Refresh Hubungan, Yuk!

Saya paling nggak percaya kalau ada pasangan yang mengaku nggak pernah menemukan titik bosan dalam kehidupan pernikahannya. Apalagi dengan mereka  yang sudah menjalin hubungan dalam waktu yang relatif lama. Jujur aja, nih, saya saja yang baru memasuki usia pernikahan yang keempat, sudah pernah merasa dalam titik ini.

Kalau sudah bosan, lalu enaknya ngapain, ya? Pertanyaan semacam ini, sering banget nongol kalau saya sudah mulai merasakan kejenuhan. Beda dengan zaman pacaran, kalau sudah bosan bisa langsung putus, pernikahan kan nggak bisa begitu, ya! Jadi, tugas kita, ya, bagaimana caranya supaya bisa me-refresh hubungan lagi.  Dan untuk urusan ini, saya banyak belajar dari kedua orangtua saya.

Memasuki usia pernikahan mereka yang sudah lebih dari kepala empat, kedua orang tua saya ini masih bisa dibilang kompak dan mesra. Tentunya mesra dalam kaca mata  saya, ya. hehehe. Karena sampai sekarang  saya juga masih nebeng di rumah ortu, banyak sekali  hal-hal yang bisa saya pelajari dari hubungan keduanya. Meskipun produk tempoe doeloe ada beberapa hal yang bisa saya pelajari  dari hubungan keduanya untuk membuat hubungan terasa lebih segar.

Mengenang Masa Lalu

Orang tua saya termasuk pasangan yang senang mengumpulkan foto dan menata dengan rapi dalam album ataupun bingkai foto. Dan karena ini termasuk koleksi kesayangangan mereka, sesekali keduanya selalu menyempatkan waktu untuk membersihkannya. Biasanya, nih, momen ini mereka jadikan untuk mengenang masa-masa lalu mereka, entah kenangan saat pertama kenalan, masa pacaran atau saat baru pertama menikah. Ternyata, mengenang masa lalu memang bisa membawa kembali beberapa kenangan yang membuat kita merasa merasa bahagia, ya.  Bisa jadi, loh, dengan memulai membuka dan berbicara tentang kenangan dulu, akhirnya bisa menemukan bahwa ada sebuah ritual yang sudah terlupakan. Atau bahkan bisa saja, dengan mengenang masa lalu kita bisa menemukan cara berkomunikasi baru yang lebih seru.

Kencan Berdua Saja

Bisa dibilang, ayah saya ini tipe lelaki yang terbilang kaku, jadi untuk urusan kencan atau jalan-jalan berdua dengan nyokap, inisiatifnya selalu datang dari mama saya. Biasanya, sih, mereka berdua jalan-jalan cuma sekedar ke toko buku, lihat pameran pohon, atau yang paling gampang cari makananan kegemaran mereka berdua. Dengan melakukan kencan ini, tentu kita bisa keluar dari rutinitas yang sedikit membosankan. Yang serunya lagi, kalau kencannya bisa dilakukan ke luar kota, ya? Saya yakin, perjalanan seperti ini bisa membantu kita dan pasangan menemukan yang baru dan menarik. Menyenangkan bukan?

Kencan Ganda

Mungkin kalau saya paling doyan kumpul dengan teman-teman dekat atau yang saya dan sahabat-sahabat saya istilahkan ‘kumpul bocah’, mungkin hal ini tertular dari mama saya. Sampai di usianya yang cukup senja, mama saya ini masih sering, lho, kumpul dengan teman masa kecilnya. Serunya lagi, kalau kumpul mereka sering kali mengajak pasangannya. Ya, kalau kita sedang merasa bosan dan stagnan dalam hubungan, rasanya  bertemu dan ngobrol pasangan lain bisa jadi obat mujarab untuk melonggarkan uraf saraf yang tegang. Rasanya seperti dapat pencerahan dan energi baru. Kencan ganda dengan mereka bisa saja membuat kita menemukan banyak hal-hal umum yang harus dilakukan, dan tentunya dapat berbagi pengalaman. Mungkin, selain mengagendakan kencan berdua, kita memang perlu untuk kumpul dengan sahabat dan keluarganya.

Melakukan Hobi yang Sama

Tentu akan sangat menyenangkan, ya, kalau kita dan pasangan punya hobi yang sama, dengan begitu bisa menghabiskan waktu bersama-sama melakukan hobi tersebut. Kedua orang tua saya ini doyan banget bercocok tanam.  Setiap weekend, aktivitas yang nggak pernah absen, ya,  ngurus tanaman. Dengan cara ini, saya melihat mereka berdua bisa menghidupkan kembali semangat kompetitif sehingga  mampu menghidupkan semangat lagi. Berhubung saya dan suami nggak suka tanaman sama sekali, akhirnya hobi nonton kami jadikan pilihan. Lagipula, penyaluran hobi kami ini juga jadi waktu yang tepat untuk kencan berdua.

Berjauhan Sejenak

Sebuah pepatah umum mengatakan kalau jarak bisa membuat hati kita dan pasangan justru akan merasa semakin dekat. Ya, bisa dibayangkan, sih, ya, kalau kita  menghabiskan hampir sepanjang hari dengan pasangan, bukan tidak mungkin akan berujung pada kebosanan. Dan berjauhan  satu sama lain untuk beberapa waktu untuk beberapa saat bisa digunakan untuk mendapatkan ruang dan waktu untuk memahami nilai masing-masing dalam kehidupan. Hal ini juga menjadi salah satu cara orangtua saya untuk menghilangkan rasa jenuh. Tapi, bukan berati ini bisa dijadikan pelarian, ya. Mungkin berjauhan di sini juga bisa diartikan sebagai me time.

Manjakan Satu Sama Lain

Sampai sekarang, mama saya masih nggak pernah lupa menyediakan teh atau jus untuk menyambut kepulangan ayah saya saat pulang kerja. Hebat, ya? Saya sendiri, entah sudah berapa ratus kali lupa membuatkan teh saat suami pulang kerja. Bahkan. untuk urusan yang satu ini, mama saya sering banget mengingatkan, “Suaminya pulang, kok, nggak dibikinin teh, sih, Dis?” , dengan entengnya malah saya suka jawab, “Ah, kalau mau kan Doni bisa bikin sendiri, Ma… ” hahahaha…. parah, ya? *selftoyor* Sebenarnya melakukan  hal-hal yang sering kita anggap kecil seperti ini memang nggak boleh berlanjut. Biar bagaimanapun  memanjakan pasangan dari hal-hal kecil, hal ini dapat menambah semangat dalam hubungan.

Bagaimana dengan Mommies? Ada kiat lain yang bisa di-share?


4 Comments - Write a Comment

  1. yg bisa gue praktekin cm berjauhan sejenak -_- lah bijimana wong dalam sebulan pasti ada 1-2x dines luar kota rata2 3hr-an. gue kayaknya udah melewati fase bosen sama pasangan, yg ada sekarang bosen dirempongin anak :D
    pengeeenn bisa jalan berdua aja ato maksimal gotong D4 doang, nonton kek *eh tapi bawa bayi mah nonton jg ga enak ya :p*.

    belakangan dah mulai sering sih kami melipir ke kerfur depan ato alfamidi cuma berdua ato ber3 aja. kadang pas berdua pulangnya sekalian mampir ngebakso. curi2 waktu gini kok jadi inget backstreet ya -_-

  2. Nyokap bokap lo so sweet banget, ya, Diiis…
    Bokap Nyokap gue termasuk pasangan lempeng. Tapi karena mereka sejak anak2nya nikah tinggal berdua, jadi kayanya mau ga mau melakukan segalanya barengan, deh, haha. Sejak pindah ke rumah yang jauh lebih kecil beberapa waktu lalu, nyokap gue jadi males masak. Alhasil mereka berdua setiap hari keliling cari lokasi2 makan di sekitar rumah barunya :D Menurut gue itu manis, sih, hal sederhana yang bisa kita contoh :)

    1. @Kirana : hahaha.. emang, momen colongan belanja bulanan atau sekedar makan pecel ayam di pinggir jalan sekarang udah lumayan banget, Itung2 kencan dadakan :)

      @Lita : Iya, Lit.. lucu aja kalau pas liat mereka jalan berdua. Meskipun itu cuma makan di Poins Square. Karena emang bokap gue tipe laki2 yang rada kaku, jadi emang nyokap terus yg ‘nge-gong’in. Tapi untungnya, bokap sih mau-mau aja :D yang paling seru kalau nyokap sama bokap lagi ketemuan sama temen2nya zaman baheula… biasanya mereka kumpul2 3 bulan sekali, trus nginep di salah satu villa punyanya temen nyokap. Nah, yang kaya gini2 emang harus dicontoh yaaa…

Post Comment