Intan Asmara Dewi, “Memiliki usaha sendiri membuat hidup lebih balance”

Memiliki karier yang gemilang sebagai Senior Manager Corporate Communication BNI Life, tak lantas membuat Intan Asmara Dewi berpuas diri. Mengaku sebagai tipe perempuan yang tidak bisa diam, ia pun mencoba peruntungan dengan membuka usaha sendiri. “Yang bagus dari memiliki usaha sendiri adalah membuat hidup lebih balance, tidak melulu soal perkerjaan dan juga bisa memperluas network,” ucapnya.

Saya selau kagum dengan perempuan yang bisa menjalankan berbagai peran. Jadi ibu, punya karier yang bagus, plus punya usaha sendiri! Mutitasking, gitu. Contohnya seperti sosok perempun yang satu ini, Intan Asmara Dewi. Perkenalan saya dengannya memang belum lama terjadi, tapi selama melakukan percakapan singkat, termasuk lewat WhatsApp, sudah tersirat kalau ibu dari Max (9 tahun) dan Liam (4 tahun) merupakan sosok yang ramah.

Meskipun hari-harinya sudah disibukan dengan menajalankan kariernya sebagai Senior Manager Corporate Communication BNI Life, Mbak Intan, begitu saya menyapanya masih menyisihkan waktunya untuk menjalan peran sebagai mommiespreneur. Apa, sih, alasannya?

“Haha… itu dia. Saya orang yang tidak bisa diam, selalu penasaran terhadap hal yang bisa atau tidak bisa saya lakukan. Memiliki usaha sendiri itu seperti hobi buat saya, sekaligus membuktikan ke saya sendiri kalau saya bisa, meskipun pada kenyataannya tidak selalu demikian, namun setidaknya saya pernah mencoba. No regret.”

Intan Asmara Dewi-mommiesdaily

Dari sekian banyak pilihan jenis usaha, kenapa memilih usaha membuat tempat duduk dari tong sampah?

Saya tertarik selain karena belum ada yang melakukannya tapi juga bisa membantu mengurangi sampah tong bekas. Dengan konsep upcycle ini, barang bekas pun dapat di sulap menjadi sesuatu yang berguna

Selama ini ada nggak, Tools atau Apps yang dipakai untuk me-manage karier dan family?

Saya hobi download productivity apps, di handphone saya banyak sekali apps yang bisa digunakan untuk memanage schedule, notes dan bahkan sampai inventory. Namun dari sekian banyak apps tersebut, hanya satu atau dua yang akhirnya saya pakai sampai sekarang, seperti Plan & Note dan Evernote.

 Rahasia Mbak Intan untuk bisa bekerja lebih efisien agar karier dan keluarga bisa tetap balance?

Sebenarnya gak ada rahasia sih, common practice saja. Saya sangat menghindari bekerja di weekend atau hari libur. Semua rekan kerja juga sudah aware terhadap kebiasaan saya ini, termasuk dari parner di agency juga dari awal sudah diberitahukan agar pekerjaan dapat terencanakan dengan baik sehingga tidak perlu berkerja di weekend. Misal karena saya bekerja di bagian marketing communication, sewaktu-waktu ada keperluan shooting iklan, nah hal ini sebaiknya sudah direncanakan dengan baik schedulenya sehingga dapat dilakukan di jam kerja dan di jam kerja. Kebiasaan ini saya pelajari di pekerjaan saya sebelum ini, dimana perusahaan tempat saya bekerja sangat mengutamakan work life balance..and it works!

Bekerja di bidang finansial, bagaimana sih, cara Mbak Intan mengajarkan anak-anak soal literasi keuangan?

Sesederhana memberikan uang saku kepada anak saya yang sekarang duduk di kelas 4 SD, dan meminta dia untuk mengatur uangnya sendiri, kami juga membiasakan anak-anak untuk menabung sejak dini mulai dari celengan sampai dengan tabungan di bank.

Dilihat dari kacamata Mbak Intan, bagaimana kondisi literasi keuangan para perempuan khususnya kaum ibu masa kini?

Jika dibandingkan dengan laki-laki, tingkat literasi keuangan perempuan Indonesia masih lebih rendah, sekitar 25% sedangkan laki-laki 33%. Namun memang ada peningkatan dari tahun ke tahun. Menurut saya perempuan memegang peranan penting dalam edukasi literasi keuangan dalam keluarga, keuangan rumah tangga umumnya dipegang oleh perempuan, dan Ibu yang terampil dalam literasi keuangan akan dapat mengajarkan keterampilan tersebut ke anak-anaknya. Jadi menurut saya, jika ingin tingat literasi keuangan masayarakat Indonesia melaju pesat, maka kaum Ibulah yang harus menjadi target edukasi.

Menurut Mbak Intan, hal apa saja yang perlu dikuasai seorang perempuan atau para ibu untuk mendongkrak literasi keuangan?

Dasar-dasar keuangan pribadi, seperti penganggaran, penghematan, dan pengeluaran yang bijak dan efektif. Termasuk penganggaran untuk masa depan keluarga, seperti pendidikan anak-anak, dana darurat, simpanan hari tua, investasi dan lain sebagainya. Seorang ibu harus bisa berpikir jangka panjang.

Untuk bisa melakukan pekerjaan lebih maksimal, tentu perlu gaya hidup yang sehat. Bagaimana dengan Mbak Intan sendiri? Ada rules tersendiri atau exercise routine nggak?

Saya juga baru saja mulai menerapkan gaya hidup sehat, sedikit terlambat sih namun masih lebih baik dari pada tidak sama sekali. Menyempatkan diri untuk makan sayur dan buah, misalnya jika satu hari saya tidak memasukan menu sayur dalam makanan di hari itu, besoknya saya memastikan makan sayur dengan porsi yang lebih banyak. Mengurangi makanan yang berlemak, jus buah, dan memilih cereal/yoghurt/biji-bijian sebagai menu sarapan sehat. Untuk olah raga, dimulai dari hal sederhana seperti memilih berjalan kaki atau naik tangga dibanding naik lift, dan seminggu sekali saya menyempatkan diri untuk olahraga pilates.

Sejauh ini, ada nggak buku atau film seputar parenting atau karier yang paling jadi favorit Mbak Intan? Apa alasan memilih buku atau film tersebut?

Saya selalu ingat buku chicklit ‘I don’t know how she does it’ oleh Allison Pearson, bukan buku yang berat tapi kurang lebih menggambarkan realita kehidupan Ibu yang bekerja. Dengan begitu banyak bola yang melayang di udara cepat atau lambat salah satunya pasti jatuh juga. Buku ini yang selalu mengingatkan saya akan prioritas dalam hidup. Saya tipe orang yang tidak bisa diam, apapun ingin saya kerjakan, saya punya mimpi dan ambisi dalam pekerjaan dan bisnis. Namun akhirnya sadar, dengan banyaknya aktifitas saya banyak juga yang saya korbankan, termasuk keluarga saya, suami saya, anak-anak saya yang masih kecil. Seperti buku ini, keluarga adalah yang utama. Jadi segala sesuatu yang saya lakukan sekarang ini, saya harus pastikan bahwa keluarga tetap menjadi prioritas saya.

3 tips dari Mbak Intan agar tetap fokus kerja di tengah kesibukan

Minum kopi.. haha…. kidding. Supaya fokus trik yang saya lakukan adalah manajemen waktu yang benar. Untuk hal-hal yang memerlukan konsentrasi tinggi seperti menyiapkan deck presentasi, membuat analisa, membaca dokumen saya lakukan dipagi hari. Terkadang saya datang ke kantor pagi sekali di kala semua orang belum datang, hanya untuk mendapatkan peaceful moment tanpa gangguan. Di situ saya bisa berkonsentrasi lebih baik. Menjelang siang baru saya melalukan hal lainnya seperti menjawab email, meeting, diskusi dan lain sebagainya.

Katanya, seorang ibu me time supaya tetap ‘waras’ bagaimana dengan me time Mbak Intan?

Supaya tetap waras, me time yang saya lakukan belakangan ini adalah berkebun. Saya biasanya berburu tanaman di hari minggu dan menanam sendiri di halaman depan rumah. Benar-benar me time J

Sejauh ini, seperti apa, sih, dukungan keluarga sebagai support system Mbak Intan dalam menjalankan berbagai peran?

Dukungan mereka luar biasa, suami saya juga merupakan partner saya dalam bisnis, dia mendukung semua yang saya lakukan dan selalu meyakinkan saya kalau saya bisa. Kedua anak saya mengerti kesibukan saya dan mereka selalu mau ikut serta baik dalam perkerjaan kantor maupun bisnis.

Jika sedang merasa stuck atau jenuh dengan pekerjaan, apa yang Mbak Intan lakukan?

Taking a day off, meluangkan waktu dengan keluarga dan melakukan hobi. Mengingatkan lagi terhadap apa yang jadi prioritas saya.


Post Comment