Tak Semua Jahat, Ini Syarat Utang yang Sehat

Tidak semua utang adalah utang yang jahat. Ada utang yang bersifat produktif dan ada utang yang bersifat konsumtif.

Utang produktif adalah utang sehat, yang dibuat dengan tujuan menambah manfaat dan membuat Mommies bisa menambah aset investasi maupun aset konsumsi. Jadi utang yang baik adalah utang produktif yang memiliki nilai manfaat lebih panjang daripada masa pembayaran utang.

Biaya Sekolah Tidak Hanya Urusan Uang Pangkal dan SPP - Mommies Daily

Nah, seperti apakah sebenarnya syarat utang yang baik atau utang yang sehat ini?

Utang yang diperuntukkan untuk menambah aset

Dengan tingginya harga tempat tinggal, maka apabila menunggu sampai uang tercukupi tentunya mustahil. Apalagi aset property biasanya memiliki penambahan nilai antar 10% – 20% setiap tahunnya, tergantung pada lokasi di mana Mommies membeli propeti. Karena terjadi penambahan aset, maka utang seperti ini adalah utang yang sehat dan diperbolehkan.

Utang yang diperuntukkan untuk menambah modal usaha

Dengan tambahan modal, maka harapannya penghasilan di masa depan akan lebih besar. Oleh sebab itu utang yang dibuat untuk penambahan modal, masih termasuk ke dalam kategori utang yang sehat. Namun Mommies tetap harus berhati-hati dalam memperhitungkan, karena diupayakan adanya penambahan modal ini juga berpengaruh pada penambahan pendapatan, sehingga mungkin malah cicilan pinjaman yang terjadi selain bisa ditutup dari penambahan pendapatan.

Pembelian aset konsumsi selama aset tersebut digunakan untuk jangka waktu di atas 5 tahun

Beberapa kartu kredit akan menawarkan cicilan tetap atau bunga 0% untuk pembelian barang-barang tertentu, Apabila ternyata mendadak mesin cuci, tv atau alat elektronik mahal di rumah yang biasa dipergunakan sebagai bagian dari kebutuhan sehari-hari rusak, maka Mommies boleh berutang untuk membeli penggantinya dan masih masuk ke dalam kategori utang yang sehat.

Besaran total cicilan tidak melebihi 30% dari pendapatan

Apapun utang yang Mommies buat, baik untuk KPR/KPA, cicilan kartu kredit, dan lain-lain, sebaiknya jumlah cicilan tidak melebihi dari 30% dari jumlah pendapatan. Atau maksimum sebesar 40%, agar Mommies masih bisa mempergunakan pendapatan untuk keperluan biaya hidup yang lain.

Bukan dipergunakan untuk memenuhi gaya hidup

Mengikuti gaya hidup tidak akan pernah ada habisnya, dan tidak akan pernah cukup. Jadi kalau Mommies membeli gadget atau memilih untuk menghabiskan waktu banyak di tempat kopi-kopi kekinian dengan berutang, atau membayar dengan kartu kredit, tapi ternyata Mommies tidak memiliki penambahan aset, maka ini adalah suatu bentuk utang yang tidak sehat.

Live a beautiful life!


Post Comment