Dana Pendidikan Anak Hingga Kuliah, Dari Mana Menyiapkannya?

Dana pendidikan, jadi pertimbangan banyak orangtua yang menganggap pendidikan adalah investasi terbaik. Dari mana menyiapkannya?

Di Jakarta, pilihan TK dan SD banyak sekali. Sampai-sampai sangat bisa untuk memilih sekolah yang sesuai dengan karakter anak, kemampuan orangtua, dan banyak faktor lain. Tidak sesederhana masalah jarak dari rumah. Bagaimana dengan biayanya? Dari mana menyiapkannya?

menyiapkan dana umrah

Gaya belajar anak dan kurikulum

Yang terpenting menurut saya ini dulu sih. Karena saya sering mendengar orangtua yang komplain pada sekolah karena terlalu menekankan sisi akademis sehingga anak stres. Padahal sejak awal, sekolah memang menggunakan kurikulum yang memang menitikberatkan pada sisi akademik.

Jadi perlu sekali mengenali dulu gaya belajar anak dan kira-kira cocok di sekolah dengan kurikulum seperti apa? Baru setelah itu persempit pencarian hanya di sekolah yang kurikulumnya cocok dengan gaya belajar anak. Kalau bingung, mommies bisa datang ke biro psikologi dan melakukan tes kesiapan masuk SD.

Tentang gaya belajar anak bisa dibaca di sini: Mengenali Gaya Belajar Anak: Visual, Auditori atau Kinestetik?
Tentang tes kesiapan masuk SD bisa dibaca di sini: Tes Kesiapan Masuk SD, Apa dan Bagaimana?

Cek kemampuan diri

Sudah punya cash flow dan neraca keuangan? Dari situ bisa terlihat seberapa mampu kita membayar uang bulanan/SPP dari cash flow. Seberapa mampu (atau seberapa banyak kita perlu menabung) dari posisi kekayaan bersih di neraca sebagai sumber dana.

Yang perlu diingat, jangan memaksakan diri masuk ke sebuah sekolah hanya karena kita mampu membayar uang pangkalnya. Selain SPP bulanan, membiayai anak sekolah itu masih ada field trip, katering, ekskul, jemputan, sampai biaya tidak terduga seperti hadiah ulang tahun teman sekelas dan lain sebagainya. Jadi pastikan diri untuk mampu membayar biaya lain-lainnya juga.

Hitung kebutuhan dan pilih produk investasinya

Uang pangkal sekolah mengalami kenaikan 8-10% setiap tahunnya. Hitung dengan membuat tabel berisi:
– Tujuan sekolah
– Uang pangkal sekarang
– Perkiraan uang pangkal di masa depan
– Target return investasi
– Jumlah yang harus diinvestasikan per bulan/per tahun.

Buat tabel seperti ini untuk setiap anak ya!

Produk yang bisa dipilih bergantung pada jangka waktu akan dicapai. Untuk jangka pendek (1 tahun atau kurang) maka pilih tabungan biasa, untuk jangka waktu 1-5 tahun bisa menggunakan reksa dana pasar uang, untuk jangka waktu 5-10 tahun bisa menggunakan reksa dana pendapatan tetap dan di atas 10 tahun bisa menggunakan reksa dana saham atau saham.

Untuk kuliah, karena biayanya tinggi (apalagi jika ingin kuliah di luar negeri), maka sebaiknya disiapkan sejak anaknya lahir. Jadi siapkan dalam satu waktu biaya untuk TK, SD, dan kuliah. Kecil tak apa, tapi menabungnya sudah dimulai. Saat SD, baru mulai menabung untuk SMP dan SMA.

Semoga bisa membantu menyiapkan dana pendidikan si kecil ya, moms!


Post Comment