Cerita Putri Titian: Dari Program Hamil Anak Kedua Hingga Cara Hadapi Netizen

Parenting & Kids

annisast・08 Oct 2018

detail-thumb

Saat bertemu langsung dengan Putri Titian di event Mommies Daily beberapa waktu lalu, saya berpikir “waw ini anak masih kecil kayaknya ya kok udah punya anak lagi”. Ternyata saya tertipu wajah imutnya hahaha.

Tian, begitu ia bisa disapa ternyata sudah berusia 27 tahun. Kalau hanya lihat dari wajahnya saja, ia masih tampak seperti umur 22 tahun lho!

Usai acara, saya pun menyempatkan berbincang dengan Tian seputar kehidupannya sebagai seorang ibu dari Theodore Iori Liem (1,5 tahun). Istri Junior Liem ini tampak sangat menikmati perannya dan terlihat sangat ceria membicarakan putra semata wayangnya itu.

Simak obrolan kami bersama Tian, dari kekhawatiran menjadi ibu hingga tanggapannya pada mulut pedas netizen.

putri titian

Hai Tian, sekarang kesibukannya apa?

Full time mom, memang bener-bener nggak sibuk apa-apaan, kalau off air jadi narasumber sejam dua jam masih ambil itu pun juga liat kondisi. Tapi kalau misalnya kaya rutin, hosting, kalau sinetron udah nggak sih. Udah nggak mungkin, ntarlah nunggu 5 tahunan Iorinya baru bisa. Selebihnya sih gini-gini aja

Kalau event gini, Iori sama siapa?

Sama papanya. Makanya papanya nih udah rempong di rumah. Nyuruh pulang, nanya-nanya udah kelar belum. Hahaha.

Memang nggak punya nanny ya?

Kebetulan udah sebulan ini udah ada suster yang bantuin. Soalnya mau program punya anak lagi, jadi takut kecapean dan nggak bisa berhasil kan.

Apa yang berubah dari kehidupan setelah jadi ibu?

Berubahnya banyak sih, terutama waktu. Tadinya kita bisa manage kapan mau ada me time, kadang nyalon, kadang banyakan malah gabutnya ya weekend bisa nonton atau apa. Kalau sekarang kan full time sama anak, jadi bener-bener beda banget. Semua waktuku ya sama anak, jadi ya tergantung dia. Kalau dia lagi mau bobo ya kita bisa me time, kalau dia lagi nggak ya kita harus ngurus dia.

Sempet kena baby blues nggak sih?

Baby blues sih orang bilang macem-macem ya sampai ada yang depresi segala macem. Aku sih mungkin baby blues aku waktu itu merasa kaya fail aja jadi ibu. Sedikit-sedikit kaya anak misalnya demam, langsung kaya kok gue gagal banget jadi ibu yang sempurna. Mewek gitu. Terus anak jatoh dikit gitu langsung kaya ‘ya ampun ke mana aja aku!’ yang lebay gitu. Tapi kalau stres karena nggak ada waktu untuk sendiri, sakit terus jadi bete gitu nggak ada sih. Mungkin beda-beda ya baby bluesnya.

Apa kekhawatiran terbesar pada anak?

Nggak bisa menuntun dia menjadi anak yang baik. Kekhawatirannya itu ya, salah didik, karena melahirkan itu lebih mudah daripada mendidik. Baru terlihat sekarang setelah punya anak, kalau belum punya anak mikirnya nggak gitu. Namanya hidup ya kita concernnya satu-satu nggak usah dipikirin sekaligus.

junior liem iori

Gimana bagi tugas bersama suami di rumah?

Ah gampang itu, 90% aku take over, 5%-nya Yuyun (panggilan untuk Junior). Dari awal Yuyun itu bukan lepas tangan sih, tapi memang aku tuh kurang percaya kalau dia pegang anak. Dia aja kadang urus dia sendiri itu agak mencle-mencle gitu (tertawa).

Jadi kaya mandiin, dia pengen sebenernya mandiin sometimes aku juga kasih waktu. Tapi udah aku mandiin, tinggal main airnya sama papanya biasanya gitu. Jadi Yuyun itu cuma main sama Iori, pada saat aku badan lagi nggak enak gitu aku bilang ‘lu take over dulu deh main deh’, tapi mandi makan, udah sama aku.

Kamu sering share foto Iori di Instagram sementara followersmu ada 1,7juta. Gimana kamu menanggapi komentar netizen?

Banyak sih, sekarang zamannya saling menjudge apalagi kalau beda dari cara satu ibu dan ibu lain langsung dianggap kok aneh gitu. Apalagi posisinya aku lebih muda, terkadang emang belom ada pengalaman, baru anak satu dan mungkin keliatannya aku masih mencla-mencle gitu.

Cuma ya kita yakin ajalah kita sebagai ibu kan pasti punya pribadi untuk ngurus anak sendiri, udah pasti cari yang terbaik. Kalau masalah orang lain mau komentar ini itu ya mungkin bisa didengerin, terima aja, mungkin ada baiknya.

Misal mungkin cara nyuapin kita salah gitu, mungkin ya kita juga butuh koreksi dari orang lain cuma ya difilter dan disaring semua. Ya ampun ngurus anak aja udah capek ya gimana mau ngurusin komentar orang, bu.

*

Semoga sukses program anak keduanya ya, Tian!