11 Hal yang Pelan-Pelan Menghancurkan Pernikahan

Menikah itu bukan hal mudah. Ada hal-hal yang harus terus dijaga agar pernikahan tetap terpelihara.

Dari data Kementerian Agama, jumlah orang yang bercerai meningkat dari tahun ke tahun. Dari pengalaman di sekitar, saya juga tahu banyak orang yang bertahan dalam pernikahan yang tidak bahagia.

Alasannya berbagai hal, dari pasangan kurang perhatian, tidak bisa jadi tim yang baik, tidak setia, sampai masalah finansial.

kebohongan suami

Apa saja hal yang pelan-pelan bisa menghancurkan pernikahan? Simak satu per satu yuk. Mungkin bisa jadi pelajaran untuk kita semua. :)

1. Tidak jadi tim dalam rumah tangga

Pembagian tugas dalam rumah tangga harus jelas. Kalau memang sepakat suami bekerja sementara istri mengerjakan seluruh pekerjaan rumah dengan sukarela ya boleh saja. Tapi banyak pula suami istri sama-sama bekerja namun suami tidak mau membantu pekerjaan rumah tangga sama sekali!
Bahkan saya kenal seorang teman yang suaminya bahkan tidak mau menggaji pembantu rumah tangga dan nanny dengan uangnya karena menganggap semua adalah tugas istri. Jika istri ingin mendelegasikan pada ART atau nanny, ya bayar sendiri. Speechless. :(

2. Tidak jadi tim sebagai orangtua

Istri terus menerus ikut berbagai seminar parenting sementara suami malas-malasan. Istri disiplin pada anak, sementara suami cenderung menuruti semua yang anak inginkan.

Lama-lama akan jadi bom waktu perbedaan prinsip yang bisa jadi sumber masalah dalam perceraian lho. Jadi, pastikan satu suara dengan suami dengan cara belajar terus bersama-sama ya!

3. Toxic friends

Salah satu di antara pasangan punya teman yang membawa pengaruh buruk atau terus menerus melakukan hal negatif. Kadang, mereka-mereka ini lho yang jadi membuat hidup sulit sekali positif. Jadi kalau memang merasa sudah harus memilih teman atau suami, pikir ulang: Siapa yang toxic di antara keduanya? Karena kalau keduanya tidak toxic, kita tak akan pernah perlu memilih.

4. Tidak memprioritaskan keluarga

Sudah sibuk bekerja, eh weekend yang hanya dua hari malah dihabiskan main bersama club mobil kesayangannya. Tidak cuma sekali-kali pula, sering sekali dilakukan. Akhirnya waktu berkualitas bersama keluarga jadi sedikit sekali.

5. Tidak sepakat soal seks

Seks memang masalah rumit ya. Ada suami yang berhubungan seks seminggu sekali cukup, tapi istrinya butuh seminggu 3 kali misalnya. Kalau tidak dibicarakan dan dibuat kesepakatan tertentu, ini bisa jadi masalah besar di kemudian hari.

6. Menghindari konflik

Banyak sekali orang yang saya kenal memendam perasaan hanya karena tak ingin bertengkar. Padahal bertengkar itu sehat lho asal tidak kebablasan. Selama fokus pada argumen masing-masing, bertengkar sesekali itu tidak apa-apa!

7. Punya harapan yang terlalu tinggi

Meski sudah menikah, ada khayalan-khayalan yang masih sering mampir seperti “ah coba saja dia bekerja di A” atau “duh kayanya aku lebih bahagia kalau dia bisa memberi bunga seminggu sekali” dan sebagainya. Harapan-harapan itu kalau hanya dikhayalkan dan tidak didiskusikan, akan jadi kekecewaan dan kemarahan. Tidak sehat ya!

8. Tidak menghargai pasangan

Hanya karena menikah, kita jadi tidak merasa harus berterima kasih kalau ia mau menemani anak seharian saat kita me time nonton konser. Tak pernah memuji, tak pernah menghargai usahanya.

9. Terlalu fokus pada anak-anak

Setelah punya anak, segalanya memang jadi seperti soal anak. Pembicaraan dengan pasangan pun melulu soal anak dan masa depannya. Padahal tetap jadi suami dan istri juga penting lho! Bicarakan hal pribadi, tentang pekerjaan, tentang perasaan, tentang situasi negara, tentang apapun yang bukan soal anak. :)

10. Tidak mau menerima kritik

Namanya hidup berdua seumur hidup, pasti ada hal-hal yang kurang sreg dari pasangan. Kalau tidak mau dikritik dan berubah padahal jelas kebiasaan buruk sih kemungkinannya hanya tiga. Berubah demi jadi lebih baik, pasangan memilih pergi atau adaptasi. Jangan lupa juga meminta maaf kalau memang salah ya!

11. Terlalu mudah cemburu

Sepakati dengan pasangan, hal-hal yang membuat cemburu atau dianggap selingkuh. Tapi harus yang masuk akal ya, kadang ada yang alasannya tidak masuk akal seperti harus bekerja di perusahaan yang laki-laki/perempuan semua. Itu kan jadi bentuk ketidakpercayaan pada pasangan, kalau setidakpercaya itu, untuk apa menikah? :)

Mommies mau menambahkan?


Post Comment