ART Mudik, Saatnya Latih Anak Mandiri

Ditulis oleh: Febria Silaen

Di balik jeritan nestapa para ibu yang ditinggal ART mudik, sebenarnya ada hal positif lain yang bisa dilakukan, kok, yaitu melatih anak mandiri.

Balada ditinggal mudik Asisten Rumah Tangga (ART) atau Si Mbak memang repot. Apalagi kalau pulangnya jauh-jauh hari sebelum Lebaran dan balik lagi ke rumah kita juga lama. Bawaannya senewen. Tapi ternyata, saat ART pulang, selain membuat jari jemari kita semakin lihai memencet pilihan menu di Go-food, ahahaha, ada juga kok faedah lain untuk anggota keluarga. Salah satunya adalah melatih anak untuk mandiri sehingga ia tidak bergantung banget pada si mbak.

Menurut mbak Ratih Zulhaqqi, Psikolog anak dan remaja, ketika ART mudik, orangtua bisa banget menjadikan momen ini untuk melatih kebiasaan baru yang berbuah pada kemandirian anak. Selain itu, pekerjaan yang dilakukan bisa dijadikan ajang untuk mengasah kemampuan atau keterampilan motorik anak. “Sisi positif ketika ART mudik adalah kembalinya kemandirian sesuai dengan peran masing-masing anggota keluarga. Misalnya anak-anak menjadi lebih banyak waktu dan kesempatan untuk melakukan sendiri apa yang bisa mereka lakukan, kata Ratih.

Konsultan parenting Edy Wiyono atau yang akrab disapa Ayah Edy juga sependapat. Saat ART mudik, tidak usah mencari mbak infal, tapi momen ini bisa dipakai untuk stimulasi anggota keluarga, khususnya anak hidup mandiri. Dan anak juga belajar memahami bahwa melakukan pekerjaan domestik ternyata tidak mudah. Sehingga dengan begitu, anak juga belajar untuk menghargai pekerjaan ART dan bersikap santun pada Si Mbak.

Selain itu, kebersamaan di antara anggota keluarga juga tercipta secara konsisten karena melakukan kegiatan bersama-sama. Namun sebelum memulai kebiasaan baru tanpa ART, ada trik-trik yang perlu kita ketahui nih, mom.

Ibu dengan satu anak dan kondisi rumah yang berantakan

Pertama, buat list pekerjaan domestik dan pembagian tugas sesuai dengan kemampuan masing-masing anggota keluarga.

Untuk anak yang usia prasekolah, kita bisa meminta nya untuk belajar merapikan mainan ke tempatnya usai bermain.

Nah, buat anak usia 5-7 tahun, pekerjaan seperti meletakkan sendiri piring atau gelas kotor ke tempatnya, membantu merapikan tempat tidur dan menyiram tanaman serta melatih anak mengambil makanan dan makan sendiri di meja makan, bisa kita minta.

Untuk anak di atas usia 7 tahun, kita sudah bisa meminta untuk mencuci piring sendiri. Membantu menjemur pakaian dan mengajarkan untuk menyapu.

Bisa juga lho mengajak anak terlibat di dapur untuk memasak. Memasak bersama anak juga mempunyai banyak keuntungan. Anak belajar mengenal jenis sayuran, bumbu dan manfaatnya. Prinsipnya dalam mengajarkan anak mandiri saat ART mudik adalah mengajarkan anak bisa melayani diri sendiri.

Kedua, setelah membuat pembagian tugas, lakukan diskusi sambil mengevaluasi tugas yang dilakukan.

Jika ada kendala saat anak melakukan, sebaiknya ajak anak bicara. Kendala apa yang dialami dan cari solusinya. Mungkin, tugas yang ada belum sesuai dengan kemampuan anak. Ingat, karena ini kebiasaan baru jadi berikan anak waktu untuk beradaptasi. Biarkan mereka belajar perlahan sehingga menjadi kebiasaan yang menyenangkan. Sehingga ketika ART kembali, kebiasaan positif ini bisa terus konsisten dilakukan.

Ketiga, lakukan dengan hati gembira.

Mengajarkan anak membantu melakukan pekerjaan domestik sebaiknya dengan suasana yang menyenangkan. Sebab, dunia anak adalah dunia bermain. Jadi kita bisa mencari cara kreatif agar pekerjaan domestik yang dilakukan anak tidak jadi beban. Orangtua bisa membuat selingan dengan permainan supaya anak tidak terlalu bosan dengan aktivitas yang sedang dilakukan. Misal, saat anak membantu menyiram tanaman, boleh saja kalau sedikit bermain air. Atau ketika merapikan tempat tidur, main perang bantal sebentar dengan anak juga akan menjadi aktivitas yang menyenangkan.

Keempat, ingat untuk selalu memberikan apresiasi kepada anak yang sudah melakukan tugas dengan baik.

Bisa dengan membuat tabel stiker selama ART mudik. Jika anak berhasil melakukan tugas yang diberikan satu stiker dan tempelkan. Saat ART kembali, hitung jumlah stiker bersama lalu belikan hadiah untuk anak. Hal ini akan memotivasi mereka untuk melakukan dengan konsisten. Apresiasi juga bisa dalam bentuk pujian atau ucapan terima kasih.

Kelima, berikan kelonggaran karena anak membutuhkan waktu untuk beradaptasi, karena itu jangan mendadak mengajak anak untuk mandiri.

Hindari untuk memberikan tugas yang banyak dalam satu hari. Karena liburan Lebaran juga perlu dinikmati anak sambil bermain. Dalam satu hari, dua hingga tiga adalah jumlah maksimal untuk anak membantu pekerjaan rumah.

Selamat bekerja sama tanpa kehadiran si mbak


Post Comment