Now Reading
6 Fakta Tentang Milia pada Bayi, Sering Dianggap Jerawat!

6 Fakta Tentang Milia pada Bayi, Sering Dianggap Jerawat!

Jangan keliru, milia pada bayi itu bukan jerawat.

Rasanya nggak rela kalau menemukan noda di kulit wajah bayi, karena inginnya kulit bayi itu super mulus tanpa noda. Sayangnya, nggak jarang pada bayi baru lahir muncul benjolan kecil berwarna putih di sekitar hidung dan pipi. Kalau bayi mommies pernah ngalamin pasti tahu, ini namanya milia.

Sebutan lainnya yaitu kista milium. Milium yang muncul berkelompok disebut dengan milia. Milia terjadi karena adanya keratin yang terperangkap di bawah permukaan kulit bayi. Keratin adalah salah satu jenis protein yang kuat dan berserat yang ditemukan pada jaringan kulit, rambut, kuku dan gigi.

Milia bisa terjadi pada setiap orang dari berbagai usia. Namun, paling sering dijumpai pada bayi baru lahir.

Milia pada bayi baru lahir disebut milia neonatal

Milia neonatal dianggap sebagai milia primer yang muncul pada bayi baru lahir dan hilang dalam beberapa minggu. Umumnya dapat terlihat di bagian wajah seperti pipi, hidung, kelopak atau bawah mata, dagu, sekitar mulut, hingga kulit kepala dan tubuh bagian atas. Menurut Seattle Children’s Hospital yang dilansir dari Healthline, milia terjadi pada 40 persen bayi baru lahir. 

Sering disangka jerawat bayi

Banyak yang salah kaprah menyangka milia sebagai jerawat bayi. Faktanya, milia itu bukan jerawat bayi. Milia nggak berbahaya, nggak menyebabkan peradangan atau pembengkakan seperti jerawat bayi. Kebanyakan milia itu bawaan lahir, sementara jerawat bayi baru muncul sekitar 2-4 minggu setelah lahir.

Jangen dipencet!

Layaknya jerawat dewasa, milia pada bayi juga pantang dipencet-pencet. Milia cuma kurang enak dipandang saja kok, mommies, dia nggak menyakitkan apalagi menular. Jadi jangan coba-coba memencet, menggosok, mengeluarkan, atau mengoreknya, ya. Itu hanya menyebabkan muncul iritasi atau infeksi.

Bisa hilang dengan sendirinya

Kemunculan milia memang nggak bisa dicegah. Tapi kabar baiknya, milia tidak berbahaya dan tidak memerlukan perawatan tertentu. Ia akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan, dan nantinya kulit bayi akan kembali mulus, kok. Yang penting, jaga kebersihan wajah bayi dengan mencucinya setiap hari dengan air hangat dan sabun bayi yang lembut. Tidak perlu mengoleskan losion atau baby oil pada wajah bayi. 

Jenis milia lain

Selain milia neonatal, ada beberapa jenis milia lain, seperti

  • Milia primer, terjadi pada anak-anak dan dewasa, biasanya akan hilang dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan.
  • Milia sekunder atau traumatis, muncul pada kulit yang terluka, misalnya luka bakar atau lepuh, juga luka akibat ruam yang parah.
  • Milia en plaque, milia yang berdiameter beberapa sentimeter. Sering dikaitkan dengan kelainan kulit genetik atau autoimun seperti lupus discoid atau lichen planus. Umumnya terjadi pada wanita paruh baya.
  • Multiple eruptive milia, jenis milia langka yang muncul dalam kurun waktu beberapa minggu atau bulan. Milia ini tampak bergerombol pada area yang gatal.
  • Juvenille milia, jenis milia yang bisa disebabkan oleh kelainan genetik langka, termasuk Karsinoma Sel Basal Nevoid, Sindrom Gardner dan Sindrom Bazex-Dupré-Christol.

Kapan harus ke dokter?

Sebenarnya milia bukan kasus yang perlu dikhawatirkan dan nggak memerlukan penanganan medis. Tapi sebagai ibu baru, sah-sah saja kalau ingin memastikan kondisi kulit bayi baik-baik saja. Apabila milia pada bayi nggak kunjung lenyap dalam waktu tiga bulan, mommies bisa berkonsultasi dengan dokter, ya!

Baca juga:
Mengenal Kolik pada Bayi Baru Lahir
3 Gangguan Pernapasan pada Bayi Baru Lahir
Tahapan Tumbuh Kembang Bayi 0-12 Bulan, Bayi Anda Sedang Di Fase Mana?

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top