, atasi saja dengan sering berganti celana dalam. 

Antibiotik memengaruhi bakteri pada vagina

Antibiotik serta beberapa jenis obat sangat mungkin memengaruhi keseimbangan bakteri pada vagina. Bukan tak mungkin pula menyebabkan keputihan atau mengeluarkan bau. 

Jelang menstruasi vagina bisa berbau

Tak perlu khawatir ketika vagina berbau lebih kuat dari biasanya jelang menstruasi. Hal ini disebabkan adanya perubahan hormon. Baunya pun bervariasi, tergantung siklus bulanan masing-masing. 

Baca juga: Tips Bercinta Untuk Mendapat Sensasi Orgasme Serviks

Terapi hormon & pil KB

Mommies sedang terapi hormon, atau sedang mengonsumsi pil KB? Nah, ini juga bisa menyebabkan aroma vagina berbau karena memengaruhi keseimbangan pH pada vagina.  

Kebersihan vagina kurang

Kebiasaan melupakan kebersihan vagina juga bisa memengaruhi bau vagina. Termasuk malas mengganti pembalut ketika sedang menstruasi. Jadi, rutinlah ganti pembalut ketika sedang menstruasi. Bersihkan juga vagina dengan benar, menggunakan air bersih, serta diusap dari depan ke belakang setiap hari. 

Bacterial Vaginosis

Nah, ini merupakan bakteri jahat yang memicu bau menyengat pada vagina. Bacterial Vaginosis merupakan bakteri yang tumbuh lebih banyak daripada bakteri baik dan disebabkan oleh pertumbuhan bakteri Gardnerella vaginalis yang berlebih. Segera hubungi dokter spesialis kulit dan kelamin untuk penanganan yang tepat, ya.

Isi Yuk: Kuis: Vagina Edition

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top