Metode Power Pumping: Koentji Kejar Setoran ASIP

Ditulis oleh: Rachel Kaloh

Metode power pumping patut dicoba untuk mengejar stok ASIP.

Buat ibu bekerja, cuti melahirkan selama tiga bulan itu rasanya antara cukup dan nggak cukup. Selain masih perlu waktu yang lebih banyak untuk beradaptasi, khususnya ibu baru, masih ada PR yang harus dikejar, yaitu menyiapkan stok ASIP buat si kecil saat kita kembali bekerja. Salah satu yang bisa dilakukan adalah menjalani metode power pumping.

Metode Power Pumping: Koentji Kejar Setoran ASIP - Mommies Daiily

Sedikit tentang Power Pumping

Power pumping sebetulnya merupakan frekuensi memompa ASI, seperti saat bayi sedang mengalami growth spurt, di mana ia akan menyusu lebih sering dan lebih banyak karena sedang mengalami masa pertumbuhan yang lebih cepat dari biasanya. Dengan menjalani metode ini, diharapkan bisa memudahkan ibu yang perlu menyetok ASIP dengan jumlah banyak.

Metode power pumping sendiri dapat dilakukan dengan cara:

1. Pompa ASI selama 20 menit, lalu istirahat selama 10 menit.
2. Pompa ASI 10 menit, istirahat 10 menit, lalu pompa lagi 10 menit.
3. Pompa ASI selama 10 menit, lalu istirahat 10 menit dan begitu seterusnya.

Lakukan selama minimal satu jam setiap hari, selama beberapa hari berturut-turut.

Namun, cara di atas tidak mutlak. Beberapa ibu menerapkan cara lain, ada yang berturut-turut setiap jam: 20 menit payudara sebelah kiri, 20 menit sebelah kanan, lalu 10 menit kiri, dan 10 menit kanan. Yang penting, pumping dilakukan secara rutin dan konsisten.

Supaya power pumping berhasil

Beberapa tips berikut ini bisa Mommies lakukan:

– Disiplin dan konsisten adalah koentji! Teman saya cerita kalau metode power pumping dia lakukan dengan tujuan “menggeser” sufor. Menurut dokter, saat itu anaknya butuh bantuan sufor karena ASI-nya saja nngak cukup. Namun berkat niat mulia sang ibu menjalani power pumping, akhirnya berhasil bikin si kecilnya jadi nggak perlu bantuan sufor lagi. Senang, ya, dengarnya?

– Ikut kelas power pumping. Nggak melulu mesti ke RS atau datang ke event untuk ikutan kelas pumping. Hari gini, cukup follow Instagram kelas-kelas menyusui karena di situlah kita akan dapat banyak informasi. Kalau belum cukup juga, join whatsapp group kelas power pumping. Dijamin notifikasi grup yang satu ini nggak akan pernah berhenti, karena selain pertanyaan yang datang dari para busui, biasanya satu dan yang lainnya akan rajin share hasil pumping mereka, konon katanya bisa meningkatkan semangat ibu-ibu yang lain.

– Stok ASI booster buat diri sendiri! Ingat, emosi kita sangat berperan saat pumping! Jadi, jangan sampai lupa stok camilan, minuman, apapun yang bisa bikin semangat. Ada yang ASI-nya langsung deras hanya dengan nyemilin kacang, bahkan ada yang kuncinya cuma air putih! Jaman sekarang, lagi marak bobba, mungkin bisa jadi ASI booster?

– Nggak perlu sering-sering cuci pompa ASI. Saya pernah dapat hint dari teman, kalau jarak antar sesi pompa nggak begitu lama, cukup simpan pompa di dalam wadah plastik, tutup rapat, masukkan ke dalam kulkas, supaya nggak ada sisa-sisa ASI yang jadi basi, dan kita nggak perlu capek cuci, steril, dan nungguin sampai benar-benar kering.

– Go with electric pump! Hari gini, waktu semakin terasa mahal, banyak ibu yang mesti kejar-kejaran antara mompa ASI dan melakukan kegiatan lain, terutama mereka yang setiap hari mesti kejar-kejaran dengan deadline dan meeting sana-sini. Pompa manual, sih, Bhaay! Tapiii.. Kalau merasa sudah cukup pro dengan yang manual, atau bahkan sudah jago mompa pakai tangan, just go with it!

Power pumping, pagi atau malam?

Soal kapan sebaiknya melakukan power pumping, kembali ke kenyamanan masing-masing. Rata-rata ibu bekerja yang saya tanyain soal ini menjawab kalau mompa itu jauh lebih leluasa dilakukan malam hari (biasanya persis setelah direct breastfeeding). Selain karena pagi-pagi pasti ribet ngurusin si kecil sebelum berangkat kerja, biasanya jelang tengah malam itu produksi ASI lebih banyak. Namun, ada juga yang merasa kurang kuat begadang, jadi mereka memilih power pumping di subuh, pagi atau sore hari.

Jangan lupa satu hal ini!

Ambisi mengejar stok ASIP nggak jarang bikin seorang ibu stres, karena yang dipikirin hanya hasil akhir pumping (sudah konsisten, kenapa cuma 100 ml aja hasilnya? Kok nggak nambah-nambah?). Meski konsisten, hasil pumping nggak selamanya dijamin bisa terus meningkat, lho. Kalau hari pertama si ibu lagi happy, lalu hari ke-4 dia kecapekan, jangan heran kalau hasilnya nggak sebanyak yang sebelumnya. Beware juga saat ikutan kelas power pumping di Instagram maupun di grup whatsapp, jangan gampang baper kalau lihat tetangga sebelah posting hasil pumpingnya yang sekulkas-kulkas. Karena yang menilai ASI kita cukup atau nggak, hanya si kecil. Berat badan sesuai grafik, anak selalu aktif dan ceria, pipisnya teratur, merupakan tanda kalau kita sudah memberikan ASI sesuai yang ia butuhkan.

Happy pumping, Mommies!


Post Comment