Now Reading
Anak dan Idola: Pesan Untuk Anak Agar Bijak Pilih Idola

Anak dan Idola: Pesan Untuk Anak Agar Bijak Pilih Idola

Anak dan idola, boleh saja anak punya idola, tapi jangan sembarangan menjadikan idola itu sebagai panutan, sebab akan sangat memengaruhi hidupnya.

Semakin anak beranjak remaja, semakin seru dan aneh-aneh saja tingkahnya. Masa remaja adalah fasenya mereka mencari identitas, tak pelak, mereka membutuhkan model atau sosok yang mereka anggap mampu mendeskripsikan identitas mereka. Sosok ini diwakili oleh sang idola. Mereka mulai melakukan identifikasi diri mereka lewat sosok idola. Idola ini bisa saja dari kalangan artis, band, atlet, atau karakter anime atau fiksi favorit mereka.

Kalau dengerin curhatan teman, yang anaknya perempuan, misalnya, rata-rata mengidolakan bintang K-Pop. BTS, Exo, Suju, dan sebagainya. Lalu, kalau remaja laki, saya lihat lebih bervariasi, tergantung minat masing-masing. Anak saya, kalau ditanya, dia ngefansnya sama karakter di film-film perang, atau Youtuber, atau gamer, (yang satupun tidak saya kenali).

Apakah itu membuat saya lega? Tidak juga sih. Sepanjang masa remaja tampaknya masih akan terus degdegan, sebab remaja masih gampang berubah-ubah. Namun memang, anak perlu diberi pemahaman agar bijak dalam memilih, sebab idola akan memengaruhi cara ia membuat keputusan dalam hidup, memotivasinya, sampai ekstremnya, mengimitasinya. Apalagi kalau berkaitan dengan agama. Saya nggak mau anak saya mengagumi tokoh agama yang salah *__*.

Baca juga: 3 Hal yang Harus Dicemaskan Orangtua Saat Anak Punya Idola

Seandainya bisa diformulasikan, ketika berkaitan dengan anak dan idola, hal-hal yang saya ingin nasehatkan ke anak saya dalam memilih idola, antara lain:

Jangan silau dengan penampilan

Ambil contoh, apabila kamu mengidolakan atlet sepak bola, jangan cuma lihat gantengnya (eh, buat yang perempuan, ya), tapi juga lihat kualitasnya, teknik bermainnya, penempatan posisi, paham strategi, dan cara ia bekerja sama dengan tim. Entah suatu saat tiba-tiba kamu tertarik jadi pemain bola, jangan lantas mencemaskan hal-hal seperti sepatu apa yang dipakai, bagaimana gaya rambutmu atau warna kaus kaki yang dikenakan.

Idola juga manusia biasa, seperti kamu, seperti kita

Mereka bisa salah dan tak selalu bisa memenuhi ekspektasi kita. Tak perlu berkecil hati jika idola tahu-tahu viral ketangkap karena narkoba, atau skenario terburuk: bunuh diri. Setiap orang punya sisi hebat dan sisi buruk. Setiap orang bisa melakukan kesalahan, karena itu, penting agar kita selalu meminta maaf pada orang lain jika melakukan kesalahan dan mau belajar dari kesalahan.

Baca juga: 7 Cara Menangani Anak Keras Kepala dan Suka Melawan Orangtua

Temukan idola yang memiliki kehidupan yang kamu inginkan

Cari tahu apa yang mereka lakukan dan bagaimana mereka mendapatkannya. Bukan sekadar suka dengan quote-nya, pamerin sana-sini, tanpa mempelajari kehidupannya. Bacalah kisah orang-orang besar lewat buku biografi mereka, dan kamu akan menemukan banyak pelajaran dari hidup mereka.

Pelajari kesuksesan dan kegagalan mereka

Jadikan cara mereka menghadapi kegagalan sebagai motivasi bagi kamu. Ilmuwan terkenal seperti Isaac Newton dan Albert Einstein sekalipun punya sisi gelap dan perjuangan menghadapi kegagalan.

Hindari pilihan idola karena tren atau ikutan teman

Mentang-mentang semua teman di sekolah ngomongin K-Pop, lantas bikin kamu harus suka K-Pop juga. Tidak apa-apa jika kamu punya panutan yang beda. Hal ini justru akan membuatmu menjadi pribadi yang bukan sekadar follower yang hidupnya dikendalikan oleh tren atau orang lain. Pilih idola yang bisa memotivasimu menjadi versi terbaik dari dirimu. Teladan yang dapat membuatmu menjadi pribadi yang terus bertumbuh.

Baca juga: Apa Isi Whattsapp Group Anak Remaja

Jangan pernah menjadi versi duplikat dari idolamu

Terinspirasi dari Mahatma Gandhi? Bagus sih, tapi jangan lantas kamu ikuti mentah-mentah semua yang dikatakan Gandhi, sampai model bajunya (aha! Gandhi memintal sendiri benang untuk menjadi baju yang akan dikenakannya).  Ambil kebijaksanaannya dan kembangkan jati dirimu sendiri. Banyak anak yang saking nge-fansnya, menerapkan gaya, mengimitasi perilaku, sampai pakaian yang sama dengan panutannya. Meskipun meniru teladan itu bisa saja baik, namun kamu tetap perlu mempertahankan individualitasmu. Jangan sampai kehilangan diri sendiri dalam upaya mengikuti teladan panutanmu. Menelan mentah-mentah semua kata idola, menunjukkan bahwa kamu merasa insecure jika tampil sebagai dirimu yang asli.

Pilih panutan yang punya tujuan hidup mulia

Kita tidak akan pernah bisa menemukan seorang panutan yang sempurna, tapi temukan pribadi yang tahu siapa mereka, apa tujuannya, dan mau memperjuangkan tujuannya itu, serta berada di jalan yang benar. Bukan idola namanya kalau mereka ngetop karena menghalalkan segala cara.

Baik hati (dan tidak sombong)

Lihat bagaimana ia berinteraksi dengan orang lain dan caranya memperlakukan orang lain. Ya, janganlah pilih yang gayanya sengak dan memperlakukan orang lain semena-mena. Biar ngetopnya kayak gimana, nilainya jadi negatif.

Baca juga: Agar Anak SD dan SMP Memiliki Kemampuan Decision Making

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top