Jevier Justin, “If You Are a Good Husband, Then You Are a Good Father”

Hai para ayah yang mengaku sangat sibuk dengan pekerjaan, sejenak coba resapi obrolan MD dengan Jevier Justin. Ironis kalau mengaku kerja buat keluarga, tapi jarang ada di rumah.

Jevier Justin - Mommies Daily

Kondisi di atas yang saya ceritakan, tentu pengecualian untuk para ayah yang kerjanya di luar kota atau luar negeri, terkondisikan jauh dari keluarga.  Apa yang MD obrolin bersama Jevier Justin untuk para ayah yang memang tinggal bersama keluarga di lokasi yang sama.

Bagi Jevier Justin (32), sesibuk apapun dia shooting sebagai host Insert Live, dan menjalankan bisnis kuliner ia punya komitmen tinggi, bahwa kehadirannya tetap menjadi prioritas nomor satu untuk keluarga. Ketika punya waktu bermain bersama anak, nggak sekadar ada secara fisik. Tapi sebisa mungkin juga terlibat secara emosi. Waktu ngobrol lewat telepon, kami sepakat menyebutnya dengan “hadir secara utuh untuk keluarga.” Menyingkirkan sejenak gadget, karena menurut Jevier, benda tersebut sangat berpotensi memecah fokus kita saat main sama anak-anak.

Meski tidak ada sosok ayah yang sempurna, kata Jevier, semua laki-laki bisa menjadi ayah yang baik, tapi memang harus belajar menjadi suami yang baik dulu untuk pasangan. Makin salut, dengan bagaimana Jevier dan pasangan Tiffany Justin (31) menyikapi hadirnya titipan dari Tuhan, anak pertama mereka Shannuel (4) dengan special need.

Bagaimana detailnya perbincangan MD dengan Jevier, ayah dari Shannuel (4) dan Nicholas (2)? Silakan disimak, mommies. Lebih baik lagi bacanya barengan sama pak suami, ya :)

Kamu itu tipe ayah yang seperti apa?

Saya itu ayah yang mementingkan keluarga di atas pekerjaan, hobi dan lain-lain. Menurut saya seorang pria kalau bilang “kerja untuk keluarga”, tapi nggak pernah ada di rumah, nah itu bukan ayah yang baik. Jadi lebih baik bisa seimbang, karena kalau tidak bisa seimbang, artinya mungkin dia lebih sanggup untuk menaklukkan masalah di luar daripada masalah di dalam rumah tangga. Akan sangat ironis, jika si ayah bisa rapat berjam-jam, tapi main sama anak tidak bisa. Saya ayah yang selalu berusaha hadir secara utuh untuk keluarga.

Shannuel hadir dalam keadaan istimewa di tengah kalian, hikmah apa yang mas dapat dari situasi ini?

Jevier Justin - Mommies Daily

Sebenarnya justru Shan ini yang mengubah kehidupan kami – cara pandang kami terhadap masalah dan dunia. Dia juga yang selalu jadi mood booster kami, dan membuat kami bersyukur. Kami tidak membandingkan masalah, Shan saja kuat menghadapi berbagai macam terapi dari pagi hingga sore atau malam. Tapi dia tetap semangat menjalankan itu semua. Jadi menurut saya kami yang justru banyak belajar, agar tidak mudah menyerah.

Pesan kamu untuk para ayah dan keluarga yang dikaruniai anak dengan special need?

Tuhan kirimkan anak ini bukan sebagai masalah, tapi sebagai berkat yang terselubung. Sebelum mencoba mengubah anak kita, kita harus terlebih dahulu mengubah diri sendiri – ubah cara pandang kita. Tuhan tahu yang terbaik buat kita, tetap beriman untuk kesembuhan, karena kalau bukan orangtuanya yang melakukan itu, siapa lagi? Sebagai orangtua harus tetap berjuang untuk kesembuhan anak, tapi juga jangan lupa untuk berserah.

Sekarang kita beralih ke soal pekerjaan, ya. Mas punya rahasia kah kerja dengan efisien?

Jevier Justin - Mommies Daily

Kalau kerja, ya, fokus kerja aja. Tidak diselingi dengan main gadget misalnya. Atau pas lagi nge-gym, ya sudah fokus olahraga saja. Setelah selesai nge-gym saya langsung pulang. Jadi apapun yang saya lakukan, dijalani dengan penuh komitmen.  

Apps yang kamu pakai untuk memanage karier?

Karena sekarang eranya social media, untuk karier saya menggunakan Instagram. Lewat apps ini saya bisa tetap terhubung dengan followers saya, membagi informasi-informasi baik, dan tentu untuk networking. Dan Instagram saya, saya kelola sendiri. Social media saya hanya punya Instagram, fokus di situ saja.

Untuk olahraga favorit kamu apa?

Jevier Justin - Mommies Daily

Saya itu nggak bisa melewati hari tanpa olahraga, seminggu minimal tiga kali. Maksimalnya setiap hari sampai Jumat saja tapi, akhir pekan untuk keluarga. Saya rajin olahraga, karena sudah merasakan, laki-laki di atas usia 30 tahun wajib olahraga, supaya hormon endorfinnya keluar. Oh iya, perempuan juga sebaiknya olahraga, lho, supaya nggak cepat menapouse. Olahraga saya nge-gym, karate, dan Brazilian Jiu Jitsu.

Punya buku andalan terkait ilmu parenting, karier atau pernikahan?

Iya punya. Cerita sedikit dulu, ya. Saya termasuk orang yang suka baca. Saya terbiasa baca Alkitab, dan menurut saya kalau sudah terbiasa baca Alkitab, akan mudah membaca buku-buku lainnya. Menurut saya, kita tidak boleh berhenti belajar. Artinya, ilmu yang kita pelajari itu, kita nggak tahu butuhnya kapan. Misalnya menggali potensi dalam diri masing-masing, apapun itu les gitar, piano dan lain-lain. Karena ke depannya, misalnya kita semakin tua, dan tidak mencoba mengasah potensi diri, maka kemampuan berpikir kita makin tumpul.

Kalau buku lainnya, judulnya Happily Ever After. Saya suka baca buku tentang pernikahan karena, “if you are a good husband, then you are a good father”, hal yang juga berlaku untuk sosok istri dan ibu. Karena menurut saya harus dibenahi dulu relasi suami istri, baru relasi pasangan ini bisa menjadi sosok ayah dan ibu yang baik.

Me time seorang Jevier apa?

Mungkin bentuk me time saya tidak bisa seperti seperti dulu, ya, seperti ke hangout ke café. Masanya sudah berbeda, jadi me time saya bisa dinikmati berdua dengan istri. Soalnya kalau benar-benar me time, untuk saya pribadi, kok jadinya seperti egois, ya. Paling memungkinkan, ya, pas olahraga tadi. Untuk seorang pria berumah tangga, jangan terlalu banyak nuntut selalu punya waktu untuk hobi atau me time. Soalnya dalam sehari kita hanya punya waktu 24 jam, sementara ada keluarga yang butuh quality time dengan kita, para ayah dan suami.

Dukungan keluarga seperti apa, yang kamu rasakan sangat bermanfaat, agar selalu semangat?

Jevier Justin - Mommies Daily

Istri saya Tiffany, dan anak-anak sangat mengerti, ketika hari libur tapi daddy-nya tidak bisa pergi bersama keluarga karena ada shooting mendadak. Soalnya profesi saya tidak bisa mengharapkan saya juga libur, di saat orang-orang libur. Tapi ya enaknya, ketika orang lain kerja, kita bisa libur. Contohnya pas lebaran, orang-orang mudik, tapi kan TV harus tetap siaran, mau nggak mau kita juga shooting.

Ketika anak dan pasangan sudah sangat mengerti keadaan kita, sebaiknya diimbangi dengan quality time dengan keluarga, bisa berenang, jalan-jalan ke mall, dan lain-lain.

Sebagai manusia biasa, ada kalanya kita bosan dengan pekerjaan dan rutinitas. Apa kiat untuk mengatasi kebosanan tersebut?

Bosan itu pasti ada, ya. Tapi kita itu harus belajar “skill of resting not quiting”. Jadi kadang sebagian orang ketika bosan mereka stop, nah menurut saya sebaiknya istirahat sebentar, bukannya stop, cari kegiatan yang baru. Misalnya kalau saya lagi bosan shooting, saya bisa mencoba hobi baru blogging, apapun itu yang tetap bisa bermanfaat dan mengasah otak kita. Setelah itu balik lagi passion awal kita, yang penting jangan berhenti.

 


Post Comment