30 Cara Membuat Tim Kerja Mommies Bahagia

Faktanya tim kerja yang bahagia, akan menghasilkan pekerjaan yang maksimal. Ini 30 cara yang bisa mommies adaptasi.

30 Cara Membuat Tim Kerja Mommies Bahagia - Mommies Daily

FYI, Mommies Daily adalah tempat saya berkarya terlama. Tahun ini menginjak tahun ke-5. Salah satu yang bikin saya betah, adalah peraturannya yang sangat mommies friendly. Mengerti, kalau seorang ibu bekerja, ada aja tuh, momen-momen butuh cuti dadakan karena anak sakit, atau alasan domestik lainnya.

Nah, ternyata, apa yang Female Daily Network, lewat Mommies Daily lakukan,  11-12 dengan infografis yang Mbak Fia (Editor in Chief MD) temukan di Pinterest. Untuk mommies yang punya tim kerja, boleh banget, nih, ditiru.

Lingkungan kerja

1. Usahakan tempat kerja tim mommies punya suasana menyenangkan. Bisa diciptakan dari dekorasi yang menyegarkan, tata cahaya, menaruh beberapa tanaman hidup yang mudah dirawat dan jika memungkinkan jangan sampai terlalu sesak.

2. Kalau kebijakan kantor memungkinkan, sediakan ruangan khusus untuk istirahat. Atau ruangan untuk makan siang. Sejenak menjauh dari meja kerja bisa membantu tim mommies kembali fokus.

3. Ciptakan atmosfer kerja yang menyenangkan. Tim mommies menghabiskan waktu setidaknya 12 jam dalam sehari bekerja di kantor. Pastikan, elemen yang terdapat di ruangan kerja mendukung mereka untuk kerja dengan produktif.

4. Lagi-lagi, jika peraturan ini memungkinkan untuk dilaksanakan, ya. Mengizinkan tim mommies membawa hewan peliharaan ke kantor, akan membawa dampak baik. Misalnya empati ke sesame makhluk hidup. Nah, di MD, membawa anjing ke kantor sudah menjadi kegiatan yang biasa saja J

5. Pastikan tim mommies mendapatkan infrastruktur kerja yang memadai. Hal ini akan sangat membantu mereka mencapai KPI masing-masing.

Tujuan dan Apresiasi

6. Berikan sesuatu pada saat mereka ulang tahun atau work anniversary. Selebrasi sederhana tapi punya makna yang dalam, disesuaikan dengan kepribadian tim mommies masing-masing. Waktu saya work anniversary ke-4 di MD, CEO FDN kasih saya voucher untuk beli printilan rumah, karena kebetulan saya baru saja pindah rumah, yeay!

7. Gunakan newsletter untuk memberitahukan pegawai terbaik perbulannya.

8. Selalu motivasi tim mommies, bahwa peran dirinya sangat penting untuk mencapai tujuan besar perusahaan. Inilah poin bekerja sebagai tim.

9. Berikan insentif. Misalnya bonus tahunan, asuransi dengan benefit yang manusiawai. Hal-hal semacam ini akan membantu mommies, menunjukkan rasa peduli sebagai atasan, bahwa anda memanusiakan mereka.

Mengenali dan membangkitkan suasana hati

10. Terapkan tema tertentu dalam satu hari. Gunanya membuat suasana kerja nggak membosankan, tim mommies juga merasa senang. Misalnya, boleh pakai jeans dan sneakers ke kantor. Kalau yang dari awal outfit ngantor sudah santai, bisa gali tema lainnya yang lebih spesifik.

11. Kasih hari libur ke tim mommies. Ya, dua minggu secara bergantian cukup, kali ya. Minta tim mommies untuk ambil cuti, menikmati waktu luang mereka. Kumpul sama teman-teman, atau sekadar me time. Percaya deh, dampaknya ke pekerjaan akan sepadan.

12. Biarkan tim mommies menjadi dirinya sendiri. Memakai outfit kantor sesuai dengan kepribadian mereka. Tapi masih sesuai dengan budaya kantor yang berlaku, asalkan jangan jadinya membatasi eksplorasi mereka.

13. Tidak ada salahnya sesekali keluar dari kebiasaan budaya kantor pada umumnya. Izinkan tim mommies pulang lebih cepat di hari jumat, misalnya. Asalkan pekerjaan tidak terbengkalai, langkah sederhana ini, bisa membawa perubahan besar.

14. Aktivitas fisik! Sekarang kayaknya sudah banyak, ya, kantor yang memberikan fasilitas untuk pegawainya olahraga. Bentuknya bisa dengan kartu keanggotaan, atau mendatangkan instrukturnya ke kantor. Dengan rajin olahraga, akan menstimulasi hormon oksitosin, yang membuat seseorang bahagia.

15. Beri kejutan-kejutan kecil, tapi lakukan berkala. Karena sensasi kejutan bisa membuat satu sama lain mempunyai kedekatan emosional. Contohnya, tiba-tiba mommies ngajak satu tim makan siang bareng ke luar.

Tips Manajemen

16. Ingatkan tim kerja mommies mengambil jatah cuti untuk liburan. Bukan liburan singkat, ya. Minimal seminggu, akan sangat berarti untuk seseorang me-recharge tenaga dan pikirannya.

17. Membuat tantangan dan kompetisi, bisa meningkatkan produktivitas, merekatkan persahabatan dan mendorong tim untuk lebih terlibat dari sebuah proyek.

18. Dalam momen yang tepat, tunjukkan apresiasi kepada tim mommies, akan prestasi kerja mereka. Meninggalkan secarik kertas, ucapan terima kasih atas pencapaian tertentu, dibarengi dengan kado kecil, rasanya akan membuat tim mommies merasa dihargai.

19. Peduli dengan masalah tim, tidak hanya di luar urusan pekerjaan. Sesederhana bertanya tentang kemajuan masalah yang sedang mereka hadapi.

20. Pastikan seluruh tim mommies, dari berbagai lini manajemen mendapatkan pelatihan yang mumpuni.

Tim

21. Mengadakan workshop tenyang berpikir positif akan sangat berguna untuk tim mommies. Berpikir positif dapat meredakan stress, dan melihat masalah lebih jernih.

22. Yang paling sulit memang memelihara yang sudah ada. Sama halnya dengan bekerja dalam satu tim. Hal ini bisa dijaga dengan sama-sama membuat tujuan dan nilai-nilai yang sejalan. Untuk membangun relasi dan lingkungan kerja yang positif.

23. Biarkan tim mommies bertanggung jawab penuh dengan beban pekerjaan mereka sendiri. Tentunya setelah dari awal mommies sudah memberikan standar pekerjaan yang harus diselesaikan. Jangan terlalu banyak intervensi, dan sedikit-sedikit bawel.

24. Pastikan karyawan mommies terlatih dan mendapatkan petunjuk yang jelas, berkaitan dengan posisi mereka. Dengan begitu, mereka akan percaya diri dengan perannya masing-masing.

25. Membuat acara internal, yang temanya berpotensi membuat para karyawan punya rasa memiliki yang tinggi akan perusahaan.

Individu

26. Dorong tim mommies memanfaatkan kekuatan atau kelebihan mereka dalam bekerja. Tawarkan workshop atau pelatihan yang mereka butuhkan, untuk memaksimalkan kelebihan mereka itu.

27. Pastikan antara mommies dan tim, punya target yang jelas, tapi juga realistis. Meminimalkan kesalahpahaman dan memotivasi setiap orang untuk bergerak ke target yang sama.

28. Jika memungkinkan, izinkan tim mommies untuk turut serta dalam kegiatan yang sesuai dengan passion mereka, satu atau dua hari (tentu di luar urusan pekerjaan.) Misalnya menjadi volunteer untuk kegiatan social dan semacamnya. Di FDN pernah terjadi hal ini, dan tidak dipotong cuti, lho.

29. Gaji tim mommies dengan harga pantas! Kalau di Indonesia, tentu sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan yang berlaku.

30. Cari tahu, apa yang membuat tim mommies lebih semangat lagi dalam bekerja. Ciptakan momen khusus, bisa pas review bulanan atau tahunan. Apa sih, harapan mereka untuk perusahaan, apa yang dibutuhkan untuk membuat pekerjaan sehari-hari lebih mudah, dan lain-lain.

*Diadaptasi dari unum.co.uk


Post Comment