Husna Sani Razanah, “Bekerja itu untuk memberikan manfaat pada sesama”

Husna Sani Razanah, masih muda dan memegang posisi penting di Wardah. Di sisi lain, punya keluarga yang harus diperhatikan. Intip yuk, kiat Husna menjaga keseimbangan kehidupan di karier dan rumah tangganya.

Husna Sani Razanah (28), Brand Manager Face & Hair Care di Wardah yang kesehariannya memastikan performa brand dan produk di lapangan meningkat. Baik itu lewat plan & develop 360 marketing strategic maupun berbagai alat promosi yang dibutuhkan timnya.

Husna Sani Razanah - Mommies Daily

Kebayang deh sama saya, harus mengurus sekian brand, dipikirin strateginya satu-satu. Tapi hal ini tidak menghalangi Husna tetap hadir sepenuhnya untuk keluarga dan buah hatinya Hideaki (19 bulan). Untuk lebih jelasnya, bagaimana cara perempuan jebolan Universitas Gadjah Mada, Food Technology ini fokus bekerja, dan tetap memerhatikan keluarga di sela kesibukannya, yuk simak obrolannya bersama Mommies Daily.

Husna Sani Razanah - Mommies Daily

Tools/Apps yang dipakai untuk memanage karier & family?

Sejauh ini tidak ada. Pakai kalender dan feeling, jika waktu sebulan sudah sangat padat menghabiskan waktu ke pekerjaan, maka saya harus meluangkan waktu di weekend dan quality time dengan keluarga.

Rahasia efisien dalam bekerja?

Fokus dan mindful kuncinya! Karena pada dasarnya otak manusia diciptakan hanya bisa fokus pada satu hal pada satu waktu. Jadi, ketika sedang bekerja saya mengoptimalkan pikiran dan tenaga ke pekerjaan yang saya lakukan. Kalaupun ada pekerjaan belum selesai, sampai di rumah, kita punya komitmen no handphone dan no laptop, luangkan waktu dengan suami dan anak sampai mereka tidur (biasanya 2 jam). Setelah itu baru kita boleh melanjutkan pekerjaan kembali.

Punya rutinitas sebelum tidur?

Saya dan suami punya rutinitas sharing hal-hal baru yang kita dapat sepanjang hari itu, jadi pengetahuan kita semakin luas. Pun begitu dengan anak kami, walaupun masih berusia 1,5 tahun tapi sejak dia bayi kami selalu membiasakan dia untuk diajak ngobrol dan diskusi supaya dia terstimulasi untuk merespon kita.

Selama ini, ada olahraga andalan kah? Dan kenapa pilih jenis tersebut?

Renang. Dari dulu memang hobi dan saya turunkan juga ke anak saya, walaupun suami hobi lari dan bersepeda. Tapi kami secara bergantian setiap minggu, kadang suami ikut saya renang, begitupun sebaliknya saya dan anak akan ikut lari di CFD. Menurut saya, olahraga renang selain membantu sistem pernapasan juga lebih efektif body shaping jika dilakukan dengan benar dan rutin.

Buku yang lagi dibaca/favorit seputar karier & parenting?

Ada! buku yang sedang saya baca kali ini buku parenting Keluarga Kita dari Najeela Shihab, Inisiator Semua Murid Semua Guru dan Founder Keluarga Kita, atas rekomendasi Mbak Arninta (PR Nutrifood) yang saya gemari juga pola pengasuhan anak-anaknya. Thank you, Mbak Nin!

Husna Sani Razanah - Mommies Daily

Prinsip-prinsip pengasuhan dalam buku ini tersusun dan terstruktur dengan pemilihan kosakata yang baik, sehingga kita terbayang untuk dapat menerapkan dalam pengasuhan anak kita juga dapat kita terapkan pada keluarga.

Ilmu yang Ibu Najeela bagi membuka pandangan saya selaku orangtua, kelak untuk belajar lebih menerima, memahami dan berkomunikasi dengan anak dan keluarga, juga termasuk tantangan dalam hubungan keluarga.

Kiat agar tetap fokus kerja di tengah kesibukan

Selalu ingat bahwa kita bekerja untuk memberikan manfaat pada sesama, percayalah yang kita lakukan sejauh kita dengan niat baik hasilnya pun akan baik. Rasanya kalau bekerja bisa membahagiakan orang lain, bekerja akan lebih ringan dan tidak jadi beban.

Me time favorit kamu?

Ke coffee shop bersama suami, ngobrol-ngobrol, ini bisa melepas penat banget hehe. Atau kami jalan bertiga dengan anak, walaupun hanya ke kebun binatang atau taman kota tapi suasana yang berbeda bisa me-refresh dan recharge energi buat kita.

Dukungan keluarga seperti apa, yang kamu rasa paling berpengaruh dlm menjalankan peran sebagai working woman, istri dan ibu?

Saat ini saya tinggal bersama Ibu saya, bersyukur karena saat saya bekerja tidak ada kekhawatiran terhadap anak di rumah. Beliau juga yang mendukung saya untuk berkarier sehingga bisa menularkan ilmu-ilmu yang saya dapatkan kelak untuk anak-anak.

Selain itu, suami sangat kooperatif berbagi peran orangtua di rumah. Dia tidak segan mengurus anak, ketika memang saya tidak ada di rumah. Kuncinya tidak berhenti bersyukur, maka Tuhan akan memberikan jalan dan kemudahan kita untuk melakukan ketiga peran tersebut sekaligus.

3 hal apa yang dilakukan ketika merasa stuck/bosan dengan pekerjaan?

Networking, karena dengan bertemu banyak orang, muncul tuh ide-ide baru, masukan baru dan kesempatan untuk pekerjaan kita dan mungkin bisa jadi solusi dari hambatan kita. Selain itu traveling, ketika jadwal sudah padat, saya akan meluangkan waktu untuk pergi keluar Jakarta, tidak perlu jauh-jauh seperti ke Bandung untuk sekadar menghirup “napas baru” sudah cukup. Dan hangout bersama sahabat, bertemu dengan another supporting system dapat boost energy dan mood secepat kilat!

Terima kasih Mbak Husna untuk kiat-kiatnya. Kapan nih, mau ke coffee shop sama Tim Mommies Daily? Hihihi.


Post Comment