26 Tahun Jadi Penderita, Ashley Dawson Edukasi tentang OCD di TikTok

Karena lagi-lagi, OCD itu sangat jauh dari sekadar obsesi akan kebersihan.

ashley ocd
Seorang model asal Atlanta, Ashley Dawson (26), mengidap Obsessive Compulsive Disorder, yang ia tunjukkan melalui sebuah video di akun TikTok miliknya. Di dalam video tersebut, dia memperlihatkan gerakan-gerakan tubuh yang selalu ia lakukan sebelum sarapan. Dari mengendus makanan, mengedipkan matanya bahkan menggerak-gerakkan lehernya berkali-kali, sampai akhirnya ia melahap rotinya. Melihat ini tuh rasanya miris!

Menurut International OCD Foundation, gangguan obsesif-kompulsif adalah kondisi kesehatan mental yang terjadi ketika seseorang terjebak dalam siklus obsesi dan kompulsi. Obsesi di sini maksudknya melakukan hal yang tidak diinginkan, termasuk mengalami pikiran yang menggangu, dan desakan yang memicu perasaan sangat tertekan.

Kompulsi adalah perilaku yang dilakukan seseorang untuk berusaha menyingkirkan obsesi atau mengurangi kesusahannya. Maka, biasanya, perilaku yang terlihat dari seseorang yang mengalami OCD akan sulit diterima oleh publik karena dianggap aneh.

@lapinstudios#####♬ Soap – Melanie Martinez

Menderita OCD karena PANDAS

Ashley Dawson memang baru tujuh tahun yang lalu didiagnosis OCD, namun sejak berusia 4 tahun, ia telah mengalami pemikiran yang mengganggu, perilaku ritualistik dan tics (gerakan atau vokalisasi yang mendadak dan berulang-ulang). Dia juga telah didiagnosis menderita depresi, EDNOS (Eating Disorders Not Otherwise Specified), fibromyalgia, IBS (Irritable Bowel Syndrome) dan penyakit Hashimoto.

Berat, ya. Menurut dokter, kondisinya ini mungkin disebabkan oleh serangkaian infeksi radang yang ia alami di masa kecilnya, yang kemudian memicu PANDAS (Pediatric Autoimmune Neuropsychiactric Disorders Associated with Streptococcal Infections). Duh, saya sendiri bahkan bingung bacanya bagaimana.

Berusaha membuat dirinya tidak terlihat aneh

Menurut pengakuannya, menjadi seseorang dengan OCD kerap membuatnya malu berada di tengah publik, apalagi ketika ia harus menyembunyikan tics-nya. Namun di usianya saat ini, ia akhirnya bisa menemukan cara untuk membuat gerakan-gerakannya tersebut terlihat lebih natural sehingga ia tidak harus menahan malu karena dianggap aneh. Bahkan pada akhirnya, ia pun memberanikan diri untuk meng-upload video sarapannya ini di TikTok. “Aku mau kasih liat bagaimana saat tics-ku merajalela, nggak peduli bahkan kalau ini dilihat 2.000 orang”, katanya saat diwawancara oleh Buzzfeed.

Mengubah stigma terhadap OCD lewat Social Media

Ashley mengaku bahwa OCD yang selama ini dilihat dan menjadi anggapan orang pada umumnya, sangat jauh dari realitas yang ia alami. OCD tidak hanya sebatas obsesi terhadap kebersihan, di mana orang seringkali menjuluki para OCD dengan sebutan “clean freaks”.

Justru anggapan tersebut merusak komunitas kesehatan mental dan merusak kesadaran masyarakat. “Sulit sekali menjelaskan adanya ketakutan dan rasa malu di balik penyakit ini, maka ketika orang-orang menyangka OCD hanya sebatas soal kebersihan dan berpikir bahwa ganggunan yang saya alami ini hanya sebatas bagaimana menghindarinya, sesungguhnya itu sangat keliru.”

Ashley Dawson berharap agar content-nya tersebut bisa mengakhiri stigma yang terjadi seputar penyakit mental. “Yang paling penting, saya ingin orang-orang mengerti bahwa kita, penderita OCD, juga merupakan individu yang sangat peduli, kreatif, dan empatik dengan hati besar dan otak yang terlalu aktif. Sungguh luar biasa untuk menjadi diri kita sendiri! Saya ingin lebih banyak orang dengan OCD merasa bebas untuk memperlihatkan diri mereka yang sebenarnya.”

Baca:
10 Kebiasaan Istri yang Suka Bikin Gerah Suami
10 Tanda Kesehatan Mental Anak Butuh Perhatian Saat Pandemi
Gaslighting, Kekerasan Mental yang Bisa Dirasakan Istri, Ini Tandanya!


Post Comment