Siapkan 5 Hal Ini Sebelum Konsultasi ke Psikolog Anak

Physical Wellness

dewdew・19 Oct 2020

detail-thumb

Belakangan konsultasi soal tumbuh kembang anak ke psikolog bukan lagi hal yang langka. Selain mengkonsultasikan kemungkinan gangguan, ada banyak orangtua berkonsultasi untuk mengetahui minat dan bakat si anak, sekadar mencari tahu penanganan yang pas untuk si pra-remaja, atau, mencari komunikasi terbaik antara anak dan orangtua.

Namun begitu, belum banyak orangtua yang tahu pasti apa yang harus disiapkan sebelum berkonsultasi atau membuat janji temu dengan psikolog. Bukan cuma daftar pertanyaan, lho, tapi juga menyiapkan si anak. Kalau anak masih di usia ‘ngintilin’ mommies ke mana pun akan dengan mudah membawa dia. Tapi, oh, tapi, belum tentu mudah membujuk anak pre-teen untuk ketemu dengan psikolog. “Emang aku kenapa?” demikian yang sering keluar dari mulut anak-anak yang sedikit lagi gede, itu.

Berikut ini adalah 5 hal yang harus disiapkan sebelum konsultasi ke psikolog anak. Semoga mencerahkan, ya, mommies.

Siapkan diri sendiri

Beberapa dari mommies mungkin mengalami kecemasan, atau kekhawatiran apa yang harus disampaikan. Terutama untuk mereka yang baru pertama kali membuat janji temu. Untuk itu beberapa hari sebelum jadwal konsultasi, ketahui cara mendeskripsikan masalah, atau mungkin mommies bisa mencari kalimat yang bisa menggambarkan perasaan mommies tentang masalah yang dihadapi.

Psikoolog Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., pernah berkata pada saya, jika sulit mengungkapkan masalah dengan verbal, cara paling efektif adalah dengan menulis. Buatlah daftar pertanyaan, pernyataan, dan ungkapan apa pun yang ingin Anda sampaikan. Lalu bacalah dengan lantang. Mendengarkan diri sendiri mengatakannya beberapa kali bisa membantu mommies mendeskripsikan berbagai hal dengan lebih jelas.

Tanyakan jika ada sesi khusus anak

Saat berkonsultasi, kebanyakan dari psikolog akan meminta sesi khusus bersama anak saja, tanpa orangtua namun untuk anak yang lebih kecil, konsultasi dengan orangtua saja bisa jadi dirasa cukup. Jadi bisa tanyakan hal tersebut saat membuat janji, ya, mommies.

Hal ini bisa membantu mommies untuk nanti menyiapkan anak bahwa akan ada waktu mommies tidak diizinkan untuk berada di sampingnya ketika sesi bincang-bincang dengan psikolog. Jadi anak sebelum ketemu sudah tahu, dan nggak tantrum ketika mommies harus keluar dari ruang konsultasi.

Siapkan anak di waktu yang pas

Pilih saat yang tenang untuk menyampaikan pada anak tentang janji temu bersama psikolog. Usahakan untuk nggak mengajak anak, terutama si pre-teen, setelah mommies habis ngomel, marah, atau misalnya ajakan ketemu psikolog terlihat sebagai hukuman karena ia melakukan kesalahan. Bantu mereka untuk memahami bahwa ketemu psikolog adalah sesuatu yang fun.

Jujur saja

Mengiming-imingi si anak untuk pergi beli es krim padahal ketemu psikolog bukan hal yang tepat. Tentu saja anak jadi kecewa, ya. Jadi jujur saja, berapa pun usia si anak. Mbak Vera Itabiliana , Sp.Psi.,Psi pernah memberikan tips kepada saya, untuk anak-anak yang lebih besar mommies bisa menerangkan bahwa yang butuh bantuan, tuh, kita orangtuanya.

Dia hanya sebagai support dalam menemukan bentuk komunikasi yang tepat. “Supaya mama nggak marah-marah melulu, supaya nggak ngomel terus, dan bisa ngobrol sama kamu dengan lebih baik, “demikian mbak Vera memberi contoh.

Yang harus dibawa

Tanyakan pada lembaga psikolog atau psikolog mommies, kira-kira adakah dokumen, laporan sekolah, surat rujukan dari dokter anak, penilaian dari psikolog sekolah, atau rapor untuk dibawa saat konsultasi. Hal ini akan makin memudahkan psikolog untuk menemukan masalah serta terapi yang tepat bila memang ternyata anak membutuhkan sesi terapi.

Bagaimana mommies? Sudah siap untuk konsul pertama ke psikolog anak? Semoga lancar, ya. Mommies yang lain, yang sudah pengalaman, mungkin bisa berbagi informasi di kolom komen, ya. Terima kasih sebelumnya.

Baca juga:

Daftar Tempat Konsultasi Psikologi Di Jabodetabek

7 Rekomendasi Layanan Psikolog Online Untuk Ketenteraman Jiwa Selama Covid-19