Now Reading
PJJ Bukan Memindahkan Tugas Guru ke Orang tua

PJJ Bukan Memindahkan Tugas Guru ke Orang tua

Apa yang harus orangtua pahami mengenai PJJ agar tidak merasa ini menjadi beban bahkan setelah PJJ berjalan nyaris sudah 7 bulan?

Ada pemahaman yang keliru tentang PJJ dari sisi orangtua. Mungkin sebagian orangtua berpikir PJJ berarti: “Aduh, saya harus jadi guru di rumah!” Harus berada di samping anak all the time saat Zoom meeting, memastikan pekerjaan anak benar semua, mengoreksi, siaga bantu mengerjakan tugas anak (beneran ikutan coloring prakarya anak!), dengan maksud semua yang ditugaskan kepada anak, beres.

Ini pemahaman yang keliru, jika terus dibawa-bawa, maka selamanya orangtua akan merasa PJJ itu beban. Padahal, tugas orangtua yang sebenarnya itu mendampingi bukan menggurui. Orangtua bertugas memastikan fasilitas belajar aman sehingga anak bisa belajar online dengan lancar. Selebihnya, tinggal memonitor saja.

Untuk meluruskan pemahaman orangtua tentang PJJ, saya berkesempatan mewawancarai Head of School and Curriculum Director dari I Champs Academy, Echy Saragih, S.Psi. Harapannya, semoga para orangtua lebih tercerahkan akan tugas dan perannya selama anak mengikuti PJJ, bukan lagi menganggapnya sebagai beban.

Baca juga: Memotivasi Anak Selama Pandemi Tanpa Omelan

Sebetulnya apa lingkup tugas orangtua di rumah dalam mendampingi anak melaksanakan PJJ?

Orang tua memiliki tanggung jawab hakiki, yaitu mendidik anak, namun yang jadi masalah adalah ketika tanggung jawab akademik harus dibebankan kepada orangtua secara mendadak dengan beban di luar kemampuan orantua. Pasti orangtua tidak siap. Tapi kondisi memaksa kita untuk sanggup menghadapinya. Oleh karena itu orangtua perlu memiliki “wisdom” bahwa orangtua bukan diminta untuk mengajar anak di rumah seperti guru, karena itu butuh skill khusus. Tapi, orangtua harus siap mendampingi anaknya belajar walaupun ia juga sedang bekerja. Mendampingi bukan berarti standby 24 jam, tapi sanggup menyiapkan segala kebutuhan anaknya selama proses PJJ.

Bagaimana dengan keluhan orangtua yang merasa “mendadak harus jadi guru” di rumah?

Wajar jika kaget dan bingung. Bisanya mengeluh karena belum berhasil beradaptasi dan menerima keadaan yang baru, serta belum memiliki komunikasi efektif dengan pihak sekolah. Sehingga, kesannya ada paksaan pemindahan beban kepada orangtua. Ini wajar dirasakan di awal. Tapi kalau sampai sekarang (setelah 7 bulan PJJ), masih merasa seperti itu, berarti ada yang keliru dalam prosesnya.

Sebenarnya apa yang jadi kendala orangtua sehingga PJJ terasa berat?

Kebanyakan orangtua yang merasa bebannya berat itu yang memiliki anak preschool hingga SD, karena anak usia tersebut belum sepenuhnya mandiri. Lalu sebagian orangtua tidak cepat belajar untuk urusan teknis belajar online. Selain itu, tidak ada TRUST dari orangtua ke anak.

Pikiran-pikiran seperti: “Anak saya bisa nggak ya,” “Jangan sampai anak saya bikin malu,” “Anak saya nggak boleh kalah dari anak lain,” harus dibasmi. Biasanya sekolah membuat rules tentang belajar online. Orang tua perlu latihan percaya pada anak bahwa ia mampu disiplin menaati aturan dan bisa belajar secara mandiri. Jika tidak ada trust, orangtua bakal kerepotan sendiri, kebanyakan turun tangan dalam proses belajar anak. Ini nggak baik buat anak. Konsep belajar yang sebenarnya ada pada attitude dan prosesnya, bukan hasilnya. Karena hasil belajar tiap anak bisa berbeda.

Baca juga: Tipe-tipe Orangtua Saat Menemani Anak SFH

Artinya, ini momen anak untuk berlatih disiplin dan mandiri, dan nggak apa-apa kalau anak melakukan kesalahan selama PJJ?

Betul! Di situlah tugas guru untuk memberi tahu yang benar, dan tugas orangtua untuk memantau. Jadi jangan harapkan anak untuk perfect, ini konsep yang salah.

Dari sisi sekolah, bagaimana porsi yang ideal untuk tugas-tugas anak supaya tidak memberatkan anak dan orangtua?

Pihak sekolah perlu memahami konsep belajar online yang benar. Tidak sekadar memindahkan sekolah ke rumah. Waktu belajar anak di rumah pun nggak bisa sama durasinya seperti sekolah tatap muka. Yang penting esensi pendidikan itu tetap terpenuhi. Jika ada yang memberatkan, saatnya orangtua berkomunikasi dengan pihak sekolah.

Lalu bagaimana orangtua paham akan batasan tugasnya saat anak PJJ?

Percaya bahwa anak pasti akan terbiasa dengan PJJ. Tugas orangtua sebatas mengecek pekerjaan anak, mana yang kurang, atau yang belum dikerjakan. Orangtua juga berperan sebagai motivator. Berikan kata-kata semangat, jangan mempermalukan anak saat zoom meeting, nanti anak down.

Buat orangtua bekerja, bagaimana cara mengatur agar kegiatan anak dan orangtua sama-sama berjalan lancar?

Buat yang WFH, lakukan koordinasi dengan anggota keluarga lain. Jadi orangtua dan anak bisa sama-sama online, melakukan kegiatan masing-masing. Sementara yang WFO, siapkan bersama anak kebutuhan sekolahnya dari malam sebelumnya, sehingga nggak chaos paginya. Anak juga harus dipersiapkan, tidur cukup supaya nggak mengantuk saat belajar. Intinya, harus well-prepared.

Apa tips supaya lancar mendampingi anak PJJ?

Pertama, orangtua harus well-prepared dalam segala hal, termasuk mental. Pahami bahwa orangtua harus rela menyediakan waktu bagi anak untuk PJJ ini. Kemudian, ajarkan anak untuk mandiri. Melatih practical life skills anak juga punya peran penting untuk mendukung kelancaran PJJ.

Baca juga: Perubahan Baik pada Anak Selama PJJ 6 Bulan di Rumah

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top