Generasi Alfa Tantangan untuk Ibu Milenial

Ditulis Oleh: Febria Silaen

Bagi mommies yang mempunyai anak kelahiran 2010 ke atas, wajib membaca artikel ini sampai tuntas.

Sebagai ibu yang lahir di generasi tahun 80an dengan sebutan Generasi Y, saya harus mengakui dan memuji dua orang keponakan yang masih usia balita dan batita sudah piawai menggunakan gadget.

Generasi Alfa tantangan untuk Ibu Milenial - Mommies Daily

Jari-jari mungil mereka sepertinya lebih lincah untuk memilih tontonan kartun di Youtube. Belum lagi keponakan saya yang duduk di bangku kelas 8, segala sesuatu yang berhubungan dengan media sosial sudah paham benar. Bahkan saya suka berguru dengan keponakan saya untuk belajar soal Instagram.

Kalau diamati anak-anak sekarang terlebih mereka yang lahir dalam rentang pertengahan tahun 1990-an hingga pertengahan 2000-an yang dikenal sebagai Generasi Z ini memang akrab dengan teknologi.

Baca juga: Mendidik dan Menjaga Generasi Z Itu Sungguh Menantang

Lalu bagaimana dengan anak yang tahun kelahirannya dari 2010? Seperti usia keponakan saya, yang berusia 2.5 tahun dan 1.5 tahun itu? Disebut sebagai genarasi apa mereka? Dan apakah memang mereka ditakdirkan untuk lebih awal berinteraksi dengan gadget dan teknologi?

Masih banyak pertanyaan lain yang suka muncul di pikiran saya tentang sebutan generasi batita dan balita sekarang.

Dan jawabannya akhirnya saya temukan setelah menjelajah di internet. Dalam makalah Beyond Z: Meet Generation Alpha, ia mengungkapkan, generasi berikutnya akan dinamai sesuai abjad. Itu sebabnya mereka yang lahir setelah Generasi Z akan dipanggil Generasi A alias Generasi Alfa. Mereka adalah yang lahir mulai dari tahun 2010.

Menurut McCrindle, Generasi Alfa–yakni anak-anak dari Generasi Milenial–akan menjadi generasi paling banyak di antara yang pernah ada. Sekitar 2,5 juta Generasi Alfa lahir setiap minggu. Dan pada tahun 2025, jumlahnya akan bengkak menjadi sekitar 2 miliar.

Lantas seperti apa sih generasi Alfa itu? Saya pun semakin penasaran. Sebagai gambaran soal generasi Alfa, adalah generasi yang lahir setelah tahun 2010 dengan usia paling tua adalah anak-anak usia 5 tahun. Meskipun angkatan pertama dari generasi Alfa belum masuk pada usia sekolah dasar, mereka sudah dapat menggunakan gawai bahkan ketika umur mereka masih dalam hitungan bulan.

Dibandingkan kita sebagai orang tua generasi Milenial yang lahir antara tahun 1981 sampai 1997, anak-anak dalam generasi Alfa punya beberapa ciri yang mudah dikenali. Selain melek internet, mereka juga lebih mudah menerima dan belajar-hal-hal baru.

1. Mereka akan menjadi generasi yang lebih mandiri.

Mereka akan menjadi generasi yang lebih entrepreneurial. Setiap generasi saat ini akan menjadi lebih terbuka dengan kewirausahaan daripada sesudahnya karena mereka akan memiliki lebih banyak akses terhadap informasi,

Mereka akan menjadi pengusaha yang lebih sukses karena banyak mengambil risiko lebih awal, dan punya waktu untuk membangun reputasi dan relasi lebih cepat daripada generasi Millennial, Gen X, dan Baby Boomers.

2. Mereka lebih melek dengan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris.

Karena hampir 60 persen konten di dunia maya menggunakan bahasa Inggris, maka generasi Alfa menguasai kosakata asing ini lebih cepat dari generasi sebelumnya. Jangan heran ya kalau pada usia 3-4 tahun, anak-anak ini sudah mahir berdialog singkat dalam bahasa asing.

Seperti keponakan saya, yang berusia 2.5 tahun yang lebih banyak mengatakan No ketimbang kata TIDAK. Dan suka bilang up to you kalau ditanya mau apa?

Baca juga: Cara Asik Mengajarkan Anak Bahasa Inggris di Rumah

3. Generasi ini dapat dikategorikan sebagai pembelajar mandiri.

Karena berbagai informasi mereka dapatkan lewat gawai, membuat mereka lebih suka mencari tahu segala sesuatu secara mandiri.

Dan menurut saya ada benarnya. Kembali lagi kalau melihat perilaku keponakan saya. Kalau bosan melihat tontonan di Youtube, dia sudah bisa mencari sendiri tanpa harus memanggil mamanya untuk minta tolong.

Di sini sepertinya PR buat adik saja, sebagai orang tua harus lebih awas dengan apa yang dikonsumsi anak-anak lewat internet. Duduk manis disebelah anak sambil nonton Youtube bareng adalah pilihan yang bijaksana ketimbang membiarkan mereka asyik sendiri dengan gadget-nya.

4. Anak-anak pada generasi ini cenderung pendiam.

Sikap ini dapat dipengaruhi oleh sebab paparan gawai yang terlampau sering. Jadi sepertinya ya harus juga mengimbangi dengan kegiatan sosial seperti bermain di luar ruangan, aktivitas dengan gerakan dan atau sekedar mengajaknya bernyanyi dan bercerita.

Hal yang bisa disebut sebagai kekurangan dari anak-anak generasi Alfa ialah, mereka kurang cakap dan cenderung tidak suka berkomunikasi. Ini disebabkan juga karena sejak kecil terpapar gawai. Di satu sisi, kehadiran gawai dengan teknologi internet membuat mereka terlihat canggih dalam mengotak-atiknya. Sisi yang lain membuat mereka jauh dengan orang-orang di dunia nyata sehingga komunikasi langsung menjadi terbatas.

Lalu karena mudah mendapat informasi apapun dari dunia maya, maka keinginan berjuang dan mencari tahu hal-hal secara nyata menjadi kurang. Akibatnya, mereka cepat puas dan kurang memiliki daya juang.

Meski ada prediksi bahwa generasi Alfa juga akan jadi generasi yang jauh lebih terdidik daripada Generasi Z, lebih akrab dengan teknologi, dan jadi generasi paling sejahtera.

Tapi tetap saja ada catatan PR buat adik saya sebagai ibu milenial dengan anak generasi Alfa.

Baca juga: 10 Tanda Bahwa Anda Adalah Orangtua Millennial

 


Post Comment