banner-detik
BEHAVIOR & DEVELOPMENT

YouTube, Facebook & Pinterest Berhenti Promosikan Konten Anti Vaksin

author

annisast01 Mar 2019

YouTube, Facebook & Pinterest Berhenti Promosikan Konten Anti Vaksin

Kampanye anti vaksin memang meresahkan. Di Indonesia isunya agama, di luar sana, beda cerita. Yang jelas musuh kita sama: para kaum anti vaksin!

Para kaum anti vaksin ini yang menyebabkan munculnya lagi penyakit-penyakit yang sudah lama hilang. Seperti wabah difteri tahun 2017 lalu.

Wabah ini jadi kejadian luar biasa karena penyakit itu merupakan penyakit masa lalu, iya penyakit yang sudah ada ratusan tahun lalu dan mulai punah di tahun 1920 karena di tahun 1920 dibuat vaksinnya. Di Indonesia sendiri (maklum negara dunia ketiga), penyakit ini hilang di tahun 1990.

Tunda Dulu Memberikan Vaksin pada Anak, Jika Terjadi Hal Ini - Mommies Daily

Eh karena kaum anti vaksin eksis lagi, jadilah penyakit ini muncul kembali dengan ratusan penderita di tahun 2017 hingga disebut sebagai kejadian luar biasa. Padahal ini penyakit berbahaya yang bisa menyebabkan kematian.

Sejak 2017, dunia juga sedang mengalami measles outbreak atau wabah campak. Di Amerika, Kanada, Prancis, Filipina, dan beberapa negara lain mencatat banyaknya penyakit yang juga sudah lama tidak muncul ini. Sebabnya sama, karena kaum anti vaksin yang jadi mengacaukan herd immunity dan menularkan penyakit. *lelah*

Makanya saya respek pada YouTube, Facebook dan PInterest yang mengambil langkah untuk membatasi penyebaran informasi para kaum anti vaksin ini.

Yang paling keren adalah Pinterest, mereka membatasi pencarian dengan kata kunci vaccination, vaccine, dan anti vax dengan alasan topik serupa terlalu sering melanggar community guidelines-nya.

Screen Shot 2019-03-01 at 17.38.40

Sementara itu Facebook sudah berjanji akan mengambil langkah tegas untuk melawan informasi yang salah soal vaksin. Mereka bekerja sama dengan para praktisi kesehatan membuat algoritma agar postingan yang ngaco tentang vaksin tidak akan direkomendasikan pada orang lain.

Group anti vaksin tidak akan muncul sebagai rekomendasi dan postingan tentang vaksin yang tidak benar akan muncul di news feed paling bawah.

YouTube juga mengambil langkah tegas, semua video anti vaksin tidak bisa diberi iklan sehingga mereka tidak bisa menghasilkan uang dari membuat video di YouTube. Namun untuk YouTube sepertinya masih harus berusaha membuat algoritma baru karena masih banyak yang melaporkan mereka masih menerima rekomendasi video tentang anti vaksin setelah menonton video tentang kampenye pentingnya vaksin.

Mengapa ini penting? Agar tidak semakin banyak orang yang jatuh ke dalam jurang anti vaksin. Setidaknya orang-orang yang masih ragu, tidak terlalu mudah mendapat informasi di ketiga tempat itu.

Ya memang benar, masih banyak dicari di tempat lain, tapi tetap lebih baik dibanding tidak sama sekali. Apalagi orang memang banyak menghabiskan waktu di Facebook dan YouTube.

Jangan lupa vaksin ya ibu-ibu!

Share Article

author

annisast

Ibu satu anak, Xylo (6 tahun) yang hobi menulis sejak SD. Working full time to keep her sanity.


COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan