banner-detik
SPONSORED POST

World Allergy Week 2020: Alergi pada Anak Bisa Dicegah dengan Cara Ini

author

annisast03 Jul 2020

World Allergy Week 2020: Alergi pada Anak Bisa Dicegah dengan Cara Ini

alergi world allergy week

Sejauh mana kita paham tentang alergi? Alergi pada anak adalah sesuatu yang umum terjadi. Apa penyebabnya dan apakah bisa dicegah? Nutriclub berkolaborasi dengan Mommies Daily ingin mengedukasi tentang pencegahan alergi sejak dini di Pekan Cegah Alergi Anak (PCAA) by Nutriclub untuk merayakan World Allergy Week di tanggal 28 Juni sampai 4 Juli 2020. PCAA ini dirayakan dengan rangkaian webinar dan live session pekan #CegahAlergiSekarang bersama dokter dan KOL

Dari jurnal World Allergy Organization (2018), alergi dan penyakit yang berhubungan dengan alergi seperti asma, rhinosinusitis, dermatitis atopik, alergi makanan, obat, dan serangga terjadi pada 30% dari populasi dan dunia. Hampir 80& keluarga pasti memiliki anggota yang punya alergi. Angkanya pun terus bertambah setiap tahunnya.

Beberapa waktu yang lalu Mommies Daily berbincang dengan dokter anak dam konsultan alergi Imunologi anak, dr. Endah Citraresmi, SpA(K), MARS. Dokter Endah menjelaskan, ada 3 faktor terbesar penyebab alergi pada anak. Faktor genetik, pencetus, dan lingkungan.

“Alergi itu bakat ya, seorang anak bisa punya alergi kalau ada bakat dari orangtuanya, jadi ada faktor genetik Yang kedua, harus ada pencetus. Jadi kalau dia punya bakat tapi nggak ketemu pencetusnya, nggak muncul juga reaksi alergi,” papar dokter Endah.

“Lalu, faktor lingkungan. Kenapa sih sekarang alergi makin banyak? Karena polusi makin meningkat, itu mengapa yang alergi di kota besar lebih banyak dari yang di pedesaan. Kenapa di negara maju lebih banyak dari di negara berkembang, karena ada faktor bakat, pencetus, dan lingkungan,” ujarnya lagi.

Alergi ini juga tidak hanya diturunkan orangtua secara langsung, lho. Tetapi juga bisa diturunkan dari kakek nenek, atu bahkan saudara kandung orangtua. Namun, orangtua dengan penyakit alergi, memperbesar risiko anak terkena alergi.

“Jadi meskipun kedua orangtua tidak punya penyakit alergi, anak masih berisiko alergi 15%. Tapi kalau kedua orangtua punya penyakit alergi, risikonya jadi 60-80%,” lanjutnya.

Mommies bisa mencari tahu besar risiko alergi si Kecil dengan hasil yang personalized kurang dari 3 menit, yaitu dengan menggunakan Allergy Risk Screener by Nutriclub.

Hasilnya bisa mommies bawa ke dokter anak untuk dikonsultasikan. Kalau risikonya jadi setinggi itu, apa berarti kita sebagai orangtua harus pasrah ketika anak juga jadi punya alergi?

Kabar baiknya, alergi pada anak bisa dicegah dengan mendukung daya tahan tubuh si Kecil, salah satunya dengan memberikan nutrisi yang mengandung sinbiotik.

Sinbiotik adalah kombinasi prebiotik dan probiotik dengan komposisi seimbang. Penjelasan prebiotik. Probiotik adalah bakteri baik yang hidup sementara prebiotik adalah komponen makanan yang menunjang pertumbuhan bakteri baik pada usus. Tidak semua sinbiotik sama, pastikan pilih yang sudah memiliki bukti klinis yang dipatenkan.

Sinbiotik ini bisa ditemukan dalam SYNEO Engine, kombinasi sinbiotik yang telah dipatenkan, mengandung prebiotik oligosakaria FOS:GOS 1:9 dan probiotik B.breve . Inovasi advanced sinbiotik baru yang terdapat pada SYNEO Engine terbukti secara klinis mendukung sistem imun dalam menurunkan resiko alergi si Kecil, meskipun ia punya keturunan alergi. Lengkapnya tentang SYNEO Engine bisa dibaca di sini.

Jangan lupa follow Instagram @nutriclub_id untuk informasi lengkap program, event serta penawaran dari Nutriclub. Mommies juga bisa mencari lebih lanjut tentang pencegahan alergi dengan Digital Allergy Prevention Kit by Nutriclub di mana mommies bisa belajar secara interaktif.

Share Article

author

annisast

Ibu satu anak, Xylo (6 tahun) yang hobi menulis sejak SD. Working full time to keep her sanity.


COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan