Haruskah Jujur Tentang Gaji Kepada Suami?

Ditulis oleh: Febria Silaen

Kalau Anda mendapat pertanyaan seperti pertanyaan di atas, kira-kira apa jawaban Mommies?

Saat saya melempar topik ini ke beberapa teman, jawabannya sudah pasti menjadi dua kubu. Kubu yang beranggapan bahwa jujur adalah keharusan, dan kubu yang menganggap bahwa terlalu jujur hanya membawa bencana, hahaha. Memang tidak bisa dipungkiri, masalah keuangan akan dengan mudah menjadi subyek sensitif bagi siapa saja, terutama pasangan suami istri (pasutri).

Dari referensi tentang relationship pasutri yang pernah saya ketahui, para pakar menganjurkan untuk saling terbuka satu sama lain tentang keuangan dalam rumah tangga. Alasannya, karena ternyata sikap tidak terbuka dalam soal keuangan itu sama dengan selingkuh dan bisa memicu pertikaian dalam hubungan. Jadi dengan saling terbuka tentang keuangan dalam rumah tangga termasuk di dalamnya mengakui jumlah gaji yang diperoleh adalah hal yang dianjurkan. Tapi yang menarik adalah ternyata ada juga lho perempuan yang memilih untuk tidak jujur soal gaji.

Haruskah Jujur Tentang Gaji Kepada Suami? - Mommies Daily

Seperti salah satu pengakuan wanita bekerja, Mira (39), ibu dua anak yang mengaku sejak menikah tidak memberitahu jumlah gaji yang diterima. Dari awal nikah, baik Mira dan suami memilih untuk memegang gaji sendiri –sendiri.

Tentu bukan tanpa alasan Mira memilih untuk “berbohong” tentang pendapatan yang diterima setiap bulan kepada suami. Apalagi menurutnya sejak menikah, dirinya adalah tiang ekonomi dalam rumah tangga. Sebagai bread winner, Mira mengaku tidak pernah membeberkan nominal gaji yang diberikan atau menunjukkan slip gaji bulanan kepada suami. “Soal gaji memang gue memilih untuk nggak cerita berapa dapatnya. Aduh, kalau jujur soal gaji yang ada nanti malah benar-benar saya yang menanggung semua,” katanya berseloroh.

Tapi soal keuangan rumah tangga, Mira selalu jujur. Bahkan dirinya tak segan membuat cash flow tiap bulan untuk diketahui suami. Jadi dirinya mengaku ketidakjujuran pada nilai gaji bukan pada pengeluaran rumah tangga yang dilebih-lebihkan. Menurutnya, uang hasil kerja itu bukan bukan itu kesenangan pribadi. Tapi untuk investasi di pendidikan anak.

“Ya, berjaga-jaga. Jadi kalau ada sesuatu yang kurang baik di masa depan, sudah siap. Semua untuk anak-anak,” tandasnya. Apalagi Mira mengaku dirinya adalah tipe perempuan yang sejak kecil sudah mandiri dan selalu menyiapkan masa depan dengan persiapan matang.

Ketika ditanya apakah nyaman dengan kondisi tidak jujur perihal gaji kepada pasangan? Mira mengaku, tidak nyaman sih. Tapi sepertinya itu pilihan yang terbaik ya untuk perempuan bekerja yang menjadi tulang punggung rumah tangga. “Jadi, suami pun bisa membantu mencukupi kekurangan meski tidak banyak juga, hehehe,” papar Mira.

Beda cerita dengan Indra, Indra (40), ibu satu anak yang bekerja di daerah Bintaro.

Diakui Indra, dirinya selama ini memang sangat terbuka kepada suami tentang gaji yang diperoleh. Tetapi keterbukaan tersebut bukan tidak menimbulkan masalah. Seringkali, ia dan suami pun masih berdebat tentang keuangan. Apalagi kalau kondisi suami menganggap dirinya bisa membiayai semua. Jadi, kadang ada kondisi di mana kesepakatan keuangan yang sudah dibuat tak ditepati.

Misal, ketika bayar sekolah anak yang seharusnya menjadi kesepakatan bersama, ada kala tidak berjalan mulus. “Suami merasa ya dengan gaji yang saya peroleh bisa kok bayar ini dan itu. Apalagi kondisi suami saat ini baru merintis usaha jadi saat ini saya memang menanggung keperluan rumah tangga,” katanya.

Sejak menikah, dirinya memang memilih terbuka kepada suami soal keuangan termasuk kompensasi gaji dari kantor. Padahal, Indra mengaku pernah mendapatkan nasihat dari sang ibu untuk tidak menceritakan semua masalah keuangan terutama gaji yang diperoleh.

Jadi, apakah memang kita tidak perlu jujur soal gaji sama suami? Ya, itu kembali kepada keputusan kita pribadi sih.

Menurut, Emma Brockes penulis buku She Left Me The Gun dan My Mother’s Life Before Me, masalah gaji adalah hak pribadi. Jadi tidak apa-apa jika tidak menceritakan tentang gaji kepada suami asal memang untuk tujuan jelas dan bukan untuk kepentingan diri sendiri.

Tentu, tiap rumah tangga memiliki kesepakatan yang tidak akan sama satu sama lain. Sebaiknya, diskusi tentang finansial rumah tangga ini sudah dilakukan sebelum memutuskan membina rumah tangga.

Perlu diingat adalah masing-masing pasangan tetap harus berusaha terbuka dan membicarakan soal penggunaan uang dalam rumah tangga dan masalah keuangan bersama pasangan.


Post Comment