Ini Pesan BJ Habibie untuk Anak Indonesia di Hari Anak Nasional

Di Hari Anak Nasional, Indonesia masih punya banyak sekali PR besar. Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie punya pesan khusus untuk anak-anak untuk menjadi generasi yang berbudaya dan cerdas.

Meski sempat jatuh sakit dan dirawat di Jerman, Prof. Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie FREeng tampak segar saat menemui 30-an perwakilan anak SD dari Jakarta dan Bandung dalam perayaan Hari Anak Nasional “Habibie & Anak Indonesia” di kediamannya, Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa 17 Juli lalu.

Di usianya yang menginjak 82 tahun, Habibie tampak tersenyum sumringah mendengar perwakilan anak yang membacakan ayat suci Al-Quran, membaca puisi, dan memberinya lukisan hasil karya sendiri. Saat membuka acara bertajuk “Tumbuh Sehat dan Cerdas dengan Pola Makan Sehat Sejak Kecil”, mantan Menteri Riset dan Teknologi ini menekankan pentingnya pelajaran budaya dari rumah.

hari anak nasional

“Selain pendidikan, yang terpenting untuk dipelajari anak Indonesia adalah pelajaran soal budaya karena perilaku ditentukan oleh budaya dan agama. Pendidikan itu penting, guru juga sangat penting, tapi pelajaran budaya pertama sudah pasti dari orangtua. Budaya yang menentukan cara orang berperilaku, berjalan, berpikir, dan berkembang” paparnya.

Habibie yang menyapa dirinya sendiri dengan sebutan eyang ini juga menekankan pada anak-anak untuk selalu mendengar nasihat orangtua dan belajar dengan baik. Ia juga menekankan pentingnya gizi dan kesehatan anak agar di masa depan, anak-anak bisa ikut memajukan Indonesia.

“Bangsa yang maju adalah yang bangsa yang bisa melahirkan anak bangsa yang sehat dan cerdas. Ini bisa dimulai dengan memperbaiki gizi dan kesehatan anak bangsa. Setiap anak Indonesia harus memiliki akses terhadap kemajuan untuk dapat mewujudkan impian mereka dan ikut memajukan bangsa Indonesia,” kata Habibie.

Selain pendidikan, budaya, dan agama, khusus di Hari Anak Nasional ini Habibie berharap kualitas anak Indonesia terpenuhi kebutuhan nutrisinya. Nutrisi menjadi faktor penting agar anak Indonesia tumbuh cerdas dan siap bersaing dengan negara lain.

Sayangnya, faktor gizi ini masih menjadi PR besar. Menurut data WHO Januari 2018, saat ini di Indonesia masih tercatat 7,8juta dari 23juta balita yang menderita stunting. Artinya masih ada 35,6% anak Indonesia yang bergizi buruk. Dari angka itu, 18,5% ada dalam kategori sangat pendek dan 17,1% masuk dalam kategori pendek.

Namun jangan salah, pendek hanya jadi salah satu ciri penderita stunting. Anak stunting bukan saja berpostur pendek, berat badannya sudah pasti kurang dan otaknya tidak cerdas. Sedihnya lagi, kasus stunting di Indonesia tidak hanya dialami oleh masyarakat ekonomi rendah tetapi juga menyebar di kalangan masyarakat kelas menengah karena informasi yang kurang tentang kebutuhan gizi anak.

Selain menyebar di seluruh kelas ekonomi, hampir semua daerah prevalensi stunting-nya tinggi. bahkan DKI Jakarta saja punya persentase 30% anak stunting. Sedih banget ya! Stunting hanya bisa dicegah dengan makan sehat dengan pedoman gizi seimbang. Utamakan protein hewani dalam porsi makan. Sesederhana makan telur setiap hari saja bisa mencegah stunting lho!

“Sehatkan diri dengan makanan yang cukup gizinya, harus banyak minum air. Karena setengah dari tubuh kita kan terdiri dari air, air yang memperlancar oksigen ke otak dan itu bagus. Jangan lupa minum susu setiap hari. Kalau di Indonesia harus minum air putih saja yang banyak. Kalau di Eropa, perlu minum susu sering-sering karena di sana dingin,” jelas Habibie.

Selain asupan makanan, latihan fisik juga berpengaruh penting pada kesehatan tubuh. Habibie ternyata hobi renang bahkan di musim salju.

“Eyang itu dari kecil suka berenang tapi nggak di kolam renang, nggak pakai celana renang, karena renangnya di kali. Sampai di Jerman pun Eyang tetap berenang setiap hari bahkan di saat salju,” kenangnya.

Semoga anak-anak Indonesia cepat terbebas dari stunting dan tumbuh cerdas dan berbudaya ya!


Post Comment