Lima Sifat Penting Dalam Dunia Kerja, yang Saya Aplikasikan pada Anak

Segala sifat baik kita di kantor, bisa banget lho juga diterapkan di rumah. Seperti lima poin di bawah ini, yang sudah saya praktikkan di rumah.

“Menjadi orangtua itu, tidak ada sekolahnya”. Sering dengar, ya, pasti mommies soal kalimat barusan?. Walau nggak ada sekolahnya, ternyata apa yang saya perhatikan salam lima tahu menyandang status orangtua, kita bisa belajar dari mana saja, dan kapan saja tentang dunia pengasuhan anak. Seperti beberapa sifat di bawah ini, yang kerap digunakan dalam dunia kerja, tapi masih sangat mungkin diterapkan sebagai nilai-nilai penting parenting.

Lima Sifat Penting Dalam Dunia Kerja - Mommies Daily

1. Inisiaitif

Si kecil bisa kita stimulasi mempunyai sifat ini, dengan sering bertanya soal penyelesaian masalah yang sedang ia hadapi “kalau habis main, lalu mainan kamu berantakan, sebaiknya kamu harus gimana?”. Cara ini terhitung ampuh, ketika saya terapkan ke Jordy. Tentu dengan terlebih dahulu memberitahukan berkali-kali, wajib membereskan mainannya sendiri.

Selain itu, sebagai orangtua, kita tetap menjadi role model utama. Contohkan semua sifat baik di rumah, misalnya soal pekerjaan rumah. Ketika mereka terbiasa melihat kita membereskan dan merapihkan rumah, yang terjadi di saya, Jordy juga inisitif untuk mengerjakan sesuatu sesuai dengan porsinya – membuang sampah sendiri, menaruh baju kotor di tempatnya, minta belajar mencuci piring dan lain-lain.

2. Percaya diri

Yang saya pelajari selama lima tahun menemani tumbuh kembang anak saya, anak itu bangga dan jadi percaya diri sama dirinya sendiri, jika mereka diberikan kepercayaan melakukan hal yang penting. Contohnya, memberikan makanan kepada tetangga, atau kita dorong bertanya sesuatu kepada orang dewasa. Jangan lupa berikan apresiasi yang wajar, setelah mereka selesai melakukan tugasnya.

3. Manajemen waktu

“Jordy baru bisa nonton Youtube, kalau sudah sarapan”. (IMHO) ini contoh menerapkan manajemen waktu sederhana kepada anak balita. Mereka jadi mengerti, bahwa ada tahapan waktu  dan konsekuensi yang harus dihadapi. Atau di kasus lainnya, tidak bisa tidur larut, jika hari sekolah. Kalau begadang, nanti telat masuk sekolah.

4. Kerja tim

Poin ini bisa kita praktikkan di hampir semua pekerjaan rumah. Biasanya saya melibatkan Jordy melipat baju, membereskan tempat tidur, menyiram tanaman, dan lain-lain. Jadinya anak akan terbiasa, kalau pekerjaan mau selesai dengan cepat dan bagus, ia juga harus bekerja dengan baik dan tuntas.

5. Kemampuan beradaptasi

Suatu hari, di minggu-minggu pertama Jordy masuk daycare, dia protes soal rasa makanan di sana. Saya mengerti ketidaknyamanan yang dia rasakan. Soalnya Jordy, sudah terbiasa dengan rasa makanan rumah yang kaya akan rempah, dan terlebih dia sudah bisa mengonsumsi makanan pedas.

Jika saya membawakan bekal setiap hari, ini sama saja menghentikan proses adaptasi Jordy di tengah jalan. Solusinya, saya memberikan pengertian, hal ini harus dia hadapi, hanya masalah waktu dan adaptasi lidah terhadap varian rasa dan makanan di daycare. Tidak sampai sebulan, Jordy tidak pernah lagi mengeluhkan hal ini.

Ada yang mau menambahkan?  


Post Comment