Perusahaan Diakuisisi, Resign atau Bertahan?

Work & Career

Mommies Daily・13 Feb 2018

detail-thumb

Cari tahu dulu, faktor apa saja yang akan memantapkan mommies bertahan atau resign. Seandainya tempat mommies bekerja diakuisisi.

Berita suatu perusahaan mengambil alih kepemilikan saham maupun aset perusahaan lain bukanlah menjadi hal yang baru. Bagi mommies yang berperan sebagai ibu bekerja di perusahaan, istilah akuisisi mungkin sudah tidak asing lagi. Perubahan yang cepat dan signifikan di industry menyebabkan akuisisi seringkali tidak dapat dihindari guna menjaga stabilitas keuangan dalam suatu organisasi dan memastikan proses operasional tetap berjalan.

Perusahaan Diakuisisi, Resign atau Bertahan? - Mommies DailyImage: www.meritalk.com

Akuisisi yang terjadi dapat menyebabkan suatu perubahan yang signifikan bagi perusahaan yang diambil alih, baik kebijakan, peraturan, maupun ketentuan seputar strategi bisnis sampai dengan karyawan. Apakah akuisisi memiliki dampak negatif? Haruskah saya bergegas pindah dari perusahaan yang telah  diakuisisi? Mungkin sebaiknya saya mencari kesempatan di perusahaan lain ya? Eits.. Jangan terburu-buru dan gegabah dulu Mommies. Kita tinjau dulu hal yang penting sebelum mommies memutuskan.

Tahukah mommies, kalau beberapa perusahaan ternama justru semakin berkembang dengan adanya akuisisi. Tidak hanya mendapatkan suntikan dana, sejumlah perbaikan dari sisi manajemen, ternyata memiliki dampak yang positif dalam keuangan perusahaan, maupun bagi pengembangan karyawannya. Tidak semua akuisisi menyebabkan kerugian bagi sisi karyawan yang telah lama bergabung. Meski penyesuaian terhadap perubahan yang terjadi tetap perlu untuk dilakukan.

Jadi Bertahan atau Resign, Yuk kita pertimbangkan.

BERTAHAN

Mommies perlu mempertimbangkan untuk tetap bertahan di perusahaan tersebut jika:

1. Tidak ada perubahan yang Signifikan

Jika Mommies sudah nyaman dengan kondisi perusahaan sebelum akuisisi dan merasa dengan akuisisi ternyata tidak membawa banyak perbedaan, maka tidak ada salahnya untuk tetap bertahan dan tetap bekerja seperti biasa.

2. Perubahan menjadi lebih Baik

Perbedaan pengelolaan perusahaan bisa jadi membawa pengaruh yang lebih baik terkait dengan berjalannya roda perusahaan. Ketika mommies merasa bahwa dengan adanya perubahan malah membawa perubahan baik secara perusahaan, maupun pribadi menjadi lebih baik, maka tidak ada salahnya untuk tetap berkontribusi.

3. Tantangan untuk Berkembang

Tidak jarang adanya perubahan kebijakan dan strategi perusahaan membuat target kerja dan pola kerja mengalami penyesuaian. Selama hal itu dirasakan sebagai sesuatu yang positif, baik untuk perkembangan diri maupun karir di perusahaan. Tentunya dapat membuat mommies tertantang sekaligu menjadi lebih berkembang. Tidak ada alasan untuk buru-buru resign bukan?

RESIGN

Jika mommies mengalami beberapa hal berikut ini, tidak ada salahnya mempertimbangkan untuk berpikir kembali terkait kelanjutan pekerjaan di perusahaan:

1. Value bertentangan

Apabila terdapat perubahan kebijakan/peraturan yang justru bertentangan dengan nilai pribadi dan dirasa tidak dapat lagi ditoleransi, sebaiknya mommies mempertimbangkan untuk mencari kesempatan yang lebih baik.

2. Tidak realistis

Ketika terjadi penyesuaian dari sisi lini manajemen, seringkali diiringi dengan perubahan struktur organisasi yang menyebabkan penyesuaian dari anggota di masing-masing unit kerja. Dampak dari perubahan ini tentunya berbeda pada setiap individu. Jika mommies berhadapan dengan unit kerja yang sama sekali berbeda dengan pekerjaan saat ini atau diberikan target kerja yang tidak memungkinkan untuk dicapai. Ada baiknya untuk menyampaikan keberatan tersebut dan pengunduran diri menjadi pilihan terakhir ketika menyesuaikan diri menjadi tidak mungkin untuk dilakukan.

3. Sudah memiliki ‘pegangan’ yang lebih baik

Jika mommies sudah mantap untuk berpindah pijakan, pastikan bahwa mommies telah memiliki kepastian terkait dengan keputusan yang diambil. Mommies tentunya bisa mempertimbangkan perusahaan yang lebih baik, posisi yang lebih tepat, pekerjaan yang lebih sesuai passion, atau lokasi yang lebih terjangkau. Tentu semua kembali lagi kepada pertimbangan yang mantap dari mommies.

HINDARI BERITA MIRING

Informasi seputar akuisisi perusahaan biasanya telah disampaikan sejak jauh hari, daripada sibuk mendengarkan rumor dan gossip yang belum pasti kebenarannya, lebih baik menunggu informasi yang dapat dipertanggung jawabkan dari pihak yang berkepentingan. Sebaiknya  mommies menghindari rekan-rekan yang mungkin berpotensi untuk melakukan provokasi, sehingga menyebabkan mommies memutuskan untuk terburu-buru mengundurkan diri dan pada akhirnya menyesal.

Ketika mendengar rumor mengenai akuisisi perusahaan, ada baiknya mommies terlebih dahulu mencari tahu seputar latar belakang perusahaan tersebut, sehingga tidak mudah termakan informasi  yang tidak sesuai dan nantinya bisa memiliki mindset yang lebih netral, bahkan positif. Dan dengan kemajuan teknologi, mommies bisa mencari tahu kisah sukses seputar perusahaan-perusahaan yang lebih berkembang setelah diakuisisi.

Keep Happy Working and Stay positive mommies. :)

The greatest danger in times of turbulence is not the turbulence – it is to act with yesterday’s logic – Peter Drucker

Artikel ini ditulis oleh : Angelina Widiyanti, Consultant-EXPERD