Arninta Puspitasari, “Jadi Orangtua Itu Bukan Perlombaan”

Arninta Puspitasari, perempuan multitasking yang mampu membagi waktunya untuk melakukan seabrek kegiatan. Mulai dari pekerjaan utamanya sebagai istri dan ibu, menjalani kariernya sebagai PR Nutrifood, aktif nge-blog, hingga menjadi  volunteer di berbagai kegiatan.

Perkenalan saya dengan perempuan berhijab ini sudah cukup lama, kalau nggak salah, sih, sejak saya menjadi Editor Mommies Daily, 3 tahun yang lalu. Pertemanan kami pun akhirnya berlanjut, tidak hanya sebatas pertemanan antara seorang pekerja media dan Public Relation sebuah perusahaan.

arninta

Jika Arninta memandang dirinya adalah sosok perempuan yang hangat, cerdas, aktif, stylish, saya pun sangat setuju. Paling tidak itulah kesan yang saya peroleh setiap kali saya bertemu dan ngobrol dengan sosok perempuan jebolan Magister Management in Communication Trisakti University ini. Saya juga melihat sosoknya yang keibuan serta hangat ketika bersama kedua buah hatinya, Raya dan Garda.

Sebagai working mom, Arninta mengaku mendapat banyak tantangan, tapi yang jelas menurutnya menjadi orangtua itu bukan sebuah perlombaan. Umh, apa maksudnya, ya? Baca kutipan obrolan kami belum lama ini, yuk

Hallo Ninta… apa kabar? Ceritain, dong, kesibukannya sekarang lagi ngapain aja?

Halo Mbak… kesibukan aku sekarang yang utama ada 2, sehari-hari bekerja sebagai Public Relations-nya Nutrifood dan mengurus keluarga kecilku. Mulai dari suamikue, Nuke, kemudian Raya anak perempuanku (3,5 tahun) dan Garda, anak laki-lakiku (9 bulan). Selain itu aku juga memilki passion di bidang pendidikan khususnya keluarga dan anak-anak,kadang-kadang jadi volunteer juga. Seperti kemarin baru saja mengajar di Kelas Inspirasi Jakarta, membantu pesta pendidikan juga membuat kelas Rangkul (Relawan Penggalang Keluarga)-nya Keluarga Kita.

Sekarang kan lagi bulan puasa, nih, cerita daily routine-nya, dong? Mulai dari bangun sampai tidur lagi.

Sama aja kok daily routine-nya, hehe…. Pagi sebelum bekerja mengantar anak ke rumah mertua, pulang kantor dijemput lagi dan malam di rumah, sebelum tidur jadwalnya membaca buku bersama anak-anak. Paling perbedaannya, kalau sahur sekarang harus buru-buru karena jam-nya si adek menyusu, hehe. Terus kalau malam weekend, mulai ajak Raya solat tarawih di masjid karena anaknya sudah mulai mengerti. Sedangkan di weekend, yang biasanya antar Raya playschool diganti dengan buka puasa bersama keluarga besar atau teman dekat.

Biasanya di bulan puasa atau saat Lebaran ada ritual khusus nggak bersama keluarga?

Baru diterapin tahun ini nih, terinspirasi dari salah satu temanku, menyambut Ramadan dengan mengondisikan suasana di rumah. Maksudnya tematik gitu, dari dekorasi sampai buku-buku dan kegiatan yang diikuti anak. Sedangkan kalau Lebaran, sudah pasti mudik ke kampung halaman yaitu Pekalongan. Kebetulan saya dan suami satu kampung.

Oh, ya, ceritain dong perjalanan karier Ninta sebelum menjadi PR Manager di Nutrifood ini?

Bisa dibilang perjalanan karier saya dari awal sampai sekarang di Nutrifood, lho. Jadi waktu semester enam akhir, saya sudah diterima di sana lewat proses recruitment setelah menjadi pemenang salah satu kompetisi buat mahasiswa yang diadakan Nutrifood. Tapi baru mulai bekerja saat semester 8 akhir karena masih banyak mata kuliah yang harus diikuti. Pertama masuk menjadi Customer Relation Executive yang menangani komplein dari konsumen, 5 bulan berikutnya langsung pindah di bagian PR hingga posisi sekarang hampir 7 tahun.

 Nutrifood ini kan merupakan perusahaan yang concern dengan kesehatan, hal ini pasti pengaruh pada kehidupan sehari-hari, dong? Bagaimana, sih, Ninta mengajarkan pola hidup sehat di keluarga?

Aku juga mulai terbiasa hidup sehat sejak kerja di Nutrifood sebenarnya, sebelumnya nggak, hahaha. Alhamdulillah jadi bisa menularkannya ke keluarga. Ada 2 hal sih cara aku mengajarkan hidup sehat, pertama, lewat contoh sehari-hari seperti berolahraga, memlih makanan yang sehat, seperti buah atau bukan gorengan, serta tidur tidak terlalu larut. Lalu yang kedua, dengan mengondisikannya di rumah. Salah satunya pemilihan dan penggantian bahan-bahan masakan yang lebih sehat, misalnya menggunakan minyak kanola dan tidak menyediakan jajanan tidak sehat.

arninta1

Menurut Ninta, menjalani kehidupan sebagai wanita karier, ibu sekaligus isteri itu bagaimana, sih?

Menurutku apapun pilihan seorang ibu dan isteri termasuk menjadi wanita karir itu challenging! Beruntung punya suami yang mau turun tangan banget ngurus keluarga dan rumah, tapi bagaimanapun kalau sudah urusan rumah tangga tetap ibu dan isteri yang harus mikirin detailnya, hahaha.

Selama menjalani peran sebagai working mom, kesulitan apa, sih, yang paling sering dirasakan?

Buat aku bukan kesulitan tapi tantangan, yaitu pembagian waktu dengan jalanan Jakarta yang super macet. Tapi aku terbantu sekali dengan berbagai transportasi online khususnya yang menggunakan motor juga berbagai aplikasi belanja. Seperti belanja bahan MPASI anak kedua. Jadi waktu ngga terbuang di jalan. Demi waktu bareng anak-anak, aku suka ajak mereka ke kantor atau event yang aku datangi. Tentunya kalau keadaannya memungkinkan dan cocok untuk anak-anak ya. Karena ternyata manfaatnya banyak, anak-anak bisa belajar bertemu banyak orang dan mengenal pekerjaan ibunya.  Bahkan kemarin baru saja, saat gathering dengan teman-teman kantor aku mengajak anak pertamaku bersama, seru banget.

Sudah sibuk dengan segala urusan kantor dan domestik, Ninta ini kan juga aktif banget nge-blog, plus sering ikut menjadi relawan di berbagai acara seperti saat Pesta Pendidikan kemarin. Nggak repot bagi waktunya? Sempat diprotes nggak sama suami soal kesibukan Ninta ini?

Repot dan banget, kok, hehehe… tapi ya itu, karena senang ngejalaninnya dan begitu tahu yang dijalanin bermanfaat buat banyak orang, capeknya jadi hilang. Seriusan, deh, hehehe. Makanya kalau nulis blog aku memang fokus soal keluarga dan kegiatan main sama anak, sedangkan kalau jadi relawan juga kalau bisa yang kegiatannya bisa bawa anak hahaha. Lagipula ngeblog dan jadi relawan juga salah satu me time aku sebenarnya. Makanya suami ngga protes soal waktu, tapi yang dia suka protes kalau aku lupa makan gara-gara ngurus ini itu, hehehe.

Oh, ya… ceritain, dong, seberapa besar, sih, keterlibatan suami dalam pengasuhan?

Besar banget! Nggak nyangka ternyata tipe suamiku family man, padahal waktu pacaran nggak kelihatan sama sekali, hahaha. Dalam urusan rumah tangga saja, kalau pagi dia yang bertugas memasukkan pakaian ke mesin cuci, small thing yang kadang aku bahkan nggak sempat, belanja bulanan sendiri pun dia bisa. Kalau dalam pengasuhan, mengutip bahasa dia, “Kayaknya cuma menyusui saja yang aku ngga bisa”. Jadi suamiku bisa semuanya dari mandiin, nyuapin, nidurin sampai main sama anak-anak dia jagonya. Bedanya nggak bisa disambi multitasking aja :D

Umh… masih punya waktu khusus dengan suami, nggak? 

Dulu waktu kantor masih satu arah, waktu khusus kita saat di mobil. Tapi karena sekarang tidak searah, waktu khusus kita kalau malam-malam weekend habis anak-anak tidur kita nonton dvd bareng di rumah sambil delivery makanan. Terus setahun sekali pas anniversary biasanya kita cuti untuk ngerayainnya berdua.

Sebutkan dalam 5 kata yang menggambarkan Ninta sebagai sosok ibu yang seperti apa?

Hangat, cerdas, aktif, stylish dan suka nggak sabar, hehehe.

Ketika anak-anak sudah besar, Ninta sendiri ingin dipandang sebagai orangtua yang seperti apa?

Orangtua yang bisa menjadi teman untuk anak-anak sekaligus menjadi panutan mereka.

Buat Ninta, ada nggak barometer sukses tidaknya menjadi orangtua?

Nggak ada, hahahaha. Karena menurut aku jadi orangtua bukan perlombaan. Aku percaya semua orang yang punya anak pasti ingin jadi orangtua yang baik, tinggal bagaimana niatnya it, komitmen ntuk diaplikasikan dalam sehari-hari  dan mau terus belajar.


Post Comment