Manfaat Bernostalgia Nonton Beauty and The Beast Bersama Pasangan

Community Events

adiesty・02 Apr 2017

detail-thumb

Mumpung film Beauty and The Beast masih diputar di bioskop, coba ajak suami buat nonton, deh. Hitung-hitung jadi menu  kencan dan bernostalgia bersama. Lagi pula cara ini bermanfaat buat kesehatan hubungan, lho!

Kapan terakhir mommies jalan berdua saja dengan pasangan? Nonton ke bioskop dan diteruskan dengan makan bersama berdua? Umh… kalau sampai beberapa menit belum menemukan jawaban, bahkan lupa kapan terakhir pacaran dengan suami, duh… menurut saya, sih, cukup bahaya, ya.

Bukan gimana-gimana atau malah menakuti, tapi dari beragam riset dan hasil ngobrol dan diskusi dengan beberapa psikolog keluarga, couple time ini sebenarnya wajib dilakukan lho. Untuk apa? Ya, tentu saja supaya membuat hubungan kita dengan suami jadi lebih fresh. Kembali mengingatkan betapa asiknya kalau ada 'letupan’ ketika berdua dengan suami. Jangan sampai rasa seperti itu hilang karena rutinitas. Jadi jangan cuma mikirin me time saja, ya.

Baca juga : Refresh Hubungan, Yuk

Lagian sekali-kali pacaran dengan suami nggak dosa, kok. Kalau memang bingung anak nggak ada yang jaga, nggak ada salahnya menitipkannya pada saudara atau orang tua beberapa jam. Menurut saya, mereka nggak akan keberatan, kok. Toh, nggak setiap bulan juga kan?

Beberapa waktu lalu, saya baru saja kencan dengan suami dengan nonton Beauty and The Beast. Lho, kenapa juga nonton film anak-anak? Hahaha…. sebenarnya saya memang penasaran banget dengan film terbarunya Disney ini, khususnya dengan akting Emma Watson yang memerankan Belle. Kebetulan juga, karena anak saya anak lelaki, Bumi memang sama sekali nggak minat buat nonton. Jadi kesempatan buat ajak suami saja.

beauty and the beast_mommiesdaily

Ndilalahnya, ketika sedang merencanakan kencan sama suami, eh tahu-tahu Mommies Daily dapat kesempatan mengadakan nonton bersama Beauty and The Beast. Jadilah, saya dan beberapa member Mommies Daily kencan bersama! Hahaha, kebayang ya gimana atmosfernya ketika itu? Satu studio diisi dengan pasangan suami istri yang kesempatan bernostalgia bersama, apalagi mengingat rata-rata kami juga sudah pernah menyaksikan film Beauty and The Beast versi kartunnya.

Begitu nonton, saya malah jadi ketagihan mau nonton lagi, hahahaa. Buat saya, sih, film ini nggak cuma sekedar menghibur dengan pesona visual dan dialog yang segar, tapi juga banyak pesan penting yang bisa dipetik lewat cerita klasik yang diadaptasi dari seorang penulis asal Prancis, Gabrielle Suzanne Barbot de Villeneuve tahun 1740 silam. Love story yang ditawarkan memang nggak 'recehan'. Dan yang pasti menyaksikan film live action ini membuat saya me-rewind masa lalu, ikut bernostalgia.

Kalau saya, sih, sangat puas melihat akting Emma Watson yang mampu berperan sebagai princess Disney. Cuma sayang, scene sang pengeran tampan yang diperankan Dan Stevens nggak terlalu lama. Saya, kok, kurang puas melihat mata biru dengan tatapan teduhnya yang bikin saya meleleh, hahaha.

Dan benar, lho, setelah kencan, saya merasa ada banyak manfaat yang dirasakan. Setelah ngobrol dengan beberapa mommies dan pasangannya, mereka pun merasakan hal serupa.

Menciptakan suasana hati yang baik

Nggak tahu kenapa, dari awal mau kencan nonton Beauty and The Beast saya tuh, sudah excited. Macam bocah yang mau diajak piknik, hahahaha. Tapi beneran, deh, sepanjang menikmati sesi film, sesekali ngobrol dengan suami dengan membandingkan dengan versi kartunnya, ada perasaan menyenangkan yang begitu saja muncul. Di sini saya bisa membuktikan sendiri apa yang dikatakan para psikolog bahwa nostalgia memang ampuh memperbaiki suasana hati. Kerennya lagi, ada perasaan syukur yang bisa timbul karena diingatkan kalau selama ini sudah banyak sekali momen menyenangkan yang sudah saya dan suami ciptakan. Rugi rasanya kalau akhirnya dirusak karena hal yang remeh temeh.

manfaat bernostalgia nonton Beauty and the beast bersama pasangan_mommiesdaily. jpg

Bisa lebih positif memandang masa depan

Hahaha… point ini kok, kesannya ‘berat’ banget, ya? Tapi bener, deh. ternyata ketika saya dan pasangan bisa mengenang masa-masa lalu yang baik, kami bisa berpikir lebih positif. Bisa belajar untuk lebih optimis dalam menjalani hubungan sebagai suami istri dan tentunya akan punya pengaruh postitif dengan pola asuh. Bukankah anak bahagia datang dari orangtua yang bahagia?

Mengembalikan ‘rasa’ yang (mungkin) mulai terkikis

Saya pernah membaca sebuah artikel yang menyebutkan kalau mengulang kenangan indah mampu membangkitkan kembali kenangan ataupun pengalaman lama yang mungkin dilupakan. Oleh karena itulah, Dr Constantine Sedikides, seorang peneliti yang berlatar belakang psikolog dari Universitas Southampton mengatakan kalau orang-orang yang menghindari adanya hubungan dekat adalah mereka yang lebih sedikit yang bernostalgia jika dibandingkan dengan orang-orang yang menginginkan kedekatan.

Jadi, yuk, nostalgia bersama suami dengan nonton Beauty and The Beast!