Mimpi Saya Ketika Lanjut Usia

Walau masih dua puluh tahun lagi memasuki usia lanjut, saya sudah memiliki bayangan ingin seperti apa dunia lanjut usia yang saya jalani. Seperti ini ….

Memasuki usia awal 40-an, saya mulai membayangkan, apa yang akan terjadi pada saya ketika saya pada akhirnya menjadi seorang lansia? Banyak lansia di sekitar saya yang menjadi contoh seperti apa kehidupan lansia yang saya inginkan dan saya ingin hindari.

Berhubung berandai-andai itu bebas dan nggak dipungut biaya, berhubung membuat perencanaan juga masih bebas, maka saya membayangkan bahwa sebagai seorang lansia maka hidup saya akan …

Mimpi Saya Ketika Lanjut Usia - Mommies Daily

a. Memiliki kesehatan yang baik

Saya nggak bicara tentang wajah awet muda, kulit bebas keriput. Tapi tentang kondisi fisik yang cukup sehat dan kuat sehingga saya bisa menikmati setiap detik kehidupan usia senja saya. Tidak memiliki penyakit yang aneh-aneh. Yaah kalau sekadar tulang linu, masih dimaafkanlah ya.

b. Memiliki dana pensiun yang cukup

Tidak perlu menyusahkan anak-anak atau pun orang lain. Ada bujet untuk biaya hidup sehari-hari dalam standar yang cukup. Makanya jangan terlambat menyiapkan dana pensiun. 

Baca juga:

Ketika Mertua Merongrong Jatah Bulanan

c. Ada tempat tinggal yang nyaman

Standar nyaman masing-masing orang tentu berbeda, setidaknya versi saya, ada rumah atau apartemen atau bahkan panti jompo (btw panti jompo sekarang sudah bagus-bagus lho!) tempat saya bisa beristirahat, melakukan hobi, bermain bersama binatang peliharaan hingga menerima tamu dan bersosialisasi.

d. Menyaksikan anak-anak saya menjalani hidup bahagia

Ya, saya ingin anak-anak saya bahagia dengan hidupnya. Dan menikmati kebahagiaan mereka di usia senja adalah salah satu harapan serta doa saya kepada Tuhan.

Baca juga:

Ingatkan Saya Kelak Ketika Anak-anak Beranjak Dewasa

e. Berada di negara yang menghargai kehadiran lansia

Saya tidak pernah bermimpi menetap di luar Indonesia. Maka saya berharap, kelak Indonesia menjadi negara yang jauuuh lebih ramah untuk lansia dibanding saat ini.

f. Rutin traveling

Saya tidak ingin usia tua membatasi saya untuk traveling. Karena dengan traveling saya merasa lebih hidup.

g. Dihargai dan dicintai

Semoga saya tidak pernah menjadi lansia yang merasa kesepian dan kerap bertanya-tanya, di mana keberadaan anak-anak saya, hanya karena mereka terlalu sibuk dengan dunianya. Tak perlu setiap hari bertemu, tapi sesekali berkunjung dan rutin berkomunikasi tentu membuat hati saya merasa tenang dan bahagia.

h. Menjadi lansia yang berbahagia

Saya tak ingin menjadi nenek-nenek grumpy yang menyesali hidup. Saya ingin menjadi nenek-nenek yang bahagia, penuh senyum serta pikiran yang positif.

Duh, masih panjang sederet wish list yang saya miliki tentang impian saya di hari tua. Tapi membuat itu semua menjadi nyata sudah harus saya mulai dari sekarang. Karena apa yang kita jalani saat ini efeknya akan kita rasakan hingga kita tua nanti, kan?

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah membayangkan tentang dunia lansia seperti apa yang Anda miliki nanti? Mungkin berbeda dengan saya, bisa jadi ada yang sama, tapi ada baiknya kita memiliki start yang baik untuk menyiapkan hidup di masa tua nanti.

Namun sebelum kita sibuk menanti masa tua kita, jangan lupakan juga, sosok lansia yang ada di dalam hidup kita saat ini. Orangtua kita. Bapak dan ibu kita. Sudahkah kita memberikan perhatian serta cinta seperti yang kita inginkan kelak? Telepon mereka, WA, ajak pergi, kunjungi, ngobrol. Perlakukan mereka seperti kita ingin diperlakukan di masa tua kita.

Selamat memasuki bulan Oktober, bulan di mana Hari Lansia jatuh di tanggal satu ini. Peluk dan hormat saya untuk para lansia di dalam hidup saya, di dalam hidup Anda, di dalam hidup kita semua.


Post Comment