Now Reading
6 Fakta Pneumonia pada Bayi dan Anak-anak

6 Fakta Pneumonia pada Bayi dan Anak-anak

Dhevita Wulandari

Selain dapat terjadi pada orang dewasa, pneumonia juga bisa terjadi pada anak-anak dan bayi. Ini fakta pneumonia pada bayi dan anak-anak.

Pneumonia merupakan penyakit gangguan pernapasan yang berawal dari infeksi atau peradangan paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Biasanya diawali dengan adanya gangguan sistem pernapasan pada hidung dan tenggorokan karena kantung udara (alveoli) pada paru-paru yang seharusnya berisi udara menjadi berisi cairan atau nanah sehingga menyebabkan sulit dan kurangnya oksigen yang masuk ke dalam tubuh.

Agar para orangtua bisa lebih aware, yuk, ketahui fakta lebih lanjut soal pneumonia pada bayi dan anak-anak.

Indonesia peringkat ke-7 pneumonia tertinggi di dunia

Menurut data dari WHO pada 2017, Indonesia merupakan negara peringkat ke-7 di dunia dengan beban pneumonia tertinggi di mana terdapat 25.481 kematian balita karena infeksi pernapasan akut atau 17% dari seluruh kematian balita.

Banyak faktor penyebab

Berdasarkan data dari RISKESDAS pada 2018, faktor-faktor penyebabnya mulai dari ASI eksklusif yang belum terpenuhi (54%), berat badan lahir rendah (10,2%), dan belum imunisasi lengkap (42,1%). Polusi udara di ruang tertutup dan kepadatan yang tinggi pada rumah tangga juga bisa menjadi faktor. Pneumonia bisa menular melalui udara, batuk dan bersin, dan benda pribadi.

Gejalanya mirip dengan penyakit pernapasan ringan lainnya

Gejala pneumonia awalnya sulit dibedakan dengan penyakit pernapasan ringan lainnya seperti pilek dan selesma. Inilah kenapa pneumonia sering terlambat disadari sehingga banyak anak pengidap pneumonia tidak bisa mendapat perawatan yang sesuai.

Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K) sebagai Ketua Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia menjelaskan tanda-tanda yang perlu dicermati apabila anak mengidap pneumonia.

Batuk dan demam yang berkelanjutan

Gejala awal pneumonia seperti batuk, pilek, dan demam disertai lemas dan lesu yang berkepanjangan. Batuk bisa berupa batuk kering atau batuk berdahak berwarna putih, kekuningan atau kehijauan. Apabila anak mengalami gejala pneumonia, biasanya gejala akan relatif lebih lama daripada ketika pilek dan batuk karena selesma.

Kesulitan Bernapas

Gejala sulit bernapas yang ditandai dengan frekuensi napas lebih cepat. Tanda-tanda lainnya yaitu bibir dan kuku menjadi membiru akibat kurangnya oksigen dalam darah. Kesulitan bernapas pada bayi dapat lebih mudah diketahui ketika bayi sedang beraktivitas atau makan, dengan tanda-tanda seperti makan lebih sedikit atau hilang nafsu makan, rewel, tidak nyaman dan gelisah.

Baca juga: Kenali Anemi Defisiensi Zat Besi Penyebab Berat Badan Anak Susah Naik

ASI eksklusif 6 bulan

Memberikan ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan pertama sangat penting untuk membentuk daya tahan tubuh secara alami. Selain menyusui dengan ASI, memberikan nutrisi yang cukup dengan MPASI sampai anak berumur 2 tahun merupakan upaya dan pencegahan yang bisa dilakukan.

Imunisasi harus dilakukan sampai tuntas

Imunisasi merupakan salah satu cara efektif untuk mencegah pneumonia pada anak, terutama imunisasi Hib (Haemophilus Influenzae tipe b), vaksin PVC (Pneumococcus Conjugated Vaccine), dan juga vaksin campak.

Baca juga:

4 Rekomendasi Layanan Vaksin di Rumah Selama Pandemi

Semua Tentang Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top