Nilai Penting Tentang Karier yang Ingin Saya Ajarkan ke Anak

Ditulis oleh: Rachel Kaloh

Whether you’re a working mom or simply a SAHM, tanamkan hal ini pada anak perempuan kita.

Galau dan guilty mungkin sudah jadi makanan sehari-hari para ibu bekerja. Tapi, dengan bekerja, kita memberikan pelajaran penting pada anak, yakni komitmen. Namun, bicara soal karir pada anak, bukan berarti mereka yang bukan ibu bekerja nggak punya andil, lho, ya! Karena seseorang yang sukses dalam berkarir nggak melulu hanya belajar based on their mother’s working experience. Dalam sebuah artikel di Redbookmag.com, tips berkarir yang bisa kita ajarkan ke anak justru lebih bersifat nilai personality. Jadi, whether you’re a working mom or simply a SAHM, tanamkan hal ini pada anak perempuan kita:

Embrace your feminine qualities tanpa perlu menyalurkan sifat maskulin dengan menjadi agresif, kompetitif dan mean. Menjadi seseorang yang memiliki sifat concern pada sesama, mudah diajak bekerja sama dan mau berkompromi bukan hanya membuat kita menjadi pekerja dan pemimpin yang baik, melainkan menjadi pribadi yang baik.” - Nicole Beniamini, Wakil Presiden Edison Research dan kontributor WorkingMother.com

“Find a career that inspires you, follow your passion and do what you love and you will shine! Bukan artinya semua hal akan terasa mudah hanya karena bisa menjalani yang kita suka, namun penting untuk anak menyadari bahwa menjalani karier yang merupakan passion-nya adalah sebuah hak istimewa yang patut dijaga. Meski bukan superheroes, namun dengan menjalani karir artinya kita bisa membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Apapun pekerjaan yang dijalani, selalu ada cara untuk kita bisa membantu orang lain.” – Shirin Yadegar, CEO majalah L.A. Mom, ibu dari empat anak perempuan

Tips Tentang Karier Untuk Anak - Mommies Daily

“Go with your instincts! Menjadi karyawan maupun entrepreneur, penting untuk kita selalu menanamkan sifat keberanian, punya nyali, keyakinan, percaya diri dan kegigihan pada anak. Don’t be afraid to take risks! Take a chance every now and again! Mengejar passion itu nggak mudah, namun tentu akan sangat berharga dan menyenangkan.” - Susan (Honey) Good, penulis dan blogger serta owner HoneyGood.com

“Namanya dunia kerja, pasti kita akan menghadapi bad days. Ingatlah bahwa good times and bad times akan menjadi bagian dari hidup secara seimbang, kita perlu belajar mengatasi keduanya dengan kesabaran. Manfaatkan peluang hidup sebaik-baiknya dan belajarlah dari setiap peluang maupun tantangan yang kamu temui.”

“Make time for family! Jangan biarkan pekerjaan memengaruhi cara kita berhubungan dengan anggota keluarga. Saat di rumah, keluargalah yang menjadi hal utama. Pantang bawa pulang urusan kantor yang bikin stres! Dalam situasi tegang, penting untuk tahu kapan kita wajib memperjuangkan ide kita. Punya keberanian untuk berpegang teguh terhadap apa yang kita yakini sangatlah penting.” - Chanda Kochhar, CEO dan Managing Director bank ICICI

“Dunia ini mungkin dikuasai oleh pria, maka sangat penting bagi wanita untuk saling support satu sama lain, khususnya di dunia kerja. Dua kesempatan paling besar yang pernah saya alami dalam perjalanan karir saya, dilatarbelakangi oleh peran para wanita sukses dengan posisi mereka yang powerful.- Lauren Graham, aktris dan penulis

“Bias sangat wajar terjadi dalam lingkungan pekerjaan, namun kita bisa mengoreksinya. Ketika kita (wanita) diinterupsi, kita punya hak untuk membela diri dengan menegaskan pandangan kita, meskipun posisi kita hanyalah junior.” – Sheryl Sandber, COO Facebook.

“Kita harus bisa menerima bahwa keputusan yang kita ambil tidak akan selalu tepat, pasti ada saatnya kita screw up! Namun, kita perlu mengerti bahwa kegagalan bukanlah lawan, melainkan bagian dari kesuksesan.” – Arianna Huffington, Co-founder The Huffington Post, CEO Thrive Global

“Seberapapun lamanya kita bekerja di satu perusahaan, akan selalu ada hal baru yang bisa kita pelajari. Komitlah pada diri sendiri untuk selalu memiliki keinginan dalam memperkaya ilmu, skill dan keahlian diri. Jadilah murid yang tidak pernah berhenti belajar.” – Pam Alabaster, Sr. Vice President Corporate Communications L’Oreal Amerika

Baca juga:

Drama Selama Work From Home

Ajukan Pertanyaan-pertanyaan Ini Sebelum Resign

Menerima Kritik Itu Memang Sulit Ya!


Post Comment